GAYO LUES | Pemerintah Kabupaten Gayo Lues mengibarkan Bendera Merah Putih bersama unsur TNI dan Polri sebagai simbol semangat dan komitmen dalam menghadapi bencana yang menimpa wilayah tersebut. Pengibaran dilakukan pada Sabtu (20/12/2025) di salah satu titik terdampak banjir bandang, sebagai penegasan bahwa pemerintah daerah tetap siaga dan tak menyerah dalam upaya pemulihan.
Aksi simbolis ini dipimpin oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Linmas Kabupaten Gayo Lues, di bawah koordinasi Kepala Badan, Roni Ismunandar. Menurutnya, pengibaran bendera di tengah masa krisis bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi penanda kuat bahwa negara melalui pemerintah daerah hadir dan tetap berjuang bersama masyarakat.
“Pemerintah terus berupaya sekuat tenaga untuk menghadapi situasi ini. Masyarakat tidak perlu panik atau berpikir bahwa pemerintah tidak hadir di tengah-tengah mereka,” ujar Roni Ismunandar di lokasi kegiatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tabah, dan tidak kehilangan harapan. Meski tantangan masih besar, pemerintah daerah terus melakukan segala ikhtiar untuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih terisolasi karena dampak bencana. Upaya ini dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk aparat keamanan dan relawan.
“Melalui pengibaran bendera merah putih ini, kita ingin menyampaikan bahwa sampai saat ini Pemkab Gayo Lues belum menyerah. Kami masih terus berjuang,” tambah Roni.
Selain menjadi bentuk pernyataan moral dan semangat kolektif dalam menghadapi bencana, pengibaran bendera ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Bela Negara yang jatuh pada 19 Desember. Momentum ini dimanfaatkan pemerintah untuk meneguhkan sikap bahwa dalam situasi sulit sekalipun, semangat bela negara tetap hidup dan dijalankan, baik melalui pengabdian birokrasi maupun solidaritas terhadap sesama warga.
Pengibaran bendera di wilayah terdampak banjir menjadi gambaran nyata dari tekad dan keberpihakan pemerintah kepada warganya. Dalam kondisi akses yang masih belum sepenuhnya pulih, dan bantuan logistik yang harus dibagi ke banyak titik, pemerintah daerah tetap berusaha melunakkan semua sekat dengan tindakan langsung di lapangan. Dari distribusi bantuan, evakuasi warga, hingga simbol-simbol semangat seperti pengibaran bendera nasional.
Bencana banjir bandang yang sempat melanda beberapa kecamatan di Gayo Lues telah memutus sejumlah akses, merusak rumah warga, dan membuat sebagian masyarakat terjebak di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau. Meski begitu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi memastikan semua kebutuhan warga terpenuhi.
Dengan pengibaran merah putih di tengah situasi bencana, Pemkab Gayo Lues mengirimkan pesan kuat: semangat bela negara bukan hanya dimaknai dalam konteks pertahanan militer, tetapi juga dalam keberanian untuk tetap berdiri, bekerja, dan hadir bagi rakyat di tengah masa sulit. (RED)






































