KUTACANE – Bara News, Minggu 19 April 2026. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PDAM Agara, Mat Budiaman, terus membuka berbagai terobosan baru strategis melalui pengaduan berbasis aplikasi dan grup.
Aplikasi baru tersebut digunakan sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan air bersih, terutama di tengah proses pemulihan pascabanjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Bumi Sepakat Segenep.
Beberapa bulan lalu, terang Mat Budiaman, terjadi bencana hidrometeorologi yang dampaknya terbilang parah, bahkan sempat merusak sejumlah infrastruktur jaringan air bersih, mulai dari pipa distribusi hingga terganggunya suplai air ke pelanggan di beberapa titik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut jelas menjadi tantangan bagi PDAM Tirta Agara untuk segera melakukan pemulihan layanan secara menyeluruh terhadap pelanggan atau konsumen.
Sebagai langkah cepat, Mat Budiaman menghadirkan sistem pengaduan berbasis aplikasi dan grup komunikasi terpadu. Inovasi ini memungkinkan masyarakat menyampaikan keluhan dengan lebih mudah dan cepat, sekaligus mempermudah petugas dalam merespons berbagai gangguan layanan di lapangan.

“Pasca banjir bandang dan banjir sungai, kami dituntut bergerak cepat. Sistem ini membantu kami memetakan persoalan dan langsung mengambil tindakan yang diperlukan,” ujar Mat Budiaman.
Sistem tersebut terintegrasi dengan seluruh cabang PDAM yang tersebar di beberapa wilayah Aceh Tenggara, sehingga setiap laporan yang masuk dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas terdekat.
Tidak hanya fokus pada pelayanan eksternal, ujar mantan komisioner KIP Agara tersebut, pembenahan internal juga dilakukan. Mat Budiaman membentuk grup khusus karyawan sebagai sarana koordinasi dan pengawasan kedisiplinan pegawai.

Melalui sistem ini, diharapkan kehadiran serta kinerja pegawai dapat dipantau secara lebih transparan, dengan tujuan agar pelayanan terhadap pelanggan atau konsumen maksimal dan memuaskan.
Pegawai yang tidak disiplin, seperti sering terlambat atau bolos tanpa keterangan, akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.
“Dalam masa pemulihan ini, kedisiplinan menjadi hal utama. Kami ingin memastikan seluruh tim bekerja maksimal untuk masyarakat,” ujar Mat Budiaman.
Selain itu, pihak PDAM Tirta Agara juga menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat guna mempercepat perbaikan infrastruktur yang terdampak banjir. Upaya tersebut mencakup rehabilitasi jaringan pipa, normalisasi sumber air, serta peningkatan sistem pelayanan agar lebih tangguh menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Dengan berbagai terobosan dan langkah strategis yang dilakukan, PDAM Tirta Agara diharapkan mampu bangkit dari dampak bencana, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih secara berkelanjutan bagi konsumen di seluruh Aceh Tenggara.
Melalui terobosan baru tersebut, PDAM Tirta Agara juga telah memiliki sistem pembayaran melalui aplikasi, tanpa harus melalui petugas di lapangan atau di kantor PDAM. Dengan adanya aplikasi ini, pelanggan dapat lebih mudah membayar rekening air, bahkan dari luar daerah.
“Dengan adanya aplikasi, pelanggan bisa membayar dari mana saja,” tutup Mat Budiaman. (Kasirin Sekedang).









































