Pemkab Gayo Lues Teken Komitmen Bersama untuk Tekan Angka Stunting

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 7 Agustus 2025 - 19:04 WIB

50820 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkejeren, 7 Agustus 2025 — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk menurunkan angka stunting yang masih tergolong tinggi di wilayah dataran tinggi Aceh tersebut. Bertempat di Aula Setdakab Gayo Lues, Kamis (07/08), dilakukan penandatanganan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam upaya mempercepat penanganan kasus stunting.

Komitmen ini tidak datang tanpa alasan. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) per Desember 2024, jumlah anak dengan kondisi stunting di Gayo Lues tercatat sebanyak 182 anak. Angka tersebut kini mengalami penurunan menjadi 148 kasus. Meski demikian, pemerintah daerah menganggap angka tersebut masih tinggi dan membutuhkan perhatian serius.

“Kita tidak bisa lengah hanya karena angka sudah menurun. Masih ada 148 anak yang membutuhkan intervensi. Ini tanggung jawab bersama,” ujar Kepala Dinas P3AP2KB Gayo Lues, Sartika Mayasari, SSTP, MA, dalam laporannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam forum tersebut, Pemkab Gayo Lues menyatakan dukungan penuh terhadap program Quick Win dari BKKBN yang bertujuan mempercepat penurunan stunting. Program ini mencakup berbagai gerakan sosial, antara lain Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (Sidaya), serta Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya).

“Ini bagian dari tanggung jawab kolektif untuk memastikan generasi Gayo Lues ke depan tumbuh sehat, cerdas, dan inovatif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” imbuh Sartika.

Berdasarkan pemetaan terkini, wilayah dengan angka stunting tertinggi masih berada di Puskesmas Rerebe, Kecamatan Tripe Jaya, dengan 25 anak stunting. Disusul Puskesmas Kenyaran di Kecamatan Pantan Cuaca sebanyak 18 anak, serta Kecamatan Kuta Panjang dan Blangjerango masing-masing dengan 16 kasus.

Sartika juga meminta kepala puskesmas dan para camat untuk lebih aktif menekan angka tersebut melalui edukasi, pendampingan keluarga, dan penguatan layanan gizi di masing-masing wilayah.

Sementara itu, Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, SE., M.AP., dalam arahannya menyampaikan pentingnya keterlibatan semua elemen, termasuk aparatur sipil negara (ASN). Ia mendorong ASN menyisihkan sedikit penghasilan pribadi, bahkan dari uang kembalian, sebagai bentuk sedekah untuk membantu anak-anak terdampak stunting.

“Meskipun kecil, tapi kalau kita sisihkan sisa uang rokok atau jajan, itu bisa sangat berarti bagi anak-anak kita yang membutuhkan asupan gizi lebih baik,” tutur Maliki.

Komitmen tersebut juga mencakup pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting, seperti perencanaan kegiatan, pembinaan kader, penyediaan data terintegrasi, pengukuran dan publikasi hasil, serta penguatan peran desa dan pemanfaatan anggaran yang tepat sasaran.

Usai penandatanganan, para camat dan kepala puskesmas menyampaikan situasi terkini dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Banyak dari mereka mengakui perlunya koordinasi yang lebih erat lintas sektor serta dukungan logistik dan anggaran untuk menjangkau daerah-daerah terpencil.

“Tidak bisa kerja sendiri. Kita harus bahu-membahu, karena stunting bukan hanya persoalan gizi, tapi juga sanitasi, pendidikan, dan perilaku hidup sehat,” kata salah satu camat yang hadir.

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari gerakan terkoordinasi untuk menjadikan Gayo Lues sebagai kabupaten zero stunting dalam beberapa tahun ke depan. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Dirjen PHL Kementerian Kehutanan Respons Laporan Warga, Industri Getah Pinus di Gayo Lues Diperiksa
Gerakan Kebangsaan: Negara Tak Boleh Takut, Sanksi Resmi Membuktikan PT Rosin Chemicals Indonesia Tak Layak Berlindung di Balik Administrasi
Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:55 WIB

Kaliber: Tantang Kajati Aceh Bongkar Dugaan Skandal Dana Kapitasi,JKN dan BOK Kesehatan Aceh Tenggara

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:45 WIB

Team Resmob Sat Reskrim Polres Agara Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, Satu Pelaku Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:54 WIB

TIPIKOR : Desak Inspektorat Dan APH Usut Dana Ruti Dinas Pangan tahun 2025 dan awal 2026.Dugaan Ratusan juta Menguap

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:53 WIB

Dana Kapitasi dan JKN Dinas Kesehatan Aceh Tenggara di sinyalir sarat Manipulasi dan Korupsi

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:52 WIB

Drh Karnodi Selian M,MA, Plh, Dinas Pangan Agara Pacu Perbaikan dan Jaga Pangan Bebas Pestisida

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bergerak Cepat, Pengedar Sabu di Lawe Bulan Dibekuk Bersama Barang Bukti

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:34 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 13,35 Kg Ganja, Seorang Pemuda Diamankan di Ketambe

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:04 WIB

PT. Hutama Karya Diminta Jangan Bayarkan Proyek Beronjong Gunakan Material Tanpa Izin

Berita Terbaru