Blangkejeren — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan penanaman padi sebagai langkah utama menghadapi musim kemarau dan menjaga ketahanan pangan daerah. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Gayo Lues, Maliki, usai mengikuti rapat koordinasi nasional bersama Menteri Pertanian RI secara virtual dari Aula Makodim 0113/GL, Kamis (6/6/2025).
Dalam rapat tersebut, Maliki menyatakan bahwa padi tetap menjadi prioritas utama yang akan ditanam oleh masyarakat, meskipun kondisi cuaca ekstrem seperti kekeringan diprediksi terjadi dalam beberapa bulan ke depan.
“Kita utamakan padi. Namun jika tidak memungkinkan, masyarakat bisa diarahkan menanam komoditas lain seperti jagung, umbi-umbian, atau sayur-sayuran yang sesuai dengan kondisi iklim daerah,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Maliki juga menegaskan bahwa lahan sawah yang ada di Gayo Lues tidak boleh dibiarkan menganggur. Menurutnya, partisipasi aktif petani untuk tetap mengelola sawah akan sangat menentukan keberhasilan program ketahanan pangan yang sedang dijalankan pemerintah daerah.
“Sawah jangan dibiarkan kosong. Kami berharap masyarakat tetap menanam padi agar target swasembada pangan tercapai,” katanya.
Pemerintah Kabupaten, lanjut Maliki, telah menyalurkan bantuan bibit padi kepada petani dan merencanakan pendistribusian pupuk melalui pemerintah kecamatan atau desa guna mendukung musim tanam berikutnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian Gayo Lues, Juanda Syahputra, menyebutkan bahwa produksi padi di kabupaten tersebut saat ini mencapai 32.000 hingga 35.000 ton per tahun, dengan luas lahan sawah sekitar 4.200 hektare. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat hanya sekitar 25.000 ton per tahun, sehingga Gayo Lues saat ini sudah berada dalam posisi surplus.
Juanda menambahkan, produktivitas rata-rata padi saat ini berada pada angka 4,8 ton per hektare dengan indeks pertanaman (IP) sebesar 1,3. Pemerintah menargetkan peningkatan IP menjadi 2 dalam dua tahun ke depan agar petani bisa menanam dua kali dalam setahun.
Dengan strategi yang terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah, serta keterlibatan aktif masyarakat, Gayo Lues optimistis mampu mempertahankan swasembada pangan meski dihadapkan pada tantangan musim kemarau. (Abdiansyah)








































