GAYO LUES | Suasana khidmat menyelimuti lingkungan SD Negeri 5 Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Sabtu, 23 Mei 2026. Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar bergema dari para siswa kelas VI dalam kegiatan tasmi’ Al-Qur’an angkatan pertama yang digelar sekolah tersebut sebagai bagian dari penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah dasar.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah itu dihadiri oleh Pengulu Kampung Kutelintang, komite sekolah, para guru, ustaz dan ustazah pembimbing, serta wali murid siswa-siswi kelas VI. Kehadiran para orang tua dan tokoh masyarakat menambah suasana haru sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap pendidikan berbasis Al-Qur’an yang tengah dikembangkan sekolah.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tasmi’ Al-Qur’an merupakan kegiatan memperdengarkan hafalan Al-Qur’an di hadapan guru, orang tua, dan undangan sebagai bentuk evaluasi sekaligus motivasi bagi peserta didik dalam mendalami kitab suci. Dalam kegiatan tersebut, para siswa secara bergantian melantunkan hafalan ayat-ayat Al-Qur’an yang telah dipelajari selama mengikuti program tahsin dan tahfiz di sekolah.
Kepala sekolah, Iskandar, mengatakan program full day school yang diterapkan di SD Negeri 5 Blangkejeren tidak hanya berfokus pada pembelajaran akademik, tetapi juga diarahkan pada pembentukan karakter dan penguatan nilai religius peserta didik. Program tahsin dan tahfiz Al-Qur’an dilaksanakan rutin setiap hari Senin hingga Kamis dengan pendampingan ustaz dan ustazah yang membina para siswa secara intensif.

Selain pendidikan keagamaan, sekolah juga menjalankan berbagai kegiatan ekstrakurikuler seperti pencak silat, pramuka, dan sepak bola yang dilaksanakan setiap Jumat dan Sabtu. Seluruh kegiatan itu, kata Iskandar, menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan sosial.
“Program full day school ini telah berjalan selama satu tahun. Kami ingin anak-anak memiliki bekal ilmu pengetahuan sekaligus akhlak dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ujar Iskandar dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama program tasmi’ bukan semata-mata mengejar prestasi atau memenangkan perlombaan hafalan Al-Qur’an, melainkan membangun kedekatan anak-anak dengan nilai-nilai Qurani dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup yang dipahami dan diamalkan, bukan sekadar dihafal.
“Membaca dengan arti, memahami maknanya, dan mengamalkan ajarannya adalah bentuk nyata ketaatan kepada Allah SWT. Kemenangan sejati bukan hanya mendapat juara, tetapi meningkatnya semangat untuk terus belajar dan mendekat kepada Al-Qur’an,” katanya.
Ia juga berharap para siswa yang mengikuti tasmi’ mampu menjadi generasi penerus yang membawa nilai-nilai kebaikan dan membangun peradaban berlandaskan Al-Qur’an di masa mendatang.
Kegiatan berlangsung penuh antusias hingga akhir acara. Para orang tua tampak bangga menyaksikan anak-anak mereka melafalkan ayat demi ayat dengan penuh percaya diri. Di tengah derasnya arus perkembangan zaman, kegiatan seperti tasmi’ Al-Qur’an dinilai menjadi oase pendidikan yang menanamkan nilai spiritual sejak dini kepada generasi muda. (AMJ)

































































