slot preparation.lsrs.lu

Prabowo dan Paradoks Sawit, Antara Ekonomi Rakyat dan Kelestarian Alam

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 14 April 2025 - 23:00 WIB

50382 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Salsabila Heldika Putri

* Peluasan Lahan Sawit di Berbagai Daerah

Adanya pernyataan oleh presiden yaitu Prabowo Subianto terkait peluasan lahan sawit diberbagai daerah guna untuk menambahkan pendapatan negara, dengan munculnya beberapa argumen terkait pernyataan yang disampaikan oleh presiden tersebut dan berbagai kritikan dari berbagai sumber. Pernyataan yang menjelaskan bahwa “masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan akan terjadinya dampak yang merusak alam seperti terjadinya deforestasi pada peluasan lahan sawit ini, dikarenakan kelapa sawit sebagai pohon yang menyerap karbon dioksida”, ungkapnya dalam Musrenbang Nasional Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Munculnya beberapa kritikan terhadap pernyataan tersebut, karena adanya anggapan oleh parabowo bahwa deforestasi itu tidak berbahaya. Padahal salah satu upaya untuk menyelamatkan kita dari berbagai bencana alam adalah dengan adanya hutan.

Namun disini prabowo malah menyatakan hutan itu tidak terlalu penting, jadi perlu dipahami lebih dalam lagi terhadap bahaya deforestasi.

Sangat banyak cara lain yang bisa dilakukan untuk menanam sawit tanpa harus melakukan deforestasi yaitu dengan melakukan peremajaan lahan ataupun menanam pada lahan yang sudah dibuka sebelumnya.

Daripada melakukan aksi menebang hutan yang akan berdampak kedepannya kepada masyarakat. Namun terdapat beberapa perhitungan ekonomi yaitu dengan pemikiran bahwa jika melakukan penebangan hutan, negara akan mendapatkan keuntungan lebih lagi dengan menjual hasil hutan. Jika melakukan peremajaan, negara akan mengalami pengeluaran lagi pada proses tersebut.

* Dampak yang akan ditimbulkan terhadap masyarakat dan lingkungan

Mengenai pernyataan tidak bahayanya deforestasi, prabowo dinilai sebagai kepala negara yang tidak punya pemahaman terkait hal tersebut. Adanya anggapan bahwa pohon kelapa sawit mampu menghasilkan karbon dioksida tidak sespenuhnya benar, karena kelapa sawit bisa menurunkan kemampuan menangkap karbon dan juga bisa menyedot unsur hara yang dapat menyulitkan proses reboisasi menjadi hutan alam.

Dengan mengorbankan seluruh hutan alam RI, dianggap sangat serakah bila masih mengharapkan diri terhindar dari berbagai bencana alam, karena dengan adanya hutan alam mampu menghindarkan kita dari berbagai bencana yang akan melanda kedepannya. Deforestasi dapat berdampak ke masyarakat, terlebihnya kepada masyarakat adat yang menggantungkan kehidupannya dari hasil hutan. Selain itu dampaknya mampu menurunkan kualitas hidup masyarakat dengan mengurangi pendapatan masyarakat yang kehilangan hasil hutan tersebut.

Seharusnya, pemerintah bisa meninjau lebih lanjut terkait kebijakan yang akan dikeluarkan nantinya, apa yang seharusnya menjadi prioritas masyarakat dan negara, bukan sebaliknya.

Akhir-akhir ini pemerintah banyak mengeluarkan kebijakan dan pernyataan yang dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, banyak masyarakat yang menderita akibat dari kebijakan yang dikeluarkan oleh presiden Prabowo Subianto.

Peluasan lahan sawit dengan melakukan deforestasi ini dinilai mampu merusak alam dan memiliki dampak yang buruk terhadap masyarakat dan lingkungan, upaya yang dinyatakan oleh prabowo ini menuai banyak kritikan dari berbagai pihak karena tidak meninjau terlebih dahulu dampak yang akan ditimbulkan dari pernyataan tersebut.

Penulis adalah Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala

Berita Terkait

Ketika Google Menjadi Pilihan Pertama, Di Mana Posisi Perpustakaan?
DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader
Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan
Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru