Akses Masih Terbatas, Bupati Gayo Lues Minta Percepatan Logistik dan Pemulihan Pascabencana

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025 - 05:15 WIB

50356 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES – Pemulihan kondisi pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, terus diupayakan meski menghadapi sejumlah tantangan besar. Hingga Kamis (11/12/2025), masih terdapat wilayah yang terisolasi akibat akses jalur darat yang belum sepenuhnya pulih. Proses distribusi bantuan pun belum merata dan bergantung pada jalur udara serta jalan alternatif.

Dikutip dari Kompas TV, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si, menyampaikan bahwa jalur darat utama menuju Gayo Lues dari Sumatera Utara dan Aceh Tenggara saat ini masih lumpuh total. Satu-satunya jalur darat yang bisa digunakan hanyalah melalui Aceh Barat Daya, itupun hanya bisa dilalui kendaraan khusus berpenggerak empat roda.

“Pasca 16 hari sejak kejadian banjir bandang, Gayo Lues masih terisolir. Jalan dari Sumatera Utara menuju Gayo Lues lumpuh total. Hari ini penyaluran logistik bergantung pada udara dan jalur darat alternatif yang cukup ekstrem,” ujar Bupati Suhaidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menegaskan bahwa sebagian bantuan dari pemerintah pusat melalui BNPB sudah mulai berdatangan. Pengiriman logistik menggunakan pesawat sewa dan helikopter. Beberapa desa yang belum bisa dijangkau kendaraan telah dibantu melalui penurunan logistik langsung dari helikopter ke titik-titik terdampak.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 33.000 jiwa yang masih mengungsi di berbagai wilayah dalam kabupaten tersebut. Mereka masih membutuhkan bantuan yang sangat mendesak, termasuk listrik, air bersih, BBM, logistik pangan, dan layanan kesehatan.

“Listrik menjadi masalah utama, dari 11 kecamatan, masih ada tujuh kecamatan belum dialiri listrik sejak banjir terjadi. Kami sudah mendorong percepatan pemulihan PLN melalui koordinasi dengan BNPB,” kata Suhaidi.

Sementara itu, pasokan BBM juga menjadi persoalan krusial. Distribusi terbatas karena hanya ada truk kecil yang bisa melewati jalur berat menuju wilayah itu. Hingga hari sebelumnya, hanya sekitar enam ton BBM yang masuk dan menyebabkan antrean panjang kendaraan warga di berbagai titik.

“Karena keterbatasan akses dan BBM, kami mengeluarkan surat edaran pembatasan pembelian BBM untuk roda dua, empat, dan enam,” jelasnya.

Kebutuhan air bersih juga dilaporkan masih belum stabil. Meski beberapa warga mulai memanfaatkan air sungai dan membuat sumur bor darurat, bantuan tangki dan fasilitas sanitasi portable dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh sangat dibutuhkan untuk menjaga sanitasi pengungsi.

Dari sisi kesehatan, berbagai organisasi kemanusiaan turut membantu. Salah satunya adalah tim medis yang datang dari Muhammadiyah Yogyakarta, bersama dokter dan tenaga kesehatan dari provinsi dan daerah. Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara mobile dengan prioritas untuk korban dan kelompok rentan.

“Hari ini tim medis dari berbagai pihak seperti Muhammadiyah, Dinas Kesehatan, RSUD, dan Puskesmas digerakkan secara bergantian untuk memastikan layanan berjalan di setiap titik pengungsian,” ungkapnya.

Terkait kerugian, Bupati Suhaidi memaparkan bahwa sementara ini terdapat lebih dari 5.464 unit rumah yang rusak berat atau hanyut terbawa arus. Bahkan, 10 desa dilaporkan lenyap, tidak lagi terlihat dari citra satelit, dan tidak bisa dihuni lagi. Data ini akan terus diperbarui seiring progres verifikasi di lapangan.

“Sebanyak 10 desa praktis hilang. Awalnya itu permukiman, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Kami sudah sampaikan ke BNPB untuk segera merancang relokasi dan pembangunan ulang,” jelasnya.

Pemerintah pusat melalui BNPB telah menyiapkan dua skema pemulihan, yakni pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap). Huntara akan dibangun dalam waktu dekat agar pengungsi tidak terlalu lama tinggal di tenda. Setelah proses tanggap darurat selesai, proses relokasi dan hunian permanen akan menjadi fokus utama.

“Kami sangat mengharapkan percepatan pembukaan jalan nasional, provinsi, sampai kabupaten sebagai syarat mutlak pemulihan. Jika akses bisa dibuka, Gayo Lues akan lebih cepat mandiri,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, distribusi bantuan dari pemerintah pusat masih terus dilakukan melalui jalur udara. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus mengupayakan koordinasi lintas lembaga agar 33.000 pengungsi dapat segera menerima bantuan dan layanan dasar secara menyeluruh.  (*)

Berita Terkait

Bupati Gayo Lues dan Wagub Aceh Desak Kementerian PU Percepat Pembangunan Jalan dan Jembatan Permanen
Jaringan Telkomsel di Pining Gayo Lues Hilang Dua Hari, Sejumlah Perangkat Dilaporkan Rusak dan Dicuri
Bupati Gayo Lues Dukung Pemulihan NTT, Bagikan Pengalaman Hadapi Bencana
Bupati Gayo Lues Apresiasi Pasar Murah HUT Kejaksaan yang Ringankan Beban Warga
Pemkab Gayo Lues Peringati Hardikda, Tegaskan Pentingnya Pendidikan Kebencanaan di Sekolah
Bupati Gayo Lues Apresiasi Penyaluran 552 Ton Beras Bantuan untuk 18.405 Warga
Pemkab Gayo Lues Tata Pusat Kota Blangkejeren, PKL Akan Ditertibkan
Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 02:33 WIB

Bupati Gayo Lues dan Wagub Aceh Desak Kementerian PU Percepat Pembangunan Jalan dan Jembatan Permanen

Kamis, 3 September 2026 - 02:29 WIB

Jaringan Telkomsel di Pining Gayo Lues Hilang Dua Hari, Sejumlah Perangkat Dilaporkan Rusak dan Dicuri

Kamis, 3 September 2026 - 02:24 WIB

Bupati Gayo Lues Dukung Pemulihan NTT, Bagikan Pengalaman Hadapi Bencana

Kamis, 3 September 2026 - 02:20 WIB

Bupati Gayo Lues Apresiasi Pasar Murah HUT Kejaksaan yang Ringankan Beban Warga

Kamis, 3 September 2026 - 02:15 WIB

Pemkab Gayo Lues Peringati Hardikda, Tegaskan Pentingnya Pendidikan Kebencanaan di Sekolah

Kamis, 3 September 2026 - 02:07 WIB

Pemkab Gayo Lues Tata Pusat Kota Blangkejeren, PKL Akan Ditertibkan

Rabu, 2 September 2026 - 18:40 WIB

Siswi Kelas IV SD Negeri 6 Blangkejeren Diduga Dianiaya Kakak Kelas, Orang Tua Desak Sekolah Bertindak

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:50 WIB

7 Urus Surat Pengadilan, 20 Lulus Administrasi Baitul Mal Gayo Lues: Pansel Sebut Bisa Diganti SKCK

Berita Terbaru