Pemerintah Targetkan Ribuan Huntara di Gayo Lues Dapat Dihuni Sebelum Ramadan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:10 WIB

50452 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, Aceh – Rabu, 7 Januari 2026. |  Pemerintah terus menggenjot upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Salah satu fokus utama adalah pembangunan hunian sementara atau huntara bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa sedikitnya 3.051 unit huntara akan dibangun dan ditargetkan dapat dihuni sebelum bulan puasa tiba.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kebutuhan tempat tinggal layak, menyusul rusaknya ribuan rumah akibat banjir dan longsor yang terjadi pada akhir tahun lalu. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Gayo Lues per 6 Januari 2026, tercatat sekitar 19.900 jiwa masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi fasilitas yang sangat terbatas. Banyak di antara mereka adalah anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Pemerintah melalui BNPB secara resmi memulai pembangunan satu unit percontohan huntara di Desa Rigep, Kecamatan Tambun Gelang. Proyek tersebut akan diperluas ke total 20 lokasi pembangunan yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak, dengan jumlah keseluruhan mencapai 3.051 unit. Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip keamanan lokasi, aksesibilitas, dan kedekatan dengan fasilitas umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengerjaan huntara dilakukan secara bertahap. Proses mobilisasi bahan bangunan dan alat berat terus berlangsung sejak awal Januari, dengan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga terkait. Meskipun medan cukup berat, pemerintah memastikan pembangunan huntara tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Beberapa titik juga telah dilakukan land clearing untuk mempersiapkan pembangunan struktur dasar.

Setiap unit huntara dibangun dengan spesifikasi standar yang mempertimbangkan aspek kenyamanan, ventilasi, dan ketahanan terhadap cuaca. Huntara diproyeksikan menjadi tempat tinggal sementara yang layak sebelum masyarakat secara bertahap dipindahkan ke hunian tetap yang masih dalam proses perencanaan dan penganggaran lebih lanjut oleh pemerintah pusat.

Huntara akan menggantikan tenda-tenda darurat yang selama ini menjadi tempat bermukim sementara sebagian besar warga. Sejumlah pengungsi, terutama di wilayah Tambun Gelang, Pantan Cuaca, Pining, dan Rikit Gaib, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Kehadiran huntara diharapkan mampu menjadi titik awal pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak.

Di sisi lain, pemerintah daerah bersama relawan lokal dan lembaga kemanusiaan juga memperkuat distribusi logistik, layanan kesehatan, dan bantuan kebersihan lingkungan untuk mencegah munculnya penyakit di wilayah pengungsian. Selain bangunan huntara, tim terpadu juga mulai menyusun rencana zonasi pemulihan wilayah terdampak, termasuk perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas publik lainnya yang rusak diterjang banjir.

Bencana yang terjadi di Gayo Lues tidak hanya merusak pemukiman, tetapi juga menyebabkan terputusnya akses antarwilayah karena longsoran besar di beberapa titik jalan nasional dan provinsi. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum tengah mengerjakan pembukaan jalur darurat, sekaligus memetakan upaya jangka panjang untuk membangun kembali konektivitas antarwilayah.

Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, pemerintah mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Masyarakat diminta menjalin komunikasi aktif dengan relawan dan aparat di lapangan serta mengikuti arahan petugas dalam proses relokasi jika diperlukan. Pemerintah menjanjikan bahwa semua warga terdampak akan mendapat tempat yang aman, setidaknya berupa huntara, sebelum bulan Ramadan.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat setempat terus dikonsolidasikan agar pemulihan di Gayo Lues tidak hanya berlangsung cepat tetapi juga membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa depan. Pembangunan huntara menjadi awal dari harapan baru bagi ribuan warga yang ingin kembali melanjutkan kehidupan tanpa bayang-bayang ketidakpastian. (*)

Berita Terkait

Dirjen PHL Kementerian Kehutanan Respons Laporan Warga, Industri Getah Pinus di Gayo Lues Diperiksa
Gerakan Kebangsaan: Negara Tak Boleh Takut, Sanksi Resmi Membuktikan PT Rosin Chemicals Indonesia Tak Layak Berlindung di Balik Administrasi
Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:55 WIB

Kaliber: Tantang Kajati Aceh Bongkar Dugaan Skandal Dana Kapitasi,JKN dan BOK Kesehatan Aceh Tenggara

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:56 WIB

Gerak Cepat Resmob Agara! Pelaku Curanmor yang Resahkan Warga Berhasil Dibekuk dalam Ops Sikat

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:54 WIB

TIPIKOR : Desak Inspektorat Dan APH Usut Dana Ruti Dinas Pangan tahun 2025 dan awal 2026.Dugaan Ratusan juta Menguap

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:53 WIB

Dana Kapitasi dan JKN Dinas Kesehatan Aceh Tenggara di sinyalir sarat Manipulasi dan Korupsi

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:52 WIB

Drh Karnodi Selian M,MA, Plh, Dinas Pangan Agara Pacu Perbaikan dan Jaga Pangan Bebas Pestisida

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bergerak Cepat, Pengedar Sabu di Lawe Bulan Dibekuk Bersama Barang Bukti

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:34 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 13,35 Kg Ganja, Seorang Pemuda Diamankan di Ketambe

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:04 WIB

PT. Hutama Karya Diminta Jangan Bayarkan Proyek Beronjong Gunakan Material Tanpa Izin

Berita Terbaru