BEA CUKAI BANDA ACEH DUKUNG PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 28 Februari 2025 - 18:40 WIB

50899 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh, Kamis, 27 Februari 2025 – Bea Cukai Banda Aceh memberikan fasilitas di bidang Kepabeanan dan Cukai kepada Universitas Syiah Kuala yang membutuhkan berbagai barang, alat laboratorium, bahan kimia, peralatan teknologi, serta komponen lain yang digunakan dalam kegiatan riset dan pengembangan ilmu pengetahuan. Melalui pemberian fasilitas fiskal ini, meneguhkan komitmen Bea Cukai dalam memajukan dan mengembangkan ilmu pengetahuan demi mewujudkan tujuan negara, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami berharap fasilitas fiskal ini dapat membantu para peneliti dan sivitas akademika untuk mengembangkan ilmu pengetahuan sehingga dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” jelas Dede Mulyana.

Lebih lanjut, fasilitas fiskal yang diberikan adalah berupa pembebasan Bea Masuk dan Cukai, tidak dipungut Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah, serta dikecualikan dari pemungutan Pajak Penghasilan Pasal 22 impor. Pembebasan ini diberikan dengan mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 200/PMK.04/2019 tentang Pembebasan Bea Masuk dan Cukai atas Impor Barang untuk Keperluan Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan. Peraturan tersebut sejatinya bertujuan untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan serta mempermudah akses barang bagi perguruan tinggi, kementerian/lembaga, dan badan usaha yang bergerak di bidang riset.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengingat bahwa salah satu pilar utama dalam meningkatkan daya saing nasional adalah pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka melalui fasilitas, asistensi, dan pelayanan impor yang diberikan oleh Bea Cukai Banda Aceh kepada Universitas Syiah Kuala ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan secara umum, khususnya kualitas penelitian di bidang Kesehatan, mengingat kegiatan penelitian yang akan dilakukan adalah berfokus pada penelitian tentang standar penanganan ruang isolasi bagi pasien COVID-19 di Indonesia,” pungkas Dede (*)

Berita Terkait

Aceh Didesak Segera Mempercepat Pencairan Proyek APBA 2026
Wakil Ketua DPW FRN Aceh Angkat Bicara, Soal Produk Jurnalistik dan Tanggung Jawab Redaksi
Festival Ramadhan Webinar Series GAMIES Aceh 2026 Digelar 1–15 Maret, Libatkan 9 Pemateri Lintas Daerah
*Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)*
YBHA : Apresiasi Pemko Banda Aceh Tangani Kasus Pemerkosaan Anak
BAKORNAS LEPPAMI PB HMI Jalin Koordinasi dengan TNGL dan BKSDA Aceh, Perkuat Sinergi Pelestarian Lingkungan dan Kehutanan di Aceh
Kapolres Nagan Raya, AKBP Dr.Benny Bathara.,S.I.K.,M.I.K. Terima Penghargaan Dari Kapolda Aceh
Kolaborasi Strategis FRN Fast Respon Counter Polri Nusantara dan Dittipidter Mabes Polri, Siap Sikat Tambang Ilegal di Aceh

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 02:00 WIB

Kolaborasi ABPEDNAS-Kejaksaan Perkuat Pengawasan Desa Berbasis Zero Corruption di Jawa Timur

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:42 WIB

Jelang Natal, Romo Wahyu Terima Sertipikat untuk Gereja Katolik Fransiskus Asisi sebagai Kado Natal bagi Umat

Sabtu, 13 Desember 2025 - 19:39 WIB

Serahkan 2.532 Sertipikat Tanah Wakaf dan Rumah Ibadah, Menteri Nusron Gagas Percepatan Sertipikasi melalui Kolaborasi

Berita Terbaru

BANDA ACEH

Aceh Didesak Segera Mempercepat Pencairan Proyek APBA 2026

Kamis, 5 Mar 2026 - 07:11 WIB

ACEH BARAT

Ulama Muda Aceh Dukung Tgk. Habibi di Ajang AKSI Indonesia 2026

Kamis, 5 Mar 2026 - 04:33 WIB