slot preparation.lsrs.lu

Kabinet Pelangi dan Isu Dualisme Loyalitas, Potensi Ciptakan Instabilitas Nasional

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 16 Mei 2025 - 04:38 WIB

50392 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sri Radjasa, M.BA (Pemerhati Intelijen)_

PEMERINTAHAN Prabowo belum berjalan setahun, tetapi sudah terlihat adanya kelelahan politik, akibat persoalan internal kekuasaan datang silih berganti. Bahkan beberapa kebijakan presiden Prabowo, telah menuai aksi kolosal unjuk rasa mahasiswa.

Belum lagi kerja menteri kabinet merah putih yang blunder, seperti pemangkasan anggaran yang serampangan, revisi UU TNI yang tidak transparan, larangan penjualan gas LPG 3 Kg mengakibatkan kelangkaan gas untuk rumah tangga, pembentukan Danantara sebagai super holding baru, pembentukan koperasi merah putih dan implementasi makan bergizi gratis yang sembrawutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kabinet pelangi yang gemoy, mulai menunjukan gejala terjangkit virus politik pecah belah. Krisis loyalitas merupakan problem factual yang tengah dihadapi presiden Prabowo. Beberapa kebijakan kontroversial presiden Prabowo, seperti revisi UU TNI, makan bergizi gratis, instruksi efisiensi anggaran, kebijakan devisa hasil ekspor SDA, lembaga danantara dan pembentukan koperasi merah putih, disinyalir telah dikemas menjadi bom waktu yang sewaktu-waktu dapat meluluh lantakan kekuasaan presiden Prabowo.

Fenomena politik pecah belah, semakin mengemuka ketika presiden Prabowo, terkesan melakukan pembiaran dan tidak mengambil sikap tegas, terhadap tuntutan pemakzulan wakil presiden Gibran oleh purnawirawan TNI. Nampaknya hal tersebut, oleh Jokowi dianggap sebagai sinyal pembangkangan oleh Prabowo yang dapat menjadi ancaman terhadap grand scenario Jokowi, untuk merebut kembali kekuasaan negara ke tangan dinasti “radja jawa”.

Jokowi juga mulai unjuk kekuatan dan menebar pesan ancaman, dengan menggunakan polri untuk memenjarakan roy suryo yang dianggap sebagai ancaman bagi Jokowi.

Politik cawe-cawe Jokowi dan penggunaan instrument hukum, sebagai alat politik untuk meredam kekuatan poros anti Jokowi, ternyata telah memancing presiden Prabowo, untuk mengambil kebijakan pengerahan kekuatan TNI sebagai loyalis utama, dalam rangka membangun keseimbangan dominasi hukum, dengan menggandeng jajaran kejaksaan.

Fenomena dualisme loyalitas yang semakin tajam, mengakibatkan terpolarisasinya kekuasaan negara, dapat berpotensi memicu instabilitas nasional.

Berita Terkait

Ketika Google Menjadi Pilihan Pertama, Di Mana Posisi Perpustakaan?
DPC dan 10 PAC PPP Nagan Raya Nyatakan Sikap, Serukan Persatuan dan Kekompakan Kader
Festival Santri Dayah MUQ Nagan Raya Jadi Ajang Unjuk Bakat, Siswa MIN 3 Raih Tiga Penghargaan
Wagub Aceh Sampaikan Duka Mendalam atas Meninggalnya Warga Pidie dalam Insiden Pengibaran Bendera
LSM ABA Dukung Kapolri Usut Tuntas Dugaan Penyadapan Presiden, Suryadi: Jangan Ada yang Kebal Hukum!
Pererat Kemitraan dengan Forkopimda dan Lintas Sektor, PWI Nagan Raya Gelar Makan Siang Bersama
Kapolres Nagan Raya Berikan Penghargaan kepada 63 Personel Berprestasi, Apresiasi Dedikasi dan Kinerja dalam Pelaksanaan Tugas
Jamaluddin Idham Raih Penghargaan JAB Award 2026 sebagai Wakil Rakyat Responsif dan Aspiratif

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:33 WIB

Pererat Sinergi dan Kedekatan dengan Masyarakat, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Bupati dan Forkopimda Melaksanakan Jumat Keliling

Jumat, 6 November 2026 - 16:59 WIB

Kawal Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Apel Gelar Pasukan dan Lepas Personel Pengamanan ke TPS

Jumat, 6 November 2026 - 16:30 WIB

Kemendagri Apresiasi Kinerja Pemkab Aceh Tenggara, Serapan Anggaran Pemulihan Pascabencana Melonjak hingga 41 Persen

Jumat, 6 November 2026 - 14:23 WIB

BPJS Kesehatan Lakukan Kunjungan Kredensial ke UPTD Puskesmas Lawe Dua, Pastikan Mutu Pelayanan Kesehatan

Kamis, 5 November 2026 - 23:01 WIB

Abi Hasan Ajak Seluruh Anggota DPRK Aceh Tenggara Bersatu Perjuangkan Nasib Petani Leuser dan Keadilan Fiskal Daerah

Kamis, 5 November 2026 - 20:23 WIB

DPRK Agara Sahkan Rp1,145 Triliun, Qanun Perubahan APBK ,Tenjun Bebas Sekitar Rp 85,82 Milyar.

Kamis, 5 November 2026 - 12:08 WIB

Matangkan Pengamanan Pilkades Serentak 2026, Kapolres Aceh Tenggara Pimpin Anev Bersama Jajaran

Kamis, 5 November 2026 - 11:30 WIB

Cegah Curas, Curat dan Curanmor, Sat Samapta Polres Aceh Tenggara Gencarkan Patroli 3C

Berita Terbaru