PDHI Aceh: Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Komitmen pada Kesehatan dan Kesejahteraan Hewan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025 - 12:23 WIB

501,187 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, 28 Mei 2025 – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Aceh mengimbau seluruh masyarakat, panitia kurban, pedagang, serta pelaku usaha peternakan agar memastikan bahwa hewan kurban yang diperjualbelikan dan disembelih memenuhi aspek kesehatan, kelayakan syar’i, dan kesejahteraan hewan (animal welfare).

Ketua PDHI Cabang Aceh, drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes., menegaskan pentingnya memilih hewan kurban yang sehat secara fisik dan bebas dari penyakit menular. Hal ini tidak hanya terkait dengan keabsahan ibadah kurban dari sisi agama, tetapi juga demi mencegah penyebaran penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia.

“PDHI Aceh mendorong semua pihak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan (ante-mortem dan post-mortem inspection). Pemeriksaan ini harus dilakukan oleh dokter hewan atau petugas kesehatan hewan yang berwenang agar hewan kurban benar-benar layak dikonsumsi dan aman bagi masyarakat,” ujar drh. Nurdiansyah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, PDHI Cabang Aceh mengajak pemerintah kabupaten/kota melalui dinas teknis dan panitia kurban untuk bekerja sama dalam pengawasan lalu lintas hewan kurban, serta penyediaan tempat pemotongan yang memenuhi prinsip kebersihan dan sanitasi. Hewan yang layak kurban harus memenuhi syarat: cukup umur, sehat, tidak cacat, dan diperlakukan dengan baik.

PDHI juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai sejumlah penyakit hewan seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Brucellosis, dan Anthraks yang, meski terkendali, tetap menjadi ancaman laten di beberapa wilayah.

“Kami mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengejar semangat berkurban, tetapi juga bertanggung jawab terhadap kesehatan hewan, lingkungan, dan keamanan pangan. Kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat adalah wujud ibadah yang paripurna,” tutup drh. Nurdiansyah. (*)

Berita Terkait

Umat Islam Hadapi Krisis Iman dan Akhlak dalam Keluarga
Kinerja Ekspor Produk Kelapa Sawit Aceh: Peluang Pengembangan Nilai Tambah dan Kontribusi Ekonomi Daerah
Banda Aceh Relist 70 Titik Lokasi Shalat Idul Adha
Ketua DPW IWO Indonesia Aceh Tegaskan Tidak Ada Dualisme Kepengurusan DPD Aceh Timur
Partai Gelora Aceh Desak Percepatan Serapan Anggaran Penanggulangan Bencana demi Pemulihan Masyarakat Pascabencana
Suryadi Djamil Sebut Film Dokumenter ‘Pesta Babi’ Sarat Muatan Politik Berkedok Advokasi
Penuh Haru! Safrizal ZA Jenguk Abu Doto di RSUDZA, Doakan dr. Zaini Abdullah Segera Pulih
Wakil Ketua DPRA Ali Basrah: Soal Anggaran JKA Tak Bisa Tergesa, APBA Perubahan Harus Ikuti PP 12/2019

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:32 WIB

Simak Cara Jual Beli Tanah yang Aman agar Terhindar Masalah di Masa Mendatang

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:45 WIB

Berantas Mafia Tanah, Ini Cara Melapor ke Kementerian ATR/BPN

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:38 WIB

Jadi Bagian dari Satgas PKH, Kementerian ATR/BPN Kawal Kepastian Hukum dan Tata Kelola Kawasan Hutan

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:49 WIB

DPP GRIB Jaya Bantah Aksi Pengepungan Rumah Ahmad Bahar, Tegaskan Kedatangan Anggota Hanya untuk Klarifikasi

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:59 WIB

Seminggu Tanpa Respon, DPP IWO Indonesia Desak Kasatpol PP DKI Jakarta Buka Ruang Dialog Terkait Sengketa Lahan Gudang Cakung

Senin, 18 Mei 2026 - 16:01 WIB

Gerakan Pemuda Kebangsaan Layangkan Surat ke Kementerian Lingkungan Hidup, Desak Penindakan Industri Getah Pinus di Aceh

Senin, 18 Mei 2026 - 13:51 WIB

Hukum Dilanggar Terang-Terangan: PT Rosin Menjadi Simbol Negara di Atas Negara di Aceh

Sabtu, 16 Mei 2026 - 00:22 WIB

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)

Berita Terbaru