BLANGKEJEREN — Suasana hangat dan penuh semangat tergambar di Desa Tampeng Musara, Kecamatan Kutapanjang, Kabupaten Gayo Lues, saat lebih dari 70 warga lanjut usia (lansia) mengikuti Sekolah Lansia Tangguh Berdaya (Sidaya), Jumat (26/9/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional bertajuk Quick Win BKKBN, yang bertujuan memberdayakan lansia agar tetap produktif, sehat, dan mandiri.
Program ini diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Gayo Lues, dan dirancang berlangsung rutin setiap hari Jumat, selama 12 kali pertemuan, dari pukul 09.30 hingga 11.30 WIB.
“Alhamdulillah, para peserta sangat antusias. Mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat yang tinggi,” tutur Vivin Yulian Nugraha, salah satu Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dari DP3AP2KB Gayo Lues, Jumat malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Vivin menjelaskan, para lansia peserta Sidaya berasal dari berbagai desa di Kecamatan Kutapanjang. Mereka hadir tidak hanya untuk menyerap pengetahuan, tetapi juga untuk menjalin kembali silaturahmi dan berbagi pengalaman hidup yang inspiratif.
Materi dalam sekolah lansia ini diberikan oleh sejumlah pemateri dari mitra kerja DP3AP2KB, di antaranya Camat Kutapanjang, Kepala Desa Tampeng Musara, penyuluh KB setempat, Kepala Puskesmas, serta perwakilan dari Kantor Urusan Agama (KUA). Materi yang disampaikan mencakup topik kesehatan, gizi, kebugaran di usia senja, serta penguatan spiritual.
“Setelah semua pertemuan selesai, seluruh peserta akan mengikuti acara wisuda. Rencananya prosesi wisuda akan langsung dipimpin oleh Bupati Gayo Lues,” ujar Vivin.
Program Sidaya merupakan salah satu dari lima program unggulan Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, yang meliputi: Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (SIDAYA), dan Aplikasi SUPER Tentang Keluarga.
Kelima program ini dirancang sebagai upaya percepatan pembangunan keluarga berkualitas, dengan fokus utama pada pencegahan stunting, pola pengasuhan yang mendukung tumbuh kembang anak, peran ayah, digitalisasi layanan keluarga, dan pemberdayaan lansia.
Vivin berharap, program Sidaya dapat terus diperluas ke seluruh desa di Kabupaten Gayo Lues. “Semoga desa-desa lain juga dapat mengadakan kegiatan serupa, karena manfaatnya sangat terasa bagi para lansia, baik secara fisik, sosial, maupun emosional,” imbuhnya.
Dengan semangat yang tumbuh dari komunitas akar rumput, Sekolah Lansia ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran yang membangkitkan kemandirian para lansia, sekaligus memperkuat peran mereka dalam keluarga dan lingkungan sosial. (red)










































