KUTACANE | Pagi yang cerah di Desa Kumbang Jaya, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara, menjadi saksi dimulainya pembangunan jembatan gantung perintis Garuda. Pada Jumat, 3 April 2026, prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara khidmat, menandai babak baru bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses akibat bencana banjir. Hadir dalam kegiatan tersebut berbagai unsur pimpinan daerah, mulai dari Bupati Aceh Tenggara, anggota DPRK, Kapolres Aceh Tenggara, Sekretaris Daerah, pejabat eselon II dan III, para camat, kepala desa, hingga masyarakat setempat yang antusias menyambut pembangunan infrastruktur vital ini.
Pembangunan jembatan gantung Garuda sepanjang 170 meter ini menjadi solusi atas kesulitan akses yang dialami warga pasca banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Jembatan ini akan menghubungkan Kecamatan Badar dan Darul Hasanah, dua wilayah yang selama ini terisolasi akibat rusaknya infrastruktur lama. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta memudahkan akses pendidikan dan kesehatan.
Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Yulhendri, menegaskan pentingnya peran serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung pembangunan jembatan gantung Garuda. Ia mengajak warga untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan infrastruktur yang akan dibangun demi kepentingan bersama. “Mari kita bersama-sama mendukung program TNI untuk masyarakat, karena akses ini merupakan urat nadi perekonomian warga,” ujarnya. Kapolres menekankan bahwa keberadaan jembatan gantung Garuda akan menjadi penopang utama aktivitas ekonomi warga, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga akses pendidikan dan kesehatan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan berlangsung, agar seluruh tahapan dapat berjalan lancar dan tepat waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Kapolres, pembangunan jembatan ini bukan hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga simbol kebangkitan dan harapan baru bagi masyarakat Aceh Tenggara. Ia berharap, dengan adanya jembatan ini, mobilitas warga akan semakin mudah, hubungan sosial antarwilayah semakin erat, dan peluang ekonomi baru dapat terbuka lebar. Kapolres juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat yang telah terjalin erat dalam mewujudkan pembangunan ini. Ia menilai, kolaborasi yang kuat menjadi kunci utama dalam menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama di wilayah yang rawan bencana.
Pembangunan jembatan gantung Garuda ditargetkan rampung dan dapat digunakan pada bulan Mei 2026. Harapan besar pun disematkan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat. Bagi warga Desa Kumbang Jaya dan sekitarnya, kehadiran jembatan gantung Garuda bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan simbol harapan dan kebangkitan setelah masa-masa sulit akibat bencana.
Setelah prosesi peletakan batu pertama, rombongan Bupati dan jajaran melanjutkan kunjungan ke Desa Leuser, Kecamatan Ketambe, sebagai bagian dari agenda kerja yang menandai komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan di berbagai sektor. Di tengah tantangan geografis dan bencana alam yang kerap melanda, pembangunan jembatan gantung Garuda menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat mampu menghadirkan solusi bagi kebutuhan dasar warga. Jembatan ini diharapkan menjadi penghubung yang tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, mempererat hubungan sosial, dan memperkuat ketahanan masyarakat Aceh Tenggara dalam menghadapi masa depan. (RED)









































