HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Pimpin SKP, Presiden Prabowo Tegas: Usut Tuntas Karhutla, Tindak Pelaku Tanpa Kompromi

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:17 WIB

50189 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA | Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam penegakan hukum yang tegas terhadap kejahatan lingkungan, khususnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla), saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Dalam arahannya, Presiden meminta agar aparat penegak hukum, terdiri dari kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan, serta TNI dan intelijen, bekerja secara sinergis dan profesional untuk mengusut tuntas dugaan keterlibatan baik pihak manusia maupun korporasi dalam fenomena karhutla yang masih berulang setiap tahunnya.

Presiden Prabowo menyoroti hasil penyelidikan di lapangan yang mengungkap bahwa karhutla tidak hanya disebabkan oleh faktor alam semata, melainkan juga terdapat unsur kesengajaan dan kelalaian manusia, termasuk indikasi tanggung jawab beberapa perusahaan korporasi yang beroperasi di kawasan rawan. “Kebakaran hutan dan lahan ini bukan semata persoalan alam, tapi ada campur tangan manusia yang harus diusut sampai tuntas,” tegas Presiden. Kepala Negara menghendaki agar proses hukum berjalan berdasar fakta dan bukti yang akurat.

Apa yang menjadi fokus utama pemerintah saat ini? Presiden menegaskan bahwa langkah prioritas adalah menjalankan penyidikan yang transparan dan tanpa kompromi terhadap seluruh aktor yang terlibat dalam tindakan pembakaran hutan. Tidak hanya para pelaku individu, tetapi juga korporasi yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi tegas, termasuk pencabutan izin usaha. Presiden menekankan bahwa pemerintah harus menegakkan supremasi hukum sebagai wujud nyata perlindungan lingkungan dan menjaga kelestarian sumber daya alam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mengapa pemerintah bersikap serius dan keras dalam menghadapi masalah karhutla? Presiden menjelaskan bahwa dampak karhutla tidak hanya merusak lingkungan hidup, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang besar serta mengancam kesehatan dan keselamatan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar wilayah terdampak asap. Karhutla juga menghambat pembangunan berkelanjutan dan memperburuk kualitas udara nasional yang berakibat pada naiknya tingkat penyakit pernapasan.

Bagaimana proses pengawasan dan penindakan dilakukan? Presiden mendorong koordinasi ketat antara aparat penegak hukum, Kementerian Kehutanan, TNI, dan intelijen untuk melakukan penyelidikan secara mendalam dan sistematis. Pemerintah juga menginstruksikan penggunaan teknologi modern baik untuk deteksi dini titik api maupun melakukan monitoring terhadap aktivitas perusahaan yang dianggap berisiko. Hal ini penting agar langkah-langkah preventif bisa segera dilakukan sebelum kebakaran meluas.

Kapan pemerintah memastikan tindakan tegas ini akan terus dijalankan? Presiden menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap karhutla bukan sekadar program atau agenda sesaat, melainkan menjadi bagian dari prioritas nasional yang harus berjalan konsisten dan berkelanjutan. Pemerintah akan terus menekan praktik ilegal dan kelalaian, terutama menjelang musim kemarau saat risiko karhutla meningkat.

Dimana wilayah yang menjadi perhatian khusus? Presiden menyatakan bahwa wilayah rawan karhutla di berbagai provinsi harus mendapatkan pengawasan lebih ketat dan tindakan cepat dari aparat guna mencegah meluasnya kebakaran. Pemerintah juga akan menguatkan kapasitas dan sumber daya lembaga yang bertugas untuk memastikan upaya pemadaman dan penertiban berjalan efektif.

Siapa saja yang bertanggung jawab? Selain individu yang sengaja atau lalai menyebabkan karhutla, Presiden menegaskan bahwa korporasi juga harus memegang kendali penuh terkait pengelolaan lahan. Bila terbukti melakukan pembakaran lahan untuk membuka lahan baru atau aktivitas ilegal lainnya, perusahaan tersebut wajib bertanggung jawab secara hukum dan administratif sesuai peraturan yang berlaku.

Dengan sikap tegas ini, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentolerir pelanggaran yang dapat membahayakan lingkungan dan masyarakat. Penanganan karhutla secara serius dan tanpa kompromi diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama demi masa depan bangsa yang lebih sehat dan berkelanjutan. (*)

Berita Terkait

Hashim Djojohadikusumo Tegaskan Program B50 Tidak Berkaitan dengan Kebakaran Hutan
Presiden Prabowo Terima Apresiasi PBB atas Dukungan Indonesia dalam Dinamika Global
Pemerintah Fokuskan Pengamanan Aset Bangsa dan Hilirisasi di Dua Tahun Pemerintahan
Prioritaskan Kebutuhan Domestik, Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura
SIPD Terganggu Pasca Setelah Prabowo Bicara Percepatan Akses Keuangan Daerah, Praktisi Intelijen Curigai Operasi Garis Dalam
Lebih Baik Mundur Daripada Dimakzulkan, Aliansi Rakyat Bergerak Solo Desak Gibran Rakabuming Raka Tinggalkan Kursi Wapres
Presiden Prabowo Tegaskan Tak Intervensi Gugatan Ijazah Gibran di Mahkamah Konstitusi
Luhut Usulkan Kerugian Negara Dihapus dari Definisi Korupsi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:21 WIB

Musyawarah Mufakat, Gampong Blang Baro Rambong Tetapkan Tujuh Calon Anggota Tuha Peut

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:30 WIB

PT Beurata Subur Persada Salurkan Bantuan Material Pembangunan PAUD di Desa Babah Dua

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Hujan Deras Sepekan, Enam Desa di Tripa Makmur Nagan Raya Dikepung Banjir

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:56 WIB

Demi Kemajuan Gampong, Blang Baro Rambong Gelar Musyawarah Pemilihan Tuha Peut

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:33 WIB

Satreskrim Polres Nagan Raya Amankan Terduga Pemilik Excavator dalam Kasus Tambang Emas Ilegal

Jumat, 23 Oktober 2026 - 22:08 WIB

Tebar Kebaikan di Hari Jumat, Brimob Polda Aceh Pererat Silaturahmi dengan Jamaah Masjid Baiturrahim

Jumat, 23 Oktober 2026 - 00:56 WIB

Pemkab Nagan Raya Bantu Dua Keluarga Korban Kebakaran di Tripa Makmur

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:19 WIB

Nagan Raya Gelar Diklatsar TAGANA Pertama di Tingkat Kabupaten/Kota se-Aceh

Berita Terbaru