JAKARTA – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Asoe Bumoe Atjeh (ABA), Suryadi Djamil, menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemberantasan narkoba yang dilakukan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Ia berharap langkah penegakan hukum tidak hanya menyasar bandar dan pengedar, tetapi juga mampu mengungkap jaringan pemasok, tempat produksi ilegal, serta pihak-pihak yang berada di balik peredaran narkotika.
Menurut Suryadi, pemberantasan narkoba membutuhkan langkah yang menyeluruh, konsisten, dan berkelanjutan.
Penindakan terhadap pelaku di tingkat bawah perlu diikuti dengan pengungkapan jaringan yang lebih luas agar mata rantai peredaran barang terlarang tersebut dapat diputus hingga ke akarnya.
“Kita sangat mengapresiasi langkah tegas Kapolri. Kita berharap upaya membersihkan narkoba di seluruh Indonesia benar-benar diwujudkan melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi rakyat dan negara,” ujar Suryadi dalam keterangannya, Rabu (21/10/2026).
Ia menegaskan, pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penangkapan pelaku yang berada di lapangan. Aparat penegak hukum perlu menelusuri asal-usul barang haram tersebut, mengungkap jalur distribusinya, serta menindak fasilitas produksi narkotika ilegal sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
“Jangan hanya bandarnya. Jaringan pemasok, tempat produksi narkoba, dan pihak-pihak yang terlibat di belakangnya juga harus diungkap. Sikat habis sampai ke pabriknya, supaya Indonesia, khususnya Aceh, semakin bersih dari narkoba,” tegasnya.
Suryadi Minta Aceh Jadi Garda Terdepan Pemberantasan Narkoba
Suryadi menilai Aceh perlu mengambil peran aktif dalam upaya pemberantasan narkoba. Menurutnya, penyalahgunaan dan peredaran narkotika bukan sekadar persoalan hukum, melainkan juga ancaman serius terhadap masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, serta kehidupan sosial masyarakat.
Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga keluarga, untuk memperkuat kerja sama dalam mencegah peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Menurutnya, langkah pencegahan harus berjalan seiring dengan penindakan.
Edukasi kepada generasi muda, pengawasan lingkungan, serta keberanian masyarakat melaporkan dugaan tindak pidana narkotika melalui saluran resmi menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan yang aman dan sehat.
“Indonesia menghadapi tantangan serius dalam persoalan narkoba. Aceh harus menjadi garda terdepan dalam upaya mewujudkan masyarakat yang bersih dari narkoba. Kita tidak ingin anak-anak dan generasi penerus bangsa kehilangan masa depan akibat barang haram tersebut,” ungkapnya.
Doakan Polisi yang Bertugas Menjaga Negeri
Di samping menyampaikan dukungan terhadap upaya pemberantasan narkoba, Suryadi juga menyampaikan doa dan harapan kepada Kapolri beserta seluruh jajaran kepolisian yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, khususnya di Aceh.
Ia mengapresiasi pengabdian para personel kepolisian yang menjalankan tugas siang dan malam demi menjaga keamanan masyarakat. Menurutnya, upaya menjaga negeri dari ancaman kejahatan membutuhkan dedikasi, integritas, profesionalisme, serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
“Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan, kesehatan, dan perlindungan kepada Kapolri beserta seluruh jajaran kepolisian di Indonesia, khususnya polisi yang bertugas di Aceh. Mereka yang berjaga siang dan malam demi keamanan rakyat, semoga selalu berada dalam lindungan Allah SWT,” tuturnya.
Ajak Semua Pihak Bersatu Selamatkan Generasi Muda
Menutup pernyataannya, Suryadi berharap komitmen pemberantasan narkoba dapat diwujudkan melalui kerja nyata, penegakan hukum yang profesional, serta koordinasi yang kuat antara aparat dan masyarakat.
Ia menekankan bahwa keberhasilan memutus mata rantai peredaran narkotika membutuhkan keseriusan dalam mengungkap jaringan, menindak para pelaku sesuai hukum, sekaligus memperkuat upaya pencegahan agar masyarakat tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Bagi Suryadi, masa depan bangsa tidak boleh dikorbankan oleh peredaran narkotika.
Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk menjadikan pemberantasan narkoba sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata-mata tugas aparat penegak hukum.
“Harapan kita sederhana, Indonesia semakin bersih dari narkoba dan Aceh menjadi daerah yang aman bagi anak-anak serta generasi penerus bangsa.
Mari kita dukung langkah penegakan hukum dan bersama-sama menyelamatkan generasi muda demi masa depan yang lebih baik,” pungkas Suryadi.
LSM Asoe Bumoe Atjeh (ABA) berharap upaya pemberantasan narkoba terus diperkuat secara konsisten, dengan mengedepankan supremasi hukum, perlindungan masyarakat, dan penyelamatan generasi muda Indonesia. (*)









































