Pembersihan Jalan Nasional Takengon–Gayo Lues Capai Lebih dari 50 Titik Longsor

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 7 Januari 2026 - 22:01 WIB

50319 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES |  Proses pembersihan jalan nasional yang menghubungkan Takengon dan Gayo Lues terus berlangsung setelah bencana tanah longsor dan banjir bandang menyebabkan terputusnya akses utama di sejumlah titik. Pihak terkait dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh sejak beberapa hari terakhir bekerja siang dan malam guna mengupayakan pembukaan jalur darurat agar lalu lintas kembali berjalan meski masih terbatas.

Dari pantauan lapangan, lebih dari 50 titik longsoran tersebar di sepanjang ruas jalan nasional mulai dari Simpang Uning di Kecamatan Pegasing, hingga perbatasan Kabupaten Gayo Lues. Beberapa di antaranya mengalami kerusakan cukup parah, hingga menyebabkan badan jalan tertutup material lumpur, batu, dan puing pohon. Kondisi ini sempat membuat jalur Takengon–Gayo Lues lumpuh total dan kendaraan tidak bisa melintas selama beberapa hari akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah tengah Aceh.

Pekerjaan besar dikerjakan oleh satuan pelaksana dari Kementerian Pekerjaan Umum, terutama melalui PPK 33 yang membawahi ruas Simpang Uning hingga IC-IS. Rabu, 7 Januari 2026, akses darurat sudah berhasil ditembus. Kendaraan roda dua dan roda empat kini sudah mulai bisa melintasi jalur tersebut, meski dengan pengamanan ketat dan pengawasan karena jalan belum sepenuhnya stabil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak teknis menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan kelancaran akses bagi distribusi kebutuhan pokok serta mobilitas masyarakat yang sempat terputus. Pada beberapa titik yang menjadi lokasi longsor besar, alat berat terus dikerahkan untuk mempercepat pembersihan dan perataan badan jalan. Adapun jalur dari Pegasing hingga Linge menjadi sektor rawan karena kontur tanah yang labil serta dekat dengan aliran sungai yang sebelumnya meluap.

Dalam penanganan jangka pendek, jalur darurat akan terus diperkuat agar mampu menahan beban kendaraan logistik dan operasional penyelamatan. Sementara itu, pada bulan Februari mendatang, diperkirakan akan dimulai tahap pemeliharaan dan perbaikan permanen terhadap beberapa segmen jalan nasional yang rusak berat. Langkah ini direncanakan mencakup penguatan struktur jalan, pengendalian tebing rawan longsor, serta pemulihan drainase untuk mencegah kejadian serupa terulang.

Masyarakat yang sempat terdampak langsung oleh terputusnya akses jalan mengungkapkan harapan agar proses normalisasi dapat terus dipercepat. Pasalnya, keterbatasan akses tidak hanya mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan, namun juga menghambat distribusi bantuan bagi warga yang berada di wilayah terpencil.

Pihak berwenang mengingatkan pengendara untuk tetap waspada saat melintasi jalur Takengon–Gayo Lues, terutama ketika terjadi hujan deras yang berpotensi memicu longsor susulan. Koordinasi lintas instansi terus berjalan guna menjamin stabilitas arus transportasi dan memperkuat sistem respons cepat bencana di wilayah yang masuk dalam zona rawan longsor.

Dengan intensitas kerja yang terus dijaga oleh petugas di lapangan, progres pemulihan infrastruktur jalan nasional ini menandai langkah awal pemulihan pascabencana di wilayah tengah Aceh. Koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga konektivitas antarwilayah, terutama di jalur vital seperti Takengon–Gayo Lues yang memegang peranan strategis dalam aktivitas harian dan ekonomi masyarakat. (*)

Berita Terkait

Dirjen PHL Kementerian Kehutanan Respons Laporan Warga, Industri Getah Pinus di Gayo Lues Diperiksa
Gerakan Kebangsaan: Negara Tak Boleh Takut, Sanksi Resmi Membuktikan PT Rosin Chemicals Indonesia Tak Layak Berlindung di Balik Administrasi
Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:55 WIB

Kaliber: Tantang Kajati Aceh Bongkar Dugaan Skandal Dana Kapitasi,JKN dan BOK Kesehatan Aceh Tenggara

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:56 WIB

Gerak Cepat Resmob Agara! Pelaku Curanmor yang Resahkan Warga Berhasil Dibekuk dalam Ops Sikat

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:54 WIB

TIPIKOR : Desak Inspektorat Dan APH Usut Dana Ruti Dinas Pangan tahun 2025 dan awal 2026.Dugaan Ratusan juta Menguap

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:53 WIB

Dana Kapitasi dan JKN Dinas Kesehatan Aceh Tenggara di sinyalir sarat Manipulasi dan Korupsi

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:52 WIB

Drh Karnodi Selian M,MA, Plh, Dinas Pangan Agara Pacu Perbaikan dan Jaga Pangan Bebas Pestisida

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bergerak Cepat, Pengedar Sabu di Lawe Bulan Dibekuk Bersama Barang Bukti

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:34 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 13,35 Kg Ganja, Seorang Pemuda Diamankan di Ketambe

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:04 WIB

PT. Hutama Karya Diminta Jangan Bayarkan Proyek Beronjong Gunakan Material Tanpa Izin

Berita Terbaru