Pembersihan Jalan Nasional Takengon–Gayo Lues Capai Lebih dari 50 Titik Longsor

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:01 WIB

50331 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Proses pembersihan jalan nasional yang menghubungkan Takengon dan Gayo Lues terus berlangsung setelah bencana tanah longsor dan banjir bandang menyebabkan terputusnya akses utama di sejumlah titik. Pihak terkait dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh sejak beberapa hari terakhir bekerja siang dan malam guna mengupayakan pembukaan jalur darurat agar lalu lintas kembali berjalan meski masih terbatas.

Dari pantauan lapangan, lebih dari 50 titik longsoran tersebar di sepanjang ruas jalan nasional mulai dari Simpang Uning di Kecamatan Pegasing, hingga perbatasan Kabupaten Gayo Lues. Beberapa di antaranya mengalami kerusakan cukup parah, hingga menyebabkan badan jalan tertutup material lumpur, batu, dan puing pohon. Kondisi ini sempat membuat jalur Takengon–Gayo Lues lumpuh total dan kendaraan tidak bisa melintas selama beberapa hari akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah tengah Aceh.

Pekerjaan besar dikerjakan oleh satuan pelaksana dari Kementerian Pekerjaan Umum, terutama melalui PPK 33 yang membawahi ruas Simpang Uning hingga IC-IS. Rabu, 7 Januari 2026, akses darurat sudah berhasil ditembus. Kendaraan roda dua dan roda empat kini sudah mulai bisa melintasi jalur tersebut, meski dengan pengamanan ketat dan pengawasan karena jalan belum sepenuhnya stabil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak teknis menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kelancaran akses bagi distribusi kebutuhan pokok serta mobilitas masyarakat yang sempat terputus. Pada beberapa titik yang menjadi lokasi longsor besar, alat berat terus dikerahkan untuk mempercepat pembersihan dan perataan badan jalan. Adapun jalur dari Pegasing hingga Linge menjadi sektor rawan karena kontur tanah yang labil serta dekat dengan aliran sungai yang sebelumnya meluap.

Dalam penanganan jangka pendek, jalur darurat akan terus diperkuat agar mampu menahan beban kendaraan logistik dan operasional penyelamatan. Sementara itu, pada bulan Februari mendatang, diperkirakan akan dimulai tahap pemeliharaan dan perbaikan permanen terhadap beberapa segmen jalan nasional yang rusak berat. Langkah ini direncanakan mencakup penguatan struktur jalan, pengendalian tebing rawan longsor, serta pemulihan drainase untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Masyarakat yang sempat terdampak langsung oleh terputusnya akses jalan mengungkapkan harapan agar proses normalisasi dapat terus dipercepat. Pasalnya, keterbatasan akses tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan, namun juga menghambat distribusi bantuan bagi warga yang berada di wilayah terpencil.

Pihak berwenang mengingatkan pengendara untuk tetap waspada saat melintasi jalur Takengon–Gayo Lues, terutama ketika terjadi hujan deras yang berpotensi memicu longsor susulan. Koordinasi lintas instansi terus berjalan guna menjamin stabilitas arus transportasi dan memperkuat sistem respons cepat bencana di wilayah yang masuk dalam zona rawan longsor.

Dengan intensitas kerja yang terus dijaga oleh petugas di lapangan, progres pemulihan infrastruktur jalan nasional ini menandai langkah awal pemulihan pascabencana di wilayah tengah Aceh. Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga konektivitas antarwilayah, terutama di jalur vital seperti Takengon–Gayo Lues yang memegang peranan strategis dalam aktivitas harian dan ekonomi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak
7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK
Polres Gayo Lues Salurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran Desa Lukup Baru
Hasan G Aman Selena Berpulang Kerahmatullah di RS Adam Malik Medan
Sanksi Administratif Gubernur Tak Dihiraukan, PT HAI Dituding Lawan Perintah Pemerintah, AMPL Bawa Persoalan ke Gakkum
Usai Rapat Siaga Karhutla, Damkar Gayo Lues Hadapi Dua Kebakaran dalam Hitungan Jam
Antrean Panjang di Jalan Nasional Blangkejeren–Kutacane, Warga Keluhkan Sistem Buka-Tutup
Kadis Damkar Gayo Lues Gelar Rapat Siaga Karhutla

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 19:39 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:34 WIB

Hardikda Aceh ke-67, Semangat Cetak Generasi Berprestasi Menggema di Aceh Tenggara

Rabu, 2 September 2026 - 19:07 WIB

130 mahasiswa/mahasiswi FKIP universitas gunung lauser siap terjun untuk pengabdian lapangan,PPL 2026

Rabu, 2 September 2026 - 16:59 WIB

Hardikda Aceh ke-67: SMAN 1 Badar Tanam Pohon, Rawat Budaya, dan Asah Akhlak Siswa

Rabu, 2 September 2026 - 12:58 WIB

Kapolres Aceh Tenggara Beri Penguatan kepada Bhabinkamtibmas, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

Selasa, 1 September 2026 - 17:23 WIB

Cegah Karhutla, Polsek Babul Makmur Sambangi Warga dan Sosialisasikan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan

Selasa, 1 September 2026 - 16:44 WIB

Harumkan Aceh Tenggara, Nadira Yana Hasmi Raih Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab Aceh dan Melaju ke Tingkat Nasional

Selasa, 1 September 2026 - 16:34 WIB

HARUMKAN ACEH TENGGARA, Finalis OSN Dikdas 2026 Raih Emas Nasional, Sabet The Best Overall dan The Best Theory

Berita Terbaru