JAKARTA, 24 Agustus 2026 – Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan metode inovatif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan memanfaatkan bahan alami, yakni tepung singkong, sebagai alternatif pengganti air dalam operasi pemadaman melalui udara atau yang disebut dengan istilah “ubi bombing”.
Inovasi ini bermula dari temuan anggota Babinsa di Lubuk Linggau yang menunjukkan bahwa tepung berbahan singkong memiliki kemampuan untuk meredam titik api. Presiden Prabowo merespons positif temuan tersebut dan menginstruksikan agar riset mengenai efektivitas serta mekanisme penyebarannya melalui helikopter segera ditingkatkan. Selain ditebar dalam bentuk serbuk, metode ini juga dikembangkan dalam bentuk cair atau semprotan yang berfungsi menghambat api agar tidak merambat lebih luas di area yang rentan terbakar.
Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya produksi dalam skala besar untuk menunjang efektivitas pemadaman yang selama ini masih sangat bergantung pada teknik water bombing konvensional. Pemerintah kini tengah mengkaji kesiapan armada helikopter, seperti MI-17 dan Black Hawk, untuk memuat tepung singkong sebagai material pemadam tambahan. Data operasional menunjukkan bahwa setiap helikopter mampu membawa beban sekitar empat ton dalam satu kali penerbangan, yang diharapkan dapat dikonversi dengan material baru ini untuk mempercepat upaya pemadaman di lapangan.
Langkah ini diambil sebagai upaya strategis pemerintah dalam menghadapi ancaman karhutla yang intensitasnya meningkat setiap tahun. Presiden meminta agar anggaran untuk produksi dan pengembangan riset segera diajukan guna memastikan kesiapan operasional di lapangan. Hingga saat ini, pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah teknis untuk mengoptimalkan penanggulangan karhutla, mengingat besarnya volume air yang telah dikerahkan mencapai ratusan ribu ton dalam tiga bulan terakhir guna memadamkan titik api di berbagai wilayah. (*)






































