slot preparation.lsrs.lu

Kericuhan Debat Pilkada Aceh: Paslon 01 Diduga Gunakan Alat Bantu Elektronik, Dituding Langgar Tata Tertib

ADMIN

- Redaksi

Rabu, 20 November 2024 - 18:05 WIB

50264 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Kericuhan terjadi dalam debat terakhir Pilkada Aceh setelah calon Gubernur nomor urut 01, Bustami Hamzah, diduga melanggar tata tertib debat dengan menggunakan alat bantu elektronik yang ditempelkan di kerah bajunya. Insiden ini memicu protes keras dari pendukung Paslon 02 dan menimbulkan ketegangan di lokasi acara.

Ketua Badan Pemenangan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur nomor urut 02, Muzakir Manaf–Fadhlullah (Muallem-Dek Fadh), Kamaruddin Abu Bakar alias Abu Razak, mengungkapkan kekecewaannya. “Kami sudah melaporkan hal ini sejak debat kedua, namun tidak ada tindakan evaluasi dari pihak penyelenggara. Seharusnya, sebelum debat terakhir ini dimulai, ada pemeriksaan lebih ketat,” ujar Abu Razak, Selasa (19/11).

Abu Razak menegaskan bahwa alat bantu elektronik yang digunakan Bustami Hamzah jelas melanggar aturan yang sudah ditetapkan oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Ia juga meminta penyelenggara untuk bertanggung jawab atas insiden ini. “Kami juga meminta agar paslon Bustami Hamzah–Fadhil Rahmi meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Aceh,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua KIP Aceh, Agusni AH, akhirnya mengonfirmasi bahwa aturan debat melarang penggunaan alat bantu elektronik oleh para kandidat. Setelah memeriksa bukti, KIP memutuskan bahwa calon Gubernur nomor urut 01 telah melanggar tata tertib debat.

Menanggapi kejadian ini, calon Wakil Gubernur nomor urut 02, Fadhlullah SE (Dek Fadh), mengajak masyarakat Aceh untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. “Al-fitnatu asyaddu minal qatl, fitnah lebih kejam daripada pembunuhan. Kami tidak ingin kampanye ini diwarnai fitnah. Biarkan rakyat Aceh menilai siapa yang memulai dan siapa yang melanggar aturan,” ujar Dek Fadh di Posko Jeumala Center for Mualem-Dek Fadh.

Dek Fadh juga menyampaikan bahwa persiapan mereka untuk debat ketiga sangat matang karena tema debat kali ini sesuai dengan visi dan misi mereka. “Sinkronisasi pembangunan antara daerah dan pusat serta menjaga perdamaian Aceh adalah poin penting dalam visi kami. Ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu untuk memaparkan rencana kami kepada masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Dek Fadh mengimbau semua pihak untuk tidak memainkan politik fitnah. Ia mengajak masyarakat Aceh untuk menjaga etika dan santun dalam berpolitik. “Mari kita fokus pada program dan visi untuk membangun Aceh yang lebih baik. Kami berharap debat ini tetap dilanjutkan agar masyarakat bisa melihat siapa yang benar-benar memiliki komitmen untuk Aceh,” ujarnya.

Juru bicara Dek Fadh Center, Fikri Haikal, yang mendampingi Dek Fadh dalam konferensi pers, juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas Pilkada. “Kami ingin masyarakat Aceh tetap fokus pada substansi, bukan pada konflik yang tidak produktif,” katanya.

Kericuhan dalam debat ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih menghormati tata tertib dalam proses demokrasi. Ke depan, masyarakat Aceh akan menentukan pilihannya berdasarkan integritas dan visi yang ditawarkan oleh para kandidat.

Berita Terkait

Penembakan di Tiro Harus Diusut Tuntas, Pang Lima TNI Jangan Tutup Mata, Persoalan Bendera Aceh Bukan Alasan Untuk Melakukan Kekerasan
SMPA Kecam Insiden Berdarah di Pidie, Desak Pengusutan Secara Transparan dan Penegakan Hukum yang Berkeadilan
Polda Aceh Apresiasi Aksi Damai di Depan Kantor DPR Aceh Berjalan Tertib
Ketua FORBES DPR RI-DPD RI Asal Aceh Kecam Penembakan Warga, Desak Penyelesaian Bendera Aceh Lewat Dialog dan Jalur Konstitusional
Tragedi Berdarah Tiro Minta Pemerintahan Prabowo Selamatkan Perdamaian Aceh
Pasca-Insiden Tragis di Tiro, Aktivis HAM Aceh Desak Forbes DPR/DPD RI Inisiasi Perundingan Tingkat Tinggi Bersama Sufmi Dasco
Kala Darah Jatuh di Tiro: Saatnya Forbes Ajak Dasco Selesaikan Bendera Aceh
Nasir Nurdin Angkat Bicara soal Tuduhan Suap, Tegaskan Siap Tempuh Jalur Hukum

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:15 WIB

KSO CV RNK Pucuk Rantau Dibatalkan, Tapi Masih Panen Sawit, Ojahan Sinurat Desak PT. Agrinas dan Pihak Kepolisian Tidak Tegas KSO CV. RNK

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Aktivis Apresiasi Polda Aceh atas Penindakan Penimbunan BBM, Dampak Positif Mulai Dirasakan Masyarakat

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Progres Pembangunan Lima Unit RTLH Program TMMD ke-130 di Kodim 0113/Gayo Lues Capai 27 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:20 WIB

Satgas TMMD ke-130 Pasang Gorong-gorong pada Pembukaan Jalan Menuju Huntara

Senin, 19 Oktober 2026 - 00:38 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Dukung Empat Pemred di Riau Tempuh Langkah Hukum Balik atas Laporan Juari, Desak Dugaan Pelanggaran UU ASN dan UU Perkawinan Diusut!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:55 WIB

Sinergi Panitia, Pemerintah dan Aparat Keamanan Jadi Kunci Sukses Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi II

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:38 WIB

PETI Kerinci Masuk Fase Mengkhawatirkan, TNKS Terancam dan Negara Ditantang Bertindak Tegas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat: Proses Dipermudah*

Berita Terbaru

GAYO LUES

Satgas TMMD ke-130 Lanjut Membuat Gorong-gorong ke Empat

Sabtu, 7 Nov 2026 - 14:09 WIB