Hadapi Musim Kemarau 2025, TNI dan Pemkab Gayo Lues Perkuat Kolaborasi Wujudkan Swasembada Pangan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 4 Juni 2025 - 03:06 WIB

50563 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blangkejeren, Bara News –  Menghadapi tantangan musim kemarau tahun 2025, Kodim 0113/Gayo Lues bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues melalui Dinas Pertanian, untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan di wilayah tersebut. Langkah ini merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden RI dan kerjasama strategis antara Kementerian Pertanian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Koordinasi lintas sektor ini diwujudkan dalam bentuk rapat bersama Forkopimda dan SKPK terkait, yang berlangsung di Aula Makodim 0113/Gayo Lues pada Selasa (03/06/2025). Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan Zoom Meeting nasional bersama Menteri Pertanian dan Panglima TNI sebagai bentuk arahan langsung dari pusat untuk mendukung percepatan swasembada pangan di daerah.

Komandan Kodim 0113/Gayo Lues, Letkol Inf Agus Satrio Wibowo, S.IP, menegaskan bahwa TNI hadir sebagai mitra aktif pemerintah dalam membina, mendampingi, dan membantu proses mobilisasi sumber daya menuju ketahanan pangan yang optimal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebagian besar sawah kita adalah sawah tadah hujan. Maka dalam menghadapi musim kemarau ini, kita fokus pada solusi teknis seperti pompanisasi dan irigasi. Kami dari TNI bersinergi mendampingi Dinas Pertanian dalam setiap prosesnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program yang saat ini dijalankan adalah Luas Tambah Tanam (LTT) Reguler, yang bertujuan mengoptimalkan lahan sawah yang sudah tersedia agar dapat terus produktif meski menghadapi kekeringan.

“Selain padi, kita juga optimalkan tanaman unggulan lainnya seperti jagung, bawang, dan cabai. Penyesuaian dilakukan berdasarkan tipologi wilayah masing-masing,” jelasnya.

Dalam arahannya, Wakil Bupati Gayo Lues, H. Maliki, SE, M.Ap, menyampaikan bahwa fokus utama daerah dalam menghadapi musim kemarau adalah tetap pada komoditas padi, dengan alternatif pengalihan komoditas bagi lahan-lahan yang sulit diakses air.

“Jika memang tidak memungkinkan menanam padi, kita arahkan masyarakat ke tanaman lain seperti jagung, umbi-umbian, dan sayur-sayuran sesuai kondisi lahan dan iklim,” ujarnya.

Pemkab juga telah mulai menyalurkan bantuan bibit dan berencana untuk mendistribusikan pupuk ke kecamatan-kecamatan dan desa-desa guna menunjang kesiapan petani menghadapi musim kemarau.

“Kami tekankan agar lahan sawah diutamakan untuk ditanami padi, karena kebutuhan pangan pokok masyarakat tetap jadi prioritas,” pesan Wakil Bupati.

Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Juanda Syahputra, S.H., M.H, mengungkapkan bahwa Gayo Lues saat ini memproduksi sekitar 32.000 ton padi per tahun dari total luas lahan sawah lebih dari 4.200 hektare. Angka tersebut menunjukkan produktivitas rata-rata 4,8 ton per hektare.

“Target kami ke depan adalah meningkatkan produktivitas dan memperbaiki Indeks Pertanaman (IP) dari yang saat ini 1,3 menjadi minimal 2 dalam dua tahun ke depan,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa saat ini kebutuhan konsumsi padi di Gayo Lues berkisar 25.000 ton per tahun, artinya daerah ini telah mengalami surplus sekitar 7.000 ton per tahun.

“Menariknya, 80 persen masyarakat kita mengonsumsi padi dari hasil panen sendiri. Yang masuk ke pasar hanya sekitar 20-30 persen,” tutupnya.

Dengan sinergi antara TNI dan Pemda serta dukungan penuh dari kementerian terkait, Gayo Lues berharap bisa menjadi model daerah tangguh pangan, bahkan saat menghadapi tantangan krusial seperti musim kemarau yang berkepanjangan. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Dirjen PHL Kementerian Kehutanan Respons Laporan Warga, Industri Getah Pinus di Gayo Lues Diperiksa
Gerakan Kebangsaan: Negara Tak Boleh Takut, Sanksi Resmi Membuktikan PT Rosin Chemicals Indonesia Tak Layak Berlindung di Balik Administrasi
Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:55 WIB

Kaliber: Tantang Kajati Aceh Bongkar Dugaan Skandal Dana Kapitasi,JKN dan BOK Kesehatan Aceh Tenggara

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:45 WIB

Team Resmob Sat Reskrim Polres Agara Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, Satu Pelaku Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:54 WIB

TIPIKOR : Desak Inspektorat Dan APH Usut Dana Ruti Dinas Pangan tahun 2025 dan awal 2026.Dugaan Ratusan juta Menguap

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:53 WIB

Dana Kapitasi dan JKN Dinas Kesehatan Aceh Tenggara di sinyalir sarat Manipulasi dan Korupsi

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:52 WIB

Drh Karnodi Selian M,MA, Plh, Dinas Pangan Agara Pacu Perbaikan dan Jaga Pangan Bebas Pestisida

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bergerak Cepat, Pengedar Sabu di Lawe Bulan Dibekuk Bersama Barang Bukti

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:34 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 13,35 Kg Ganja, Seorang Pemuda Diamankan di Ketambe

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:04 WIB

PT. Hutama Karya Diminta Jangan Bayarkan Proyek Beronjong Gunakan Material Tanpa Izin

Berita Terbaru