slot preparation.lsrs.lu

Guntur Romli Desak KPK Usut Tuntas Aliran Dana Korupsi di Kementerian ATR/BPN

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 18 September 2026 - 04:33 WIB

50238 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Politikus Guntur Romli mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan pendalaman lebih lanjut terhadap kasus dugaan korupsi pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Ia menilai bahwa penanganan perkara yang saat ini menetapkan tersangka di level Direktur Jenderal belum mencerminkan upaya pemberantasan korupsi yang menyasar aktor utama.

Sebagaimana dikutip dari kanal Tribun MedanTV pada Jumat, 18 September 2026, Guntur menyoroti temuan uang tunai sebesar Rp106,3 miliar yang disita penyidik sebagai rekor terbesar dalam sejarah operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Guntur menegaskan bahwa nominal fantastis tersebut menjadi petunjuk kuat adanya keterlibatan pihak dengan otoritas lebih tinggi di kementerian. Ia mempertanyakan alasan penyidik yang sejauh ini belum menyentuh Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, meskipun ditemukan aliran dana di kediaman orang kepercayaan menteri tersebut, Arif Sugianto.

Dalam pandangan Guntur, KPK seharusnya menerapkan logika penyidikan follow the money dengan menelusuri jejak aliran dana hingga ke pucuk pimpinan, bukan sekadar berhenti pada kaki tangan atau bawahan. Ia memperingatkan bahwa jika penyidikan hanya menyasar pejabat level menengah, maka upaya penegakan hukum tersebut justru akan menjadi tameng bagi aktor intelektual di balik skandal korupsi tersebut. Keberhasilan institusi anti-rasuah tidak bisa hanya diukur dari angka sitaan, melainkan dari keberanian dalam membongkar keterlibatan pihak yang memiliki wewenang strategis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga kini, publik masih menanti langkah konkret dari lembaga antirasuah untuk memberikan transparansi terkait status keterlibatan pihak-pihak terkait. Guntur menegaskan bahwa penangkapan yang dilakukan haruslah menjadi awal dari pengungkapan kasus secara menyeluruh, alih-alih menjadi tontonan publik yang memamerkan tumpukan uang tanpa menyeret aktor yang sebenarnya bertanggung jawab. (*)

Berita Terkait

Lima Tersangka Korupsi Proyek Jalan Rp7,6 Miliar di Simeulue Diserahkan ke Kejaksaan, Kerugian Negara Rp851 Juta
Mantan Direktur Bumdesma Pintu Rime Gayo Divonis 5,5 Tahun, Dana Desa 23 Kampung Raib untuk Proyek SPBU
Adik Jenderal Bintang Tiga Tak Kebal Hukum: Mantan Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Resmi Ditahan Kasus Pungli PBG dan TPPU
Jadi Tersangka Korupsi CSR BI Rp 28 Miliar Tak Ditahan, Dua Anggota DPR Malah Melenggang Lagi ke Senayan
Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana KONI dan Aset PON XXI Aceh Menguak Borok Tata Kelola Rp 165 Miliar
Lingkaran Setan Politik Berbiaya Tinggi: Saat Jabatan Publik Jadi Mesin Pelunasan Utang
Runtuhnya Integritas Kepala Daerah: Pemecatan Bupati Gowa dan Penangkapan Bupati Klaten oleh KPK
Hercules Akui Terima Rp800 Juta dari Pengacara Summarecon, Berdalih Hati Nurani Saat Serahkan ke KPK

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 17:30 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Wapres Gibran, Putusan MK Jadi Rujukan Penyidik

Jumat, 6 November 2026 - 17:27 WIB

Jokowi Hormati Proses Hukum Terkait Wacana Pemakzulan Wapres Gibran

Jumat, 6 November 2026 - 17:05 WIB

Dasco Minta Komisi III Pantau Berkala Kasus Penyadapan Presiden yang Seret Eks Kapolri

Jumat, 6 November 2026 - 17:01 WIB

Irjen Ahrie Sonta Bersikap Kooperatif dan Siap Buka Tabir Kasus Dugaan Penyadapan Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 16:37 WIB

Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Dubes Asing di Istana Hari Ini

Jumat, 6 November 2026 - 16:06 WIB

ICW dan Trend Asia Ungkap Belanja Teknologi Pengawasan Polri Capai Rp35,9 Triliun

Jumat, 6 November 2026 - 15:59 WIB

Dua Pejabat Senior KPK Kembali ke Kejaksaan Agung Setelah Lebih dari 10 Tahun Bertugas

Jumat, 6 November 2026 - 15:51 WIB

Pemerintah Buka Rekrutmen CPNS November 2026 untuk Penyegaran dan Program Prioritas

Berita Terbaru