Gayo Lues – Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., secara langsung melakukan pemantauan pada proses seleksi penerimaan beasiswa Hafizh Al-Qur’an di Kabupaten Gayo Lues tahun 2025. Kegiatan yang dilaksanakan di Masjid Baiturrahman, Kecamatan Blangpegayon pada Selasa (27/05/2025) ini menjadi salah satu bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Gayo Lues dalam mendukung pengembangan generasi muda yang berprestasi di bidang keagamaan.
Pemantauan seleksi ini dilakukan dalam rangkaian kunjungan kerja Bupati Suhaidi bersama Wakil Bupati, Dandim 0113/Gayo Lues, Kapolres Gayo Lues, anggota DPRK, Wakapolres Gayo Lues, staf ahli, dan para asisten pemerintah daerah. Kehadiran unsur Forkopimda dan pejabat terkait dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa program beasiswa Hafizh mendapat perhatian khusus dari seluruh jajaran pemerintah daerah dan instansi terkait.
Di lokasi seleksi, Bupati Suhaidi bersama rombongan memerhatikan secara seksama jalannya proses ujian hafalan Al-Qur’an oleh para peserta yang berasal dari berbagai pesantren dan sekolah di wilayah Kabupaten Gayo Lues. Salah satu peserta yang menjadi sorotan adalah seorang pelajar SMA dari Pesantren Ar-Rahman Desa Lempuh yang mampu membaca dan menyambung ayat Al-Qur’an dengan lancar dan khidmat. Kemampuan peserta yang mampu menghafal 30 juz di usia 15 tahun tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Suhaidi menjelaskan bahwa program beasiswa Hafizh merupakan salah satu prioritas utama dalam agenda pembangunan Kabupaten Gayo Lues, yang bertujuan mencetak generasi muda penghafal Al-Qur’an sebagai pondasi kuat untuk pembangunan moral dan spiritual di tengah masyarakat. “Program ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada anak-anak kita yang menghafal Al-Qur’an. Kami ingin mewujudkan visi Gayo Lues sebagai Negeri Seribu Hafizh yang tidak hanya mengutamakan prestasi akademik, tetapi juga spiritual dan keagamaan,” ujarnya.
Menurut Bupati, program beasiswa ini juga merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang memiliki keimanan dan ketakwaan yang tinggi. Ia berharap melalui program ini, generasi muda Gayo Lues dapat tumbuh menjadi insan yang berakhlak mulia, berilmu, dan siap bersaing di era globalisasi tanpa meninggalkan nilai-nilai agama. “Kami berharap program ini berlanjut secara berkelanjutan sehingga dapat menghasilkan generasi yang berkualitas dan membawa berkah bagi daerah kita,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Bupati Suhaidi menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para ustadz, tim penguji, dan Dinas Syariat Islam yang telah bekerja keras untuk menyukseskan seleksi penerimaan beasiswa ini. Peran mereka sangat penting dalam memastikan kualitas dan kelayakan peserta yang akan menerima bantuan beasiswa sehingga dana dan program ini tepat sasaran dan berdampak maksimal. “Terima kasih kepada para penguji dan pihak-pihak yang sudah mendukung. Semoga kita semua dapat terus bekerja sama untuk membangun Gayo Lues melalui program-program positif seperti ini,” tambah Bupati.
Program beasiswa Hafizh ini tidak hanya memberikan insentif berupa bantuan pendidikan kepada para penghafal Al-Qur’an, tetapi juga berupaya membangun ekosistem pembinaan keagamaan yang berkelanjutan di seluruh desa dan kecamatan di Kabupaten Gayo Lues. Pemerintah daerah berencana mengembangkan program pendampingan dan pembinaan bagi para Hafizh agar mereka dapat terus mengasah kemampuan dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Bupati Suhaidi juga mengajak seluruh masyarakat Gayo Lues untuk memberikan dukungan penuh terhadap program ini, baik dalam bentuk motivasi maupun bantuan lain yang dibutuhkan. “Mari kita bersama-sama mendukung anak-anak kita untuk terus belajar dan menghafal Al-Qur’an. Ini adalah investasi jangka panjang yang tidak hanya bermanfaat bagi mereka pribadi, tapi juga bagi masa depan Gayo Lues,” katanya.
Dengan dilaksanakannya seleksi beasiswa Hafizh secara rutin dan sistematis, pemerintah daerah yakin bahwa visi menjadikan Gayo Lues sebagai “Negeri Seribu Hafizh” akan semakin mendekati kenyataan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengintegrasikan pembangunan keagamaan dengan pembangunan sumber daya manusia.
Bupati Suhaidi menutup kunjungannya dengan doa dan harapan agar program beasiswa Hafizh ini terus mendapatkan dukungan dari berbagai pihak dan berjalan lancar. “Semoga Allah SWT selalu meridhoi langkah kita semua dalam memajukan daerah dan mencetak generasi yang beriman dan berprestasi,” pungkasnya.
Seleksi penerimaan beasiswa Hafizh di Gayo Lues ini merupakan salah satu wujud nyata bahwa Pemerintah Kabupaten Gayo Lues sangat serius dalam mengembangkan potensi generasi muda, khususnya di bidang keagamaan, sekaligus memperkuat pondasi moral dan spiritual masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi anak-anak muda di seluruh wilayah untuk terus menghafal Al-Qur’an dan berprestasi demi masa depan yang lebih cerah. (Abdiansyah)









































