JAKARTA, 7 September 2026 – Isu mengenai adanya upaya penggulingan kekuasaan terhadap Presiden Prabowo Subianto kembali mencuat ke ruang publik. Menanggapi dinamika politik yang berkembang, Habib Rizieq Shihab memberikan pandangannya dalam sebuah acara Maulid Akbar yang dihadiri oleh masyarakat luas.
Habib Rizieq menyoroti adanya pertarungan perebutan kekuasaan yang ia nilai memanfaatkan aspirasi masyarakat. Menurutnya, ketika masyarakat menyampaikan protes atau aspirasi yang dilindungi oleh hukum, sering kali terdapat kelompok politik tertentu yang menunggangi situasi tersebut demi agenda menjatuhkan presiden. Ia menegaskan bahwa aksi massa yang murni bertujuan untuk menuntut keadilan, namun sering kali dikacaukan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap pihak yang ingin berebut kekuasaan harus menempuh jalur konstitusional dan aturan perundang-undangan yang berlaku. Habib Rizieq dengan tegas menyatakan penolakannya terhadap cara-cara kotor yang mengorbankan rakyat kecil atau membuat kondisi negara menjadi tidak stabil. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh provokasi dan tetap menjaga ketenangan di tengah gejolak politik yang terjadi.
Dalam kesempatan tersebut, Habib Rizieq juga kembali menyinggung permintaannya kepada pemerintah agar tidak melibatkan figur-figur dari rezim sebelumnya dalam kabinet, demi menjamin keberkahan dan stabilitas negara. Ia mendesak adanya evaluasi dan perombakan kabinet agar pemerintahan dapat berjalan sesuai dengan harapan masyarakat. Pihaknya menyatakan akan tetap memantau situasi dan mengajak umat untuk tetap waspada serta mengikuti komando para ulama dalam menyikapi dinamika nasional yang terjadi. (*)








































