Pernah 2 Kali Menjabat sebagai Wakil Walikota, Zainal Arifin Dinilai Tak Bermanfaat untuk Masyarakat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 16 April 2024 - 22:29 WIB

50262 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Forum Pemuda Kota banda Aceh Ramadhan Saputra menilai Selama sekitar 8 tahun menjabat di posisi empuk sebagai Wakil Walikota Banda Aceh di dua kepemimpinan berbeda sosok Zainal Arifin terlihat sangat minim bahkan hampir tak nampak kontribusinya untuk pembangunan Banda Aceh.

“Pernah menjadi Wakil Walikota ketika kepemimpinan Illiza Saaduddin Djamal, bahkan selama 5 tahun menjabat posisi Wakil Walikota di masa kepemimpinan Aminullah, Zainal Arifin hampir tak kelihatan manfaat dan kontribusinya untuk pembangunan kota. Anehnya dua periode menduduki posisi penting, Zainal Arifin kesannya seakan hanya menikmati gaji dan fasilitas semata,” Ramadhan Saputra

Zainal Arifin mulai menduduki posisi orang nomor dua di Ibukota Provinsi Aceh itu setelah berhasil mendepak kader Demokrat (Yudi Kurnia dan Arif Fadhilah) dalam perebutan posisi Wakil Walikota setelah Almarhum Mawardi Nurdin wafat. Walaupun pada notabenenya kursi orang nomor 2 itu merupakan jatah Demokrat namun kelihaian Zainal Arifin memainkan trik politiknya mampu merebut posisi tersebut. Hanya saja setelah menjabat, kiprahnya juga sangat minim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setelah berhasil, menyingkirkan Demokrat, Zainal Arifin pada Pilkada 2017 meninggalkan Illiza dan menyeberang ke Aminullah untuk kembali mendapatkan posisi Wakil Walikota.

“Di dua kepemimpinan itu sosok Zainal Arifin sebenarnya merupakan orang nomor 2 di Banda Aceh, namun seakan-akan tutup mata terkait persoalan tersebut,”katanya.

Bahkan di kepemimpinan Pj Walikota Bakri Siddiq selama satu tahun menjabat menyisakan hutang sebanyak Rp 109 M, juga dugaan dikhabarkan peranan Zainal Arifin sebagai salah seorang kerabat sang mantan Pj Walikota juga tak dapat dikesampingkan.

Sosok Zainal Arifin, lanjutnya, terlihat tidak visioner. Bahkan selama dua periode menjabat sebagai orang nomor dua di Banda Aceh tidak terlihat kontribusinya untuk pembangunan daerah dan masyarakat.

“Anehnya sudah sekian lama menjabat posisi penting di ibukota kesannya hanya menikmati jabatan, kemudian saat ini ingin maju walikota. Kesempatan yang pernah diberikan saja tak pernah dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, lalu ingin jabatan yang lebih tinggi, sungguh tak masuk akal,”Ramadhan

Setelah menggeser Demokrat, kemudian mendapat kesempatan menjadi Wakil Illiza, lalu meninggalkan Illiza untuk mendapatkan posisi Wakil Walikota bersama Aminullah. Lalu kini Zainal Arifin kembali tinggalkan orang yang memberinya kesempatan dan lalu mendeklarasikan diri sebagai Calon Walikota.

“Kalau kita lihat dari rekam jejak tersebut, sosok Zainal Arifin selain hobi meninggalkan orang yang memberinya kesempatan juga kurang bermanfaat kepada masyarakat ketika menjabat. Jika kesempatan 2 periode di kursi empuk itu saja lupa berbuat untuk kemajuan kota dan masyarakat bagaimana ingin maju sebagai orang nomor satu di Banda Aceh. Khawatirnya, orang yang pernah memberinya kesempatan saja ditinggalkan dan dikhianati apalagi rakyat. Kami nilai sosok ini tidak tepat untuk memimpin Banda Aceh, kesempatan yang sudah ada saja disia-siakan ingin posisi yang lebih tinggi, sungguh miris,”tutup Ramadhan. (REL)

Berita Terkait

PT GLEH Resmi Diluncurkan, Komitmen Jaga Lingkungan dan Kelola Limbah Medis di Aceh
Dispora Aceh Gelar “Goes To Campus” di Universitas Serambi Mekkah, Dorong Pemuda Tanggap Bencana
Kekompakan Forkopimda Aceh Kunci Pemulihan dan Pembangunan
IWOI Aceh Desak Evaluasi Dana Pokir, Minta APH Perketat Pengawasan
TEROR TERHADAP WARTAWAN FRN ACEH MAKIN BRUTAL! Agus Suriadi Minta Kapolda Perintahkan Kapolres Subulussalam Ringkus Semua Pelaku, Dari OTK Hingga Dalang Intimidasi di Kantor Desa
Transformasi ‘Asabiyyah’ di Era Algoritmik dan Dampaknya Terhadap Polarisasi Sosial-Politik Indonesia
Bea Cukai Banda Aceh Perkuat Sinergi dengan Stakeholder melalui Kegiatan SEUDATI Bersama Travel Umroh dan Perusahaan Jasa Bandara
Bea Cukai Banda Aceh Laksanakan Customs Visit Customers (CVC) dan Serahkan Sertifikat UMKM Binaan kepada CV. Aceh Socolatte

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:37 WIB

Disfungsi Birokrasi Pendidikan Aceh Selatan: Aktivis Tuding Kadisdik dan Kacabdin Gagal Total, Krisis Ini Tak Lagi Bisa Ditoleransi

Senin, 20 April 2026 - 01:59 WIB

Kepala BPMP Aceh Kunjungi Disdikbud Aceh Selatan, Siap Bersinergi Terapkan Program Prioritas Pendidikan Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 03:30 WIB

Plt Kadisdikbud : Penataan Kepala Sekolah di Aceh Selatan Mengacu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025

Rabu, 8 April 2026 - 22:04 WIB

Penempatan Guru PPPK Paruh Waktu di Aceh Selatan Gunakan Sistem RTG

Senin, 6 April 2026 - 18:39 WIB

Publik Geram Sri Wahyuni Didesak Transparan: Hilangnya Dokumen BOS Dinilai Janggal dan Sarat Manipulasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:52 WIB

Baital Mukadis Jaga Stabilitas Pemerintahan Aceh Selatan Tanpa Manuver Politik Saat Menjadi Plt Bupati

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:16 WIB

SPPI Aceh Selatan Berbagi Ratusan Paket Takjil Gratis kepada Pengendara

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:23 WIB

Mahasiswa Tetap Kawal Dugaan Penggelapan Dana PIP di SMA Negeri 1 Trumon

Berita Terbaru