Pemerintah Targetkan Ribuan Huntara di Gayo Lues Dapat Dihuni Sebelum Ramadan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:10 WIB

50468 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues, Aceh – Rabu, 7 Januari 2026. |  Pemerintah terus menggenjot upaya pemulihan pascabencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Salah satu fokus utama adalah pembangunan hunian sementara atau huntara bagi masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa sedikitnya 3.051 unit huntara akan dibangun dan ditargetkan dapat dihuni sebelum bulan puasa tiba.

Langkah ini diambil sebagai respons atas tingginya kebutuhan tempat tinggal layak, menyusul rusaknya ribuan rumah akibat banjir dan longsor yang terjadi pada akhir tahun lalu. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Gayo Lues per 6 Januari 2026, tercatat sekitar 19.900 jiwa masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan kondisi fasilitas yang sangat terbatas. Banyak di antara mereka adalah anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Pemerintah melalui BNPB secara resmi memulai pembangunan satu unit percontohan huntara di Desa Rigep, Kecamatan Tambun Gelang. Proyek tersebut akan diperluas ke total 20 lokasi pembangunan yang tersebar di tujuh kecamatan terdampak, dengan jumlah keseluruhan mencapai 3.051 unit. Pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan prinsip keamanan lokasi, aksesibilitas, dan kedekatan dengan fasilitas umum.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengerjaan huntara dilakukan secara bertahap. Proses mobilisasi bahan bangunan dan alat berat terus berlangsung sejak awal Januari, dengan dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga terkait. Meskipun medan cukup berat, pemerintah memastikan pembangunan huntara tetap berjalan tanpa hambatan berarti. Beberapa titik juga telah dilakukan land clearing untuk mempersiapkan pembangunan struktur dasar.

Setiap unit huntara dibangun dengan spesifikasi standar yang mempertimbangkan aspek kenyamanan, ventilasi, dan ketahanan terhadap cuaca. Huntara diproyeksikan menjadi tempat tinggal sementara yang layak sebelum masyarakat secara bertahap dipindahkan ke hunian tetap yang masih dalam proses perencanaan dan penganggaran lebih lanjut oleh pemerintah pusat.

Huntara akan menggantikan tenda-tenda darurat yang selama ini menjadi tempat bermukim sementara sebagian besar warga. Sejumlah pengungsi, terutama di wilayah Tambun Gelang, Pantan Cuaca, Pining, dan Rikit Gaib, mengaku kesulitan memenuhi kebutuhan dasar dalam kondisi cuaca yang tidak menentu. Kehadiran huntara diharapkan mampu menjadi titik awal pemulihan kehidupan masyarakat yang terdampak.

Di sisi lain, pemerintah daerah bersama relawan lokal dan lembaga kemanusiaan juga memperkuat distribusi logistik, layanan kesehatan, dan bantuan kebersihan lingkungan untuk mencegah munculnya penyakit di wilayah pengungsian. Selain bangunan huntara, tim terpadu juga mulai menyusun rencana zonasi pemulihan wilayah terdampak, termasuk perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas publik lainnya yang rusak diterjang banjir.

Bencana yang terjadi di Gayo Lues tidak hanya merusak pemukiman, tetapi juga menyebabkan terputusnya akses antarwilayah karena longsoran besar di beberapa titik jalan nasional dan provinsi. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum tengah mengerjakan pembukaan jalur darurat, sekaligus memetakan upaya jangka panjang untuk membangun kembali konektivitas antarwilayah.

Dengan kondisi cuaca yang masih fluktuatif, pemerintah mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan. Masyarakat diminta menjalin komunikasi aktif dengan relawan dan aparat di lapangan serta mengikuti arahan petugas dalam proses relokasi jika diperlukan. Pemerintah menjanjikan bahwa semua warga terdampak akan mendapat tempat yang aman, setidaknya berupa huntara, sebelum bulan Ramadan.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat setempat terus dikonsolidasikan agar pemulihan di Gayo Lues tidak hanya berlangsung cepat tetapi juga membangun ketahanan masyarakat terhadap bencana di masa depan. Pembangunan huntara menjadi awal dari harapan baru bagi ribuan warga yang ingin kembali melanjutkan kehidupan tanpa bayang-bayang ketidakpastian. (*)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru