Aceh Tenggara, Baranews – Aliansi Forum Membangun Desa (Formades) Kabupaten Aceh Tenggara menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor Inspektorat dan Kantor Bupati Aceh Tenggara, Kota Kutacane, Kecamatan Babussalam, Selasa (5/8/2025). Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB ini diikuti oleh sekitar 20 orang peserta, sesuai dengan pemberitahuan resmi yang tercantum dalam Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP).
Massa aksi membawa spanduk dan poster berisi tuntutan yang menyoroti indikasi dugaan penyimpangan dana ketahanan pangan tahun 2025 yang bersumber dari dana desa. Mereka menilai ada kejanggalan dalam pelaksanaan program tersebut di sejumlah desa. Selain itu, Formades mendesak dilakukannya audit khusus terhadap penggunaan Dana Desa tahun anggaran 2023–2024 di tujuh kecamatan wilayah Aceh Tenggara. Tuntutan itu disampaikan secara bergantian melalui orasi, yang intinya meminta transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran desa agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S.I.K. melalui Kasi Humas AKP Jomson Silalahi menegaskan bahwa pihak kepolisian mengerahkan personel untuk memastikan aksi berjalan aman, tertib, dan kondusif. “Pengamanan ini merupakan bagian dari komitmen Polres Aceh Tenggara dalam menjaga keamanan, memberikan pelayanan, dan menjamin setiap warga negara dapat menyampaikan pendapat di muka umum sesuai peraturan yang berlaku,” ujarnya.
Di lapangan, aparat terlihat mengatur arus lalu lintas dan menjaga jarak aman antara massa aksi dan bangunan perkantoran. Petugas juga mengedepankan pendekatan humanis dengan berdialog langsung kepada perwakilan massa, mengingatkan mereka untuk tetap menjaga ketertiban. Suasana aksi berlangsung damai, tanpa ada insiden bentrokan atau kericuhan hingga kegiatan berakhir.
Pihak kepolisian mengapresiasi sikap kooperatif para peserta aksi yang menyampaikan aspirasi secara tertib. Polres Aceh Tenggara juga mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga suasana kondusif, apalagi dalam waktu dekat akan berlangsung peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Menurut aparat, penyampaian aspirasi yang damai seperti ini menjadi contoh bahwa demokrasi dapat berjalan beriringan dengan ketertiban dan keamanan masyarakat. (RED)








































