Gayo Lues, 7 Januari 2026 — Bencana tanah longsor yang melanda Kabupaten Gayo Lues kembali menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi bantuan dan pengiriman pasukan bantuan kemanusiaan. Salah satu kendaraan dinas milik Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan mengalami hambatan serius saat hendak menuju wilayah terdampak di Kecamatan Pining, tepatnya di Desa Lelabu. Jalan utama yang putus dan tertimbun material longsor menyebabkan kendaraan tersebut sempat terjebak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.
Meski demikian, semangat pengabdian tak surut. Personel Satbrimob Polda Sumsel yang sedang menjalankan tugas kemanusiaan di wilayah bencana langsung bertindak cepat. Bersama personel dari Polres Gayo Lues, mereka bergotong royong membuka jalan sementara secara manual menggunakan alat seadanya. Material longsoran yang menutupi badan jalan secara bertahap dibersihkan untuk memastikan kendaraan dapat kembali melintas dan perjalanan menuju lokasi terdampak dapat dilanjutkan.
Sebelum insiden tersebut terjadi, telah dilaksanakan Apel Gelar Peralatan dan pengecekan kesiapan personel di Mapolres Gayo Lues. Apel dipimpin oleh Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, S.I.K., sebagai bagian dari langkah awal evaluasi kesiapan operasional seluruh petugas di lapangan. Kegiatan ini menjadi penegasan bahwa pelaksanaan tugas tanggap bencana tidak hanya mengandalkan semangat, tetapi juga membutuhkan kesiapan fisik, logistik, serta koordinasi yang matang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Usai apel, personel Satbrimob Polda Sumsel bersama anggota Polres Gayo Lues melakukan pergeseran pasukan (serpas) menuju Kecamatan Pining. Perjalanan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk membantu proses evakuasi, distribusi bantuan, serta menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah yang terdampak bencana alam. Dalam perjalanannya, pasukan harus menghadapi tantangan medan ekstrem yang diperparah oleh cuaca dan kontur kawasan Gayo Lues yang berbukit dan rawan longsor.
Di tengah seluruh kondisi tersebut, kehadiran Brimob dan kepolisian menjadi penopang penting dalam menjaga keberlanjutan bantuan serta memastikan masyarakat terdampak tidak merasa sendiri. Apa yang dilakukan jajaran kepolisian kali ini juga mencerminkan implementasi semboyan Korps Brimob “Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan”, dimana keberadaan aparat keamanan tak hanya terbatas pada penegakan hukum, tetapi juga hadir dalam kerja kemanusiaan di masa krisis.
Kehadiran langsung di lapangan, aksi cepat tanggap terhadap hambatan, hingga keterlibatan dalam membantu membuka akses jalan menjadi wujud nyata komitmen kepolisian untuk berdiri bersama masyarakat. Sinergi antara satuan kepolisian daerah dan satuan bantuan dari luar wilayah kini menjadi tulang punggung dalam menghadapi situasi pascabencana yang membutuhkan ketangguhan, solidaritas, dan kesigapan dari semua pihak. (*)







































