Diduga Dana Ketahanan PangaDana Ketahanan Pangan Rp120 Juta di Kute Lawe Kongker Diduga Belum Jelas Penggunaannya, Warga Pertanyakan Transparansi Pengulu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 25 Mei 2026 - 16:34 WIB

50242 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KUTACANE — Dugaan penyalahgunaan Dana Desa kembali mencuat di Kabupaten Aceh Tenggara. Kali ini, perhatian warga tertuju kepada oknum Pengulu Kute Lawe Kongker berinisial SL di Kecamatan Lawe Alas yang diduga menguasai dana ketahanan pangan desa tahun anggaran 2025 senilai Rp120 juta tanpa penjelasan yang jelas kepada masyarakat.

Informasi tersebut diperoleh dari sejumlah warga Kute Lawe Kongker yang meminta identitas mereka tidak dipublikasikan. Kepada wartawan, warga menyampaikan keresahan mereka terkait penggunaan anggaran ketahanan pangan yang dinilai tidak transparan meski tahun anggaran 2025 telah berakhir dan kini telah memasuki Mei 2026.

Warga menyebutkan, dari total anggaran Rp120 juta itu, sekitar Rp15 juta disebut dialihkan ke Badan Usaha Milik Kute (BUMK). Namun, sisa dana sebesar Rp105 juta disebut masih berada dalam penguasaan penuh oknum pengulu tanpa penjelasan rinci mengenai peruntukan dan realisasi program ketahanan pangan di desa tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang diketahui masyarakat hanya Rp15 juta masuk ke BUMK. Selebihnya sampai sekarang tidak ada penjelasan terbuka kepada warga,” ujar salah seorang warga, Senin (25/5/2026).

Menurut warga, program ketahanan pangan semestinya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat desa, terutama dalam mendukung sektor pertanian, peternakan, maupun pengembangan usaha pangan lokal. Namun hingga kini, warga mengaku belum melihat secara jelas bentuk realisasi program yang menggunakan anggaran ratusan juta rupiah tersebut.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, Pengulu Kute Lawe Kongker, SL, mengaku mengenal wartawan yang melakukan konfirmasi dan bahkan sempat memperkenalkan salah seorang kerabatnya. Namun ketika ditanya terkait penggunaan dana ketahanan pangan desa, ia justru meminta agar konfirmasi dilakukan kepada Ketua BUMK dengan alasan dana tersebut telah diserahkan.

SL juga meminta masyarakat yang melaporkan persoalan tersebut agar datang langsung menemuinya. Dalam percakapan itu, ia lebih banyak memberikan penjelasan di luar substansi dugaan penggunaan dana desa yang dipersoalkan warga.

“Jangan begitu, masyarakat yang melapor itu suruh jumpai saya dulu,” ujar SL dalam nada yang terdengar emosional saat dihubungi.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, pesan WhatsApp yang dikirimkan wartawan terkait rincian penggunaan dana ketahanan pangan tersebut belum mendapat jawaban lebih lanjut dari yang bersangkutan.

Sementara itu, Camat Lawe Alas, Salamuddin, juga telah diupayakan untuk dikonfirmasi terkait dugaan penggelapan dana desa tersebut. Namun hingga berita ini dikirim ke redaksi, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. Panggilan telepon dan pesan WhatsApp yang dikirimkan wartawan juga belum mendapat balasan.

Kasus dugaan penguasaan dana ketahanan pangan desa ini kini menjadi perhatian warga setempat. Masyarakat berharap ada penjelasan terbuka mengenai penggunaan anggaran desa agar tidak menimbulkan kecurigaan berkepanjangan di tengah masyarakat. (Kaisirin)

Berita Terkait

Diterjang Banjir Akhir 2025, Yahdi Hasan Kucurkan Dana Reses II Tahun 2026 Membangun 50 Bronjong Darurat di D.I Irigasi Kuta Tinggi.
Polres Aceh Tenggara Gelar Razia Malam, Sopir Travel Bermuatan Berlebih Ditegur Humanis
Polres Aceh Tenggara Perkuat Sinergi Penegakan Hukum Melalui Sosialisasi KUHAP Tahun 2025
Oknum Kepala SD N Trt Seperai ( SS) kuasai Barang Bekas Rehab Sekolah.”Diduga tampa Proses Lelang
BPJN 3.5 Tuntaskan Pembersihan Lumpur Pascabanjir di Jalur Nasional Aceh Tenggara hingga Lawe Tua Persatuan
Oknum Kepala SD N Trt Seperai Diduga Kangkangi Impres no 7 tahun 2025. dan Boyong barang Bekas Bangunan ke Rumahnya
Putri Penulis Ahmad Bahar Laporkan Hercules ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penyekapan hingga Intimidasi Mencuat
Jalan Lintas Aceh Tenggara-Medan di Desa Kuning Sudah Dibersihkan Pascabanjir

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:48 WIB

Pasacsarjana Umuslim Yudisium 147 lulusan Angkatan V

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:24 WIB

JASA Bireuen Dukung Penuh Pergub JKA 2026: Bukti Keberpihakan Pemerintah Aceh kepada Rakyat

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:54 WIB

Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Pendampingan Industri Hasil Tembakau Lewat Customs Visit Customer di Bireuen

Jumat, 24 April 2026 - 04:33 WIB

Iswahyudi Terima SK DPP PAN, Konsolidasi Politik PAN Bireuen Diperkuat Jelang Agenda Strategis Daerah

Minggu, 12 April 2026 - 18:48 WIB

350 Hektare Sawah di Gandapura Terselamatkan dari Ancaman Gagal Panen, Respons Cepat Pemerintah Jadi Kunci

Rabu, 1 April 2026 - 20:47 WIB

Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh

Jumat, 27 Maret 2026 - 00:32 WIB

Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh

Jumat, 27 Februari 2026 - 00:24 WIB

Salurkan Bantuan, Bea Cukai Lhokseumawe ke Gampong Teupin Raya

Berita Terbaru