slot preparation.lsrs.lu

Menteri dan Wakil Menteri PKP Kembalilah ke Jalan yang Benar!!!

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 5 Juni 2025 - 02:03 WIB

50432 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sri Radjasa, M. BA (Pemerhati Intelijen)

TIDAK bermaksud mengecilkan kemampuan politisi di negeri ini, tapi politisi juga harus jujur, bahwa dirinya bukan superman. Apalagi ketika politisi dengan angkuh mengatakan “semua pekerjaan bisa dilakukan, kecuali menjadi politisi”. Untuk menilai sang politisi sukses, melalui uji kompetensi dengan kriteria “jika seorang politisi berbicara dihadapan rakyat, kemudian rakyat menyakini dan percaya atas ucapan politisi tersebut. Tapi bersamaan dengan itu, sang politisi bingung, karena dia sendiri tidak percaya dengan ucapannya”.

Kementerian perumahan dan kawasan pemukiman yang dinahkodai dua punggawa politik, merupakan ujung tombak untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat, melalui optimalisasi pembangunan perumahan subsidi untuk rakyat kecil. Kebijakan pembangunan rumah subsidi, telah berjalan sejak beberapa tahun lalu dan memberi pengaruh positif bagi pembangunan manusia Indonesia yang bermartabat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perumahan merupakan kebutuhan primer bagi rakyat, sebagaimana diatur dalam undang-undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman menyatakan bahwa negara berkewajiban melindungi dan memenuhi hak warga negara atas perumahan yang layak dan terjangkau.

Tantangan untuk mengimplementasikan UU No1 tahun 2011, justru datang dari pucuk pimpinan kementerian PKP. Rencana kebijakan menteri maruarar untuk merubah ukuran rumah subsidi menjadi kecil, sehingga tidak memenuhi standar nasional dan internasional.

Disamping itu, rencana menteri maruarar, memberi kesan negara membiarkan rakyat kecil harus terlihat miskin. Problem lain terkait pembangunan rumah subsidi, datang dari wamen PKP dengan gagasan berbasis biaya tinggi yang mencekik leher rakyat. Pertama mematok pajak tinggi untuk landed house dan penghapusan subsidi rumah untuk pembeli. Usulan kedua petinggi kementerian PKP, seperti rencana bangun tidur, tanpa memiliki tujuan yang jelas, tidak fleksibel, ngejelimet dan irasional.

Rencana kebijakan menteri dan wamen PKP yang menyangkut nasib dan hajat hidup orang banyak, berpotensi menggagalkan sasaran pembangunan nasional. Tentunya perlu dianalisa secara mendalam, karena tidak menutup kemungkinan, kebijakan kedua petinggi kementerian PKP, berdampak terdegradasinya kepercayaan public terhadap kepemimpinan presiden Prabowo. (*)

Berita Terkait

Ketika Google Menjadi Pilihan Pertama, Di Mana Posisi Perpustakaan?
DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader
Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan
Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru