HOTELBET slot preparation.lsrs.lu

Beredar Telepon Ancaman untuk Bungkam Suara Karhutla, Influencer Kalimantan Diminta Hapus Video Kebakaran

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:08 WIB

50209 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PALANGKA RAYA – Upaya pembungkaman terhadap suara kritis atas bencana kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi. Seorang influencer lokal asal Kalimantan mengaku mendapat telepon dari orang tak dikenal yang memintanya menghapus konten video karhutla yang telah ia unggah serta menghentikan aktivitas menyuarakan persoalan kebakaran.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari akun Facebook Samiyem yang sudah beredar luas di media sosial, penelepon tersebut bahkan melontarkan kalimat bernada meremehkan dan diskriminatif dengan menyebut orang Banjar sudah biasa menghadapi kondisi tersebut. Pernyataan itu disampaikan sebagai dalih agar korban berhenti mengangkat isu karhutla yang tengah melanda.

Apa yang disuarakan influencer tersebut bukanlah rekayasa. Rekaman yang beredar memperlihatkan betapa mencekamnya situasi di lapangan. Api menjalar hebat di sisi jalan pada malam hari, langit memerah pekat oleh kobaran dan asap tebal menyelimuti kawasan. Pada siang harinya, kondisi tak kalah parah. Asap oranye kekuningan menutup jarak pandang di ruas jalan dengan ornamen tiang lampu khas burung enggang, kendaraan melintas dengan lampu menyala, ambulans dan mobil pemadam terlihat siaga, sementara warga bermotor terpaksa menutup hidung di tengah udara yang sesak. Peristiwa dalam rekaman tersebut terjadi pada Sabtu, 11 Oktober 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Siapa yang paling dirugikan dari praktik pembungkaman semacam ini? Jelas publik. Ketika asap sudah merampas hak warga untuk menghirup udara bersih, hak untuk bersuara justru hendak dirampas pula melalui telepon gelap. Pola intimidasi dengan meminta menghapus video adalah bentuk nyata serangan terhadap kebebasan berekspresi dan hak publik atas informasi. Alasan “sudah biasa” tidak bisa dijadikan pembenaran untuk membiarkan bencana ekologis yang berulang setiap tahun tanpa penanganan serius.

Mengapa suara karhutla harus dibungkam? Pertanyaan itu yang harus dijawab aparat penegak hukum. Jika konten yang menyajikan fakta lapangan tentang kebakaran yang mengancam kesehatan dan keselamatan justru dianggap mengganggu, maka ada yang salah dalam tata kelola penanganan karhutla di Kalimantan. Negara tidak boleh kalah oleh praktik intimidasi. Aparat harus mengusut siapa penelepon tersebut, apa motifnya, dan siapa yang mungkin berada di belakangnya, karena membiarkan satu suara dibungkam hari ini berarti memberi izin untuk membungkam puluhan suara lainnya besok. (*)

Berita Terkait

Bayang-Bayang Kabut Asap, Singapura Kembali Bidik Tujuh Perusahaan di Balik Karhutla Indonesia
Aturan Pidana Baru, Sinergi Aparat Penegak Hukum di Tengah Tantangan Implementasi KUHP dan KUHAP Nasional
Polri Perang Terbuka Lawan Kampung Narkoba, Rekam Jejak Internal Bakal Dievaluasi
Kapolri Instruksikan Bareskrim Usut Tuntas Dugaan Tindak Pidana di Sektor Pasar Modal
LPG 3 Kg Sulit Didapat Saat Hujan, Warga Gayo Lues Minta Bupati Turun Tangan
Papua Selatan Jadi Episentrum Karhutla, Puluhan Ribu Hektare Terbakar di Tengah PSN
Klaim Keberhasilan Padamkan Karhutla 80 Persen Dinilai Omong Kosong di Tengah Kepungan Asap Lintas Negara
Lebih dari 25.000 Hektare Lahan Terbakar di Papua, Negara Ditagih di Tengah Kabut Asap PSN

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:44 WIB

Infrastruktur Mandul di Jantung Ibu Kota Baru, Api Lahap Hutan Embung IKN Tanpa Perlawanan Berarti

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:15 WIB

Tragedi Kabut Asap di Kalimantan: Habitat Satwa Terancam dan Kesehatan Warga Terpinggirkan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Tragedi Karhutla di Taman Nasional Gunung Palung: Jeritan Satwa dan Perjuangan Petugas Menjinakkan Api yang Sulit Dijangkau

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:05 WIB

Langit Palangka Raya Berubah Oranye, Kesaksian Aktivis Dayak Patahkan Klaim Istana Soal Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:35 WIB

Kabut Asap Selimuti Aceh Singkil, Warga Keluhkan Dampak Karhutla Lintas Provinsi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Ancaman Asap Tebal di Atmosfer, BMKG Imbau Warga Jakarta Waspada dan Kritik Lambatnya Penanganan Pemerintah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Satu Rumah di Kecamatan Lawe Alas Aceh Tenggara Ludes Terbakar Dini Hari, Penghuni Selamat

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:07 WIB

Jalan Badak Gayo Lues Lumpuh Diterjang Banjir, Warga Desak Pemerintah Pusat dan BWS Bertindak

Berita Terbaru

ACEH TENGGARA

Satresnarkoba Polres Agara Amankan Pria dan 4,16 Gram Sabu

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:24 WIB