Program GDAD di Gayo Lues Berhasil Ubah Ladang Ganja Menjadi Kawasan Produktif

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 9 Oktober 2025 - 22:24 WIB

50508 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, 9 Oktober 2025 | Program Grand Design Alternative Development (GDAD) yang digagas Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 2016 terus menunjukkan perkembangan positif, khususnya di Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Melalui program ini, kawasan rawan budidaya ganja diubah menjadi lahan produktif berbasis komoditas legal seperti kopi, hortikultura, dan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Kepala BNN Kabupaten Gayo Lues, Fauzul Iman, menyampaikan dalam dialog khusus dengan Siber Aceh TV bahwa GDAD telah menjadi strategi penting yang tidak hanya menekan angka penanaman ganja, tetapi juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat terhadap ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Menurut Fauzul, pemilihan Gayo Lues sebagai lokasi pelaksanaan program bukan tanpa alasan. Sebelum implementasi GDAD, BNN melakukan pemetaan intensif dan menemukan bahwa mayoritas ganja yang beredar di luar Aceh berasal dari wilayah ini. Melalui data tersebut, pemerintah memandang penting untuk menerapkan pendekatan bersifat humanis dan pembangunan ekonomi agar masyarakat tidak lagi bergantung pada tanaman ilegal. Program GDAD menyasar kelompok rentan, mulai dari mantan petani ganja, mantan pecandu, hingga masyarakat miskin.

Langkah awal program diawali dengan membangun kepercayaan atau trust building bersama para pemangku kepentingan di daerah, termasuk pemerintah Kabupaten Gayo Lues, aparat desa, serta tokoh masyarakat. Pada tahun 2016 hingga 2018, dilangsungkan survei bersama dan dialog intensif untuk mengidentifikasi komoditas yang diminati masyarakat guna menggantikan ganja. Hasilnya, banyak masyarakat memilih kopi sebagai tanaman pengganti karena memiliki nilai ekonomi tinggi dan daya tahan hasil panennya yang panjang. Pada tahun 2018, dilakukan penanaman perdana komoditas kopi di kawasan Agusen oleh Kepala BNN saat itu, Budi Waseso.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengembangan GDAD dilanjutkan dengan pembentukan koperasi tani dan pelatihan keterampilan yang mendukung ekosistem pertanian legal melalui laboratorium-kompetensi (lab skill) seperti pembuatan sabun kopi, pelatihan barista, dan pupuk organik. Selain menciptakan pendapatan berkelanjutan, program ini membuka peluang usaha dan mengurangi pengangguran. Petani yang sukses mengelola dua hektare kebun kopi, menurut Fauzul, kini bahkan mampu menggaji masyarakat sekitar dalam proses panen yang melibatkan banyak tenaga kerja. Upah yang dibayarkan langsung kepada warga memberi dampak positif pada perekonomian desa.

Meski dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan dana, kesadaran masyarakat yang masih minim, serta persaingan harga pasar gelap, program ini tetap berjalan berkat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Pada tahap awal, pengadaan bibit kopi dilakukan oleh Pemkab Gayo Lues. Selanjutnya, BNNK menggandeng eksportir seperti PT Ujang untuk menjamin standar harga dan membuka akses ekspor. Kini, kopi Gayo Lues telah mendapatkan sertifikasi dan bahkan sudah masuk ke pasar internasional, termasuk jaringan Starbucks. Berbagai inovasi turut dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pasar, di antaranya penggunaan pupuk organik yang menghasilkan aroma khas dan diminati pasar luar negeri.

Dengan hasil yang dicapai, GDAD di Gayo Lues rencananya akan dijadikan program percontohan nasional. Pemerintah pusat melalui BNN Republik Indonesia telah menjajaki wacana perubahan nama program menjadi “Pemberdayaan Kawasan Tanaman Terlarang”. Kabupaten Gayo Lues akan menjadi percontohan dari konsep hilirisasi komoditas pertanian dalam konteks pemberantasan narkoba. Bahkan, disebutkan Presiden RI, Prabowo Subianto, dijadwalkan akan mengunjungi Gayo Lues pada akhir tahun ini untuk meninjau langsung keberhasilan program tersebut.

Menurut data yang dihimpun BNNK Gayo Lues, hingga saat ini telah tercatat lebih dari 2.000 orang dari berbagai kelompok masyarakat telah dibina melalui GDAD. Beberapa warga bahkan mengaku berhasil menunaikan ibadah umrah berkat hasil penjualan kopi. Cerita sukses ini menjadi inspirasi untuk perluasan program ke 11 kecamatan lain di Gayo Lues pada tahun 2025. Di Desa Agusen, yang menjadi lokasi awal program, telah dikembangkan konsep agrowisata kopi dengan slogan “Ngopi di Kebun Kopi GDAD”. Selain memperkenalkan produk kopi kepada wisatawan, konsep ini juga diharapkan dapat mengangkat potensi lokal seperti ekowisata sungai dan UMKM desa.

Di akhir wawancara, Fauzul Iman menitipkan pesan kepada seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi aktivitas ilegal, termasuk menanam ganja. Menurutnya, meski menggiurkan secara ekonomi, keterlibatan dalam jaringan narkoba hanya membawa kehancuran bagi pribadi dan keluarga. Ia berharap pemuda mampu menjadi ujung tombak pembangunan ekonomi alternatif yang sehat dan mampu membawa Kabupaten Gayo Lues menjadi wilayah bebas narkoba, berdaya saing, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (*)

Berita Terkait

Dirjen PHL Kementerian Kehutanan Respons Laporan Warga, Industri Getah Pinus di Gayo Lues Diperiksa
Gerakan Kebangsaan: Negara Tak Boleh Takut, Sanksi Resmi Membuktikan PT Rosin Chemicals Indonesia Tak Layak Berlindung di Balik Administrasi
Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:55 WIB

Kaliber: Tantang Kajati Aceh Bongkar Dugaan Skandal Dana Kapitasi,JKN dan BOK Kesehatan Aceh Tenggara

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:45 WIB

Team Resmob Sat Reskrim Polres Agara Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, Satu Pelaku Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:54 WIB

TIPIKOR : Desak Inspektorat Dan APH Usut Dana Ruti Dinas Pangan tahun 2025 dan awal 2026.Dugaan Ratusan juta Menguap

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:53 WIB

Dana Kapitasi dan JKN Dinas Kesehatan Aceh Tenggara di sinyalir sarat Manipulasi dan Korupsi

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:52 WIB

Drh Karnodi Selian M,MA, Plh, Dinas Pangan Agara Pacu Perbaikan dan Jaga Pangan Bebas Pestisida

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bergerak Cepat, Pengedar Sabu di Lawe Bulan Dibekuk Bersama Barang Bukti

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:34 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 13,35 Kg Ganja, Seorang Pemuda Diamankan di Ketambe

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:04 WIB

PT. Hutama Karya Diminta Jangan Bayarkan Proyek Beronjong Gunakan Material Tanpa Izin

Berita Terbaru