GAYO LUES | Kehadiran Wakil Menteri Koperasi Republik Indonesia, Farida Farichah, di Kabupaten Gayo Lues pada Jumat, 17 April 2026, menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat peran koperasi di tingkat desa. Kunjungan ini secara khusus difokuskan untuk melihat langsung kesiapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang direncanakan akan dibangun di 136 desa di wilayah tersebut. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues telah menyiapkan data dan proses administrasi untuk pembangunan fisik koperasi, sebagai bagian dari program nasional yang bertujuan memperkuat ekonomi kerakyatan di pedesaan.
Bupati Gayo Lues, Suhaidi, dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa tantangan utama bukan hanya pada pembangunan fisik koperasi, melainkan pada bagaimana koperasi tersebut dapat berfungsi secara optimal dan benar-benar hadir untuk masyarakat. Ia menyoroti pentingnya pengelolaan dan keberlanjutan koperasi agar tidak hanya menjadi bangunan tanpa aktivitas, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi warga desa. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mengawal proses ini, memastikan koperasi yang dibangun dapat berjalan fungsional dan menjadi solusi bagi berbagai persoalan ekonomi masyarakat desa.
Bupati juga menekankan perlunya memperkuat koperasi yang sudah ada di Gayo Lues, terutama dalam mendukung sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Ia berharap, dengan semakin luasnya lahan perkebunan, khususnya kopi, produksi masyarakat akan meningkat dan koperasi dapat berperan sebagai penghubung langsung ke pasar, termasuk ekspor ke luar negeri. Dengan demikian, hasil kopi Gayo Lues tidak lagi harus dititipkan ke kabupaten lain, melainkan dapat dipasarkan secara mandiri melalui koperasi desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Menteri Koperasi RI, Farida Farichah, dalam dialog bersama pemerintah daerah dan masyarakat, menjelaskan bahwa konsep awal Koperasi Desa Merah Putih bukan sekadar membangun fisik, melainkan membangun sistem pembiayaan dan tata kelola yang kuat di tingkat desa. Ia mengungkapkan, Presiden RI secara khusus memerintahkan agar koperasi dibangun di setiap desa atau kelurahan, bukan hanya di tingkat kecamatan atau kabupaten, sebagai respons atas sulitnya akses pembiayaan, barang, dan distribusi di desa-desa.
Farida menambahkan, koperasi desa diharapkan mampu menjadi solusi bagi sirkulasi barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus berfungsi sebagai offtaker bagi komoditas utama desa. Di Gayo Lues, dengan kopi sebagai komoditas unggulan, koperasi akan membeli hasil panen warga, mengumpulkannya di satu titik, dan jika telah memenuhi kuota ekspor, proses pengiriman ke luar negeri dapat dilakukan secara kolektif. Namun, ia juga mengakui masih ada tantangan di bidang pembiayaan, terutama terkait kebutuhan alat pengeringan dan penyimpanan kopi agar kualitas tetap terjaga.
Selain sebagai penggerak ekonomi desa, koperasi juga diharapkan menjadi instrumen pengawasan distribusi barang-barang subsidi negara agar lebih tepat sasaran. Farida menegaskan, keberhasilan program ini tidak bisa dicapai hanya oleh pemerintah pusat, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, pengelola koperasi, dan masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendukung dan mengawal program Koperasi Desa Merah Putih agar benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Kunjungan kerja Wakil Menteri Koperasi RI ke Gayo Lues menjadi penanda keseriusan pemerintah dalam membangun ekonomi desa berbasis koperasi. Dengan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan koperasi desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan memperkuat kemandirian masyarakat Gayo Lues di masa mendatang. (ABDIANSYAH)










































