slot preparation.lsrs.lu

Legacy Sultan Iskandar Muda, Prasasti Kembangkitan Pemimpin Rakyat

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 5 Mei 2025 - 01:59 WIB

50353 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Opini oleh : Sri Radjasa MBA (Pemerhati Intelijen)

ROMANTIKA perjalanan panjang bangsa ini, sarat dengan kisah heroisme para leluhur pendiri bangsa ini. Tidak sedikit pengorbanan rakyat semata-mata demi mewujudkan harga diri sebagai bangsa. Para pemimpin dan tokoh datang silih berganti, mengorbankan segenap jiwa raganya, menjadi teladan bagi generasi selanjutnya.

Seiring dengan perubahan dunia yang amat cepat, dengan membawa nilai-nilai modernisasi yang kerapkali kontradiksi dengan kultur yang kita pedomani. Memberi konsekuensi semakin kompleksnya tantangan yang dihadapi bangsa ini, agar tetap eksis. Tetapi ironinya, para petinggi negara justru terjebak di pusaran etika nilai hedonisme, individualistik, materialistik dan kosmetika kemanusiaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya bangsa yang diwarisi kekayaan alam melimpah dan budipekerti yang menjunjung tinggi kebersamaan, kini menjadi bangsa yang tersisih di gubuk kumuh, menjadi bangsa yang tidak mampu berdiri diatas kaki sendiri, menjadi bangsa yang hanya memiliki harapan asal besok bisa makan, menjadi objek dari kekuasaan yang korup. Bangsa ini dihadapkan oleh krisis kepemimpinan yang memiliki kapasitas negarawan, krisis pemimpin yang memiliki karakter bapak bangsa.

Berangkat dari penghormatan terhadap para pemimpin yang dicintai rakyatnya dan tidak bermaksud untuk membandingkan dengan para penyelenggara negara hari ini. Mungkin kita perlu sejenak menengok kebelakang, membuka kembali legacy untuk mengais nilai keteladan tentang keberhasilan sosok pemimpin Sultan Iskandar Muda yang memimpin Kesultanan Aceh Darussalam antara tahun 1607 -1636, kini jasanya dianugrakan penghargaan pahlawan nasional.

Diusianya yang masih sangat muda 19 tahun, Sultan Iskandar Muda mulai memegang tampuk kekuasaan Kesultanan Aceh Darussalam, mewarisi kondisi carut marut kesultanan Aceh Darussalam, akibat aksi makar para ulee balang, kudeta yang gagal mengakibatkan terbunuhnya sultan, monopoli sumber-sumber ekonomi oleh orang kaya, kelaparan melanda seluruh wilayah Kesultanan Aceh Darussalam.

Kenegarawanan Sultan Iskandar Muda diuji, walau usianya yang relative muda, tapi amat menonjol karakter sebagai bangsa bangsa yang selalu hadir ditengah kesulitan rakyat Aceh. Kenyataan sejarah yang tidak dapat dipungkiri, Sultan Iskandar Muda adalah sosok pemimpin yang mengambil jalan revolusi, dalam rangka mengembalikan stabilitas kesultanan Aceh Darussalam.

Sultan Iskandar Muda mengambil kebijakan sentralisasi kekuasaan yang menyangkut politik, ekonomi, hukum dan militer. Selanjutnya Sultan Iskandar Muda memulai gerakan nasional sapu bersih terhadap anasir makar dikalangan ulee balang. Kepada Ulee balang yang membangkang, langsung dilakukan eksekusi. Disaat yang bersamaan Sultan Iskandar Muda juga melakukan perampasan asset milik para oligarki dan orang kaya, untuk segera dibagikan kepada rakyat yang dilanda kelaparan. Penegakan hukum dengan pendekatan “hukum adalah sultan” untuk mengatasi situasi darurat, mendapat dukungan rakyat Aceh saat itu dan mengantarkan Aceh memasuki jaman keemasan serta kesetaraan dalam pergaulan internasional.

Sikap konsisten dan konsekuen sebagai ciri negarawan, dibuktikan oleh Sultan iskandar Muda, ketika sanksi hukum harus dijatuhkan kepada anak kandungnya selaku putra mahkota bernama Meurah Pupok yang dijatuhi hukuman pancung. Pernyataan Sultan Iskandar Muda yang monumental menghadapi hukuman pancung terhadap putranya “ Matee aneuk meupat jeurat, matee adat pat tamita (Mati anak ada kuburannya, Mati adat tidak ada gantinya)”. Sebuah pernyataan yang tidak mungkin diucapkan oleh seorang pemimpin, tanpa memiliki kualitas negarawan, sikap kesatria dan ketaqwaan yang tinggi terhadap Allah SWT.

Potret carut marut Aceh diawal kepemimpinan Sultan Iskandar Muda, mungkin merefleksikan kondisi kehidupan berbangsa bernegara Indonesia hari ini, krisis multidimensional melanda semua aspek kehidupan, runtuhnya penegakan hukum, monopoli sumber-sumber ekonomi ditangan oligarki dan pejabat negara, terbelahnya kekuasaan negara akibat cawe-cawe mantan presiden sebelumnya. Tetapi Indonesia tidak memiliki sosok pemimpin sekaliber Sultan Iskandar Muda, tidak muncul bapak bangsa yang dengan segenap jiwa raganya berada ditengah kesulitan rakyat. Kini yang tertinggal cuma sekelompok orang-orang yang memegang kendali kekuasaan, tapi miskin nurani dan jauh dari sikap kesatria, bahkan diduga menderita cacat aqidah.

Sistem pemerintahan dan politik yang menjunjung tinggi nilai demokrasi dan HAM, kenyataanya hanya melahirkan pemimpin monster yang tega merampok warisan anak cucu sendiri. Dengarkan doa anak-anak Indonesia “kami tidak butuh Disneyland atau gadget canggih, kami cuma mau Sultan Iskandar Muda menang pilpres 2029, agar orang tua kami dapat hidup layak dan tidak diperlakukan sebagai kuli dinegeri sendiri”.

Berita Terkait

Ketika Google Menjadi Pilihan Pertama, Di Mana Posisi Perpustakaan?
DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader
Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan
Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru