slot preparation.lsrs.lu

Integritas Akademik Dipertaruhkan, Fenomena Ijazah Palsu Dinilai Ancam Profesionalisme dan Keselamatan Publik

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:40 WIB

50163 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR – Maraknya fenomena ijazah palsu di tengah upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia nasional menuai kritik keras. Praktik yang mencederai integritas dunia pendidikan itu dinilai tidak hanya merugikan institusi, tetapi juga mengancam keberlangsungan profesionalisme di sektor-sektor strategis, termasuk layanan publik dan kesehatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kritik tersebut mengemuka dalam gelaran kuliah umum di Universitas Ibnu Khaldun, Bogor, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Dalam paparannya, penceramah Abdul Somad menegaskan bahwa kompetensi nyata tidak dapat diperoleh melalui jalan pintas atau dokumen akademik yang tidak absah.

Sorotan tajam diarahkan pada bahaya ketika seseorang tanpa kualifikasi asli memegang tanggung jawab yang bersinggungan langsung dengan nyawa dan nasib orang lain. Profesi dokter menjadi contoh paling nyata. Kegagalan diagnosa medis yang tidak akurat, yang kemudian dieksploitasi demi keuntungan materi, disebut sebagai malapetaka yang nyata dan menjadi cermin betapa fatalnya dampak ketika keahlian digantikan oleh selembar kertas palsu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Fenomena ini dinilai diperparah oleh mentalitas sebagian generasi yang cenderung menjadi penikmat dan penghancur, bukan pejuang yang membangun bangsa dengan integritas. Ketimpangan antara gelar akademik dan kemampuan teknis di lapangan disinyalir menjadi akar persoalan yang menghambat kemajuan bangsa. Ketika gelar tidak lagi merepresentasikan kompetensi, kepercayaan publik terhadap institusi pendidikan dan profesi akan runtuh.

Institusi pendidikan tinggi kini dituntut untuk tidak sekadar menjadi pabrik pencetak ijazah, melainkan pusat pembentukan karakter yang beradab dan berdampak. Mahasiswa diingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak diukur dari selembar kertas, melainkan dari manfaat yang diberikan kepada masyarakat luas. Tanpa adab, kompetensi yang dimiliki dianggap kehilangan jiwanya dan berpotensi disalahgunakan untuk kepentingan pribadi yang destruktif. (*)

Berita Terkait

Pelaksanaan Syariat Islam Tak Cukup dengan Regulasi
Pertemuan Hangat Tokoh Dakwah Tanah Air di Tanah Suci Mekkah

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:16 WIB

Lantik 11 Pejabat Administrator dan Pengawas, Pemkab Nagan Raya Tekankan Profesionalisme dan Tanggung Jawab

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:33 WIB

Dekat dengan Masyarakat, Brimob Kompi 2 Batalyon C Pelopor Tebar Kebaikan di Nagan Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Sambut HLN ke-81, PLN Jeuram Terangi Tiga Rumah Warga Kurang Mampu di Nagan Raya

Jumat, 30 Oktober 2026 - 00:32 WIB

Ketua DPRK Nagan Raya Terpergok Istri Sah Berduaan dengan Perempuan Lain di Dalam Kamar Rumah Dinas yang Dibiayai Uang Rakyat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Masjid Giok Jadi Pusat Peringatan Milad GAM ke-50 di Nagan Raya

Senin, 26 Oktober 2026 - 22:49 WIB

Satlantas Polres Nagan Raya Gelar Operasi Patuh Seulawah, Imbau Pengguna Jalan Lengkapi Surat dan Perlengkapan Kendaraan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Luruskan Polemik Final NJU Cup, PBVSI Nagan Raya Minta Semua Pihak Kedepankan Klarifikasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Abrasi Sungai Krueng Cut Kian Mengkhawatirkan, Ali Sadikin Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Terbaru