Sekretaris YARA Aceh Tengah Kritik Retret Pejabat: “Kok Pakai Batik?”

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 05:14 WIB

50165 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Takengon — Sekretaris Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh Tengah, Rachmat Novan Ashary, mengkritik pelaksanaan kegiatan retret pejabat yang dinilainya kehilangan makna reflektif karena masih sarat simbol kekuasaan.

Menurut Rachmat, retret sejatinya merupakan ruang perenungan diri, pelepasan atribut jabatan, dan evaluasi moral. Namun yang terlihat justru sebaliknya, pejabat mengikuti retret dengan mengenakan batik dan atribut resmi.

“Retret itu harusnya tentang keheningan dan kejujuran batin. Kalau masih pakai batik lengkap, lencana, dan protokol, itu bukan retret, tapi agenda seremonial,” kata Rachmat, Jumat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai penggunaan batik dalam retret pejabat mencerminkan ketidakmampuan elite untuk melepaskan diri dari simbol kekuasaan, bahkan dalam ruang yang seharusnya bersifat personal dan reflektif.

Rachmat juga menyoroti konteks sosial dan ekonomi masyarakat yang sedang sulit. Di tengah krisis ekonomi, bencana alam, dan meningkatnya beban hidup rakyat, kegiatan retret pejabat dengan nuansa kenyamanan dinilai tidak sensitif.

“Rakyat sedang berjuang bertahan hidup. Ketika pejabat ber-retret dengan segala fasilitas dan simbol, pesan empati itu menjadi kabur,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika retret benar-benar dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas kepemimpinan, maka seharusnya dilakukan secara sederhana, tanpa atribut jabatan, tanpa panggung, dan tanpa pencitraan.

“Perubahan tidak lahir dari pakaian rapi atau dokumentasi kegiatan. Perubahan lahir dari keberanian menanggalkan status dan pulang membawa kebijakan yang berpihak pada rakyat,” tutup Rachmat. (*)

Berita Terkait

Kapolres Aceh Tenggara Salurkan Beras untuk Personel, Wujud Kepedulian Nyata dari Pimpinan
Tipikor: Desak Kejati Aceh Usut Kasus Dugaan Korupsi Rp37,1 Miliar di RSUD H Sahudin Kutacane
Percepat Layanan ,PDAM Tirta Agara Luncurkan Terobosan Baru Paska Banjir
Sekretaris Jenderal PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia, Wartawan Senior dari Aceh Tenggara
Latihan Bersama Polres Aceh Tenggara dan Perbakin, Tingkatkan Profesionalisme dan Kemahiran Menembak Personel
Jumat Berkah, Sentuhan Kasih Kapolres Aceh Tenggara Hangatkan Hati Anak Yatim Piatu
Polres Aceh Tenggara Salurkan Bantuan Sosial, Wujud Kepedulian untuk Warakauri dan Purnawirawan Polri
Polres Aceh Tenggara Hadirkan Harapan di Tengah Banjir, 365 Paket Bantuan Disalurkan untuk Warga Ketambe dan Salim Pinim

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 21:22 WIB

BNNP Aceh Musnahkan Barang Bukti Sabu Hasil Pengungkapan di Bireuen

Senin, 20 April 2026 - 21:20 WIB

Bea Cukai Banda Aceh Perkuat Sinergi dengan Stakeholder melalui Kegiatan SEUDATI Bersama Travel Umroh dan Perusahaan Jasa Bandara

Senin, 20 April 2026 - 21:18 WIB

Bea Cukai Banda Aceh Laksanakan Customs Visit Customers (CVC) dan Serahkan Sertifikat UMKM Binaan kepada CV. Aceh Socolatte

Rabu, 15 April 2026 - 20:18 WIB

Polisi Selidiki Penemuan 27 Kilogram Diduga Kokain di Pesisir Pantai Pasir Putih Kahuripan

Rabu, 15 April 2026 - 20:09 WIB

Polri Bongkar Produksi dan Peredaran Gas N20 Merk Whippink dengan Omset Miliaran Rupiah

Rabu, 15 April 2026 - 19:33 WIB

Mayat Pelajar di Muara Kaliadem, Polisi Periksa Delapan Saksi dan Dalami Dugaan Tawuran

Rabu, 15 April 2026 - 19:31 WIB

46 Batang Rel Kereta Dicuri di Way Kanan, Polisi Tangkap Dua Pelaku dan Telusuri Dugaan Jaringan

Rabu, 15 April 2026 - 19:16 WIB

Mayat Pria dengan Luka di Leher Gegerkan Warga Jombang

Berita Terbaru