Hari Parkinson Sedunia: Solidaritas Global dan Upaya Perawatan Lebih Adil untuk Penderita di Indonesia

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 15 April 2026 - 19:56 WIB

50277 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Peringatan Hari Parkinson Sedunia yang jatuh pada 11 April tahun ini mengusung tema United for Progress, Hope for All, menegaskan pentingnya solidaritas internasional, akses perawatan yang merata, serta dorongan penelitian inovatif dalam menghadapi penyakit Parkinson. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyoroti fakta bahwa penyakit neurodegeneratif ini menjadi tantangan kesehatan yang semakin mendesak, seiring bertambahnya jumlah penderita di dalam negeri maupun dunia.

Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes, Imran Pambudi, menyampaikan bahwa saat ini lebih dari sepuluh juta orang di seluruh dunia hidup dengan Parkinson, dan angka tersebut terus meningkat seiring bertambahnya usia populasi global. Di Indonesia sendiri, diperkirakan jumlah penderita telah melampaui 1,1 juta orang pada tahun 2026, dengan sekitar 80 ribu kasus baru setiap tahunnya. Data ini menunjukkan beban penyakit yang tidak bisa diabaikan, terutama di tengah tren penuaan masyarakat yang semakin nyata.

Parkinson pertama kali dijelaskan oleh Dr. James Parkinson pada 1817 dalam karya monumentalnya An Essay on the Shaking Palsy. Meski telah lebih dari dua abad berlalu, penyakit ini tetap menjadi salah satu tantangan kesehatan dunia yang kompleks. Penyakit ini bersifat progresif dan berdampak luas pada kualitas hidup penderitanya. Tokoh-tokoh dunia seperti Muhammad Ali, Michael J. Fox, dan Neil Diamond yang hidup dengan Parkinson menjadi simbol ketangguhan dan inspirasi bagi banyak orang, menunjukkan bahwa penyakit ini tidak mengenal batas profesi maupun status sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gejala Parkinson biasanya muncul secara bertahap, dengan tremor khas, gerakan tubuh yang melambat, kekakuan otot, dan gangguan keseimbangan sebagai tanda utama. Namun, dampaknya tidak hanya terbatas pada aspek motorik. Banyak penderita juga mengalami depresi, gangguan tidur, penurunan fungsi kognitif, bahkan komplikasi serius seperti pneumonia yang dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka.

Penyebab pasti Parkinson belum sepenuhnya dipahami, namun sejumlah faktor risiko telah diidentifikasi, mulai dari faktor genetik, paparan racun lingkungan, hingga trauma kepala. Upaya pencegahan yang dianjurkan masih bersifat umum, seperti menjaga pola hidup sehat melalui olahraga teratur, konsumsi makanan kaya antioksidan, tidur cukup, serta pengelolaan stres yang baik. Paparan sinar matahari juga diyakini berperan penting dalam menjaga kadar vitamin D yang mendukung kesehatan otak.

Dalam hal perawatan, fokus utama adalah pengelolaan gejala. Obat Levodopa tetap menjadi terapi utama untuk meningkatkan kadar dopamin di otak, sementara terapi fisik dan terapi wicara membantu penderita mempertahankan mobilitas dan kemampuan komunikasi. Selain itu, stimulasi otak dalam (deep brain stimulation) telah menjadi pilihan operasi yang efektif untuk mengurangi gejala motorik pada kasus tertentu. Terapi komplementer seperti akupunktur, yoga, pijat, meditasi, aromaterapi, dan musik juga semakin banyak digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita, meskipun tetap harus dilakukan di bawah pengawasan medis.

Peran keluarga dalam mendampingi penderita Parkinson sangat krusial. Selain memberikan dukungan emosional yang membantu mengatasi kecemasan dan depresi, keluarga juga berperan memastikan pasien menjalani terapi secara konsisten dan mendapatkan perhatian medis yang tepat. Keterlibatan keluarga menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas hidup penderita.

Di Indonesia, pemerintah melalui Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSNI) telah menerbitkan panduan tatalaksana Parkinson dan memperluas akses layanan kesehatan bagi penderita. Komunitas seperti Parkinson Indonesia dan Bali Parkinson Warriors (BAPARWA) aktif memberikan edukasi dan dukungan kepada pasien dan keluarga. Namun, kampanye kesadaran yang lebih luas, dukungan finansial, serta investasi dalam penelitian masih sangat dibutuhkan untuk memperkuat penanganan penyakit ini.

Peringatan Hari Parkinson Sedunia menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat sistem kesehatan, memperluas cakupan Jaminan Kesehatan Nasional (BPJS) bagi penyakit degeneratif, serta membangun masyarakat yang lebih peduli dan inklusif terhadap penderita Parkinson. Solidaritas dan kerja sama lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ini.

Direktur Imran mengutip kata-kata Michael J. Fox, aktor yang telah hidup dengan Parkinson selama puluhan tahun, “Parkinson’s doesn’t define me, it gives me a platform to help others.” Kutipan ini mengingatkan bahwa di balik keterbatasan yang dialami penderita, terdapat kekuatan untuk menginspirasi dan menguatkan sesama. Semangat inilah yang hendaknya menjadi pijakan dalam upaya bersama meningkatkan kualitas hidup penderita Parkinson di Indonesia dan dunia. (*)

Berita Terkait

Dinamika Tuntutan Berat untuk Nadiem Makarim dalam Dugaan Korupsi Chromebook: Polemik Digitalisasi yang Menyeret Mantan Menteri ke Meja Hijau
Kementerian ATR/BPN dan KPK Jadikan Sulut Lokasi Percontohan Transformasi Pelayanan Publik di Bidang Pertanahan
Kementerian Keuangan Tetapkan Nilai Kurs untuk Pelunasan Pajak dan Bea Masuk Periode 06– 12 Mei 2026
KKP Rampungkan 65 Kampung Nelayan Merah Putih Tahap I, Satgas Dikerahkan Percepat Operasional
Dirjen LIP Apresiasi TA Khalid Dalam Percepatan Rehab Lahan Pertanian Paska Bencana
Wakapolri Dorong Brimob Tingkatkan Profesionalisme dan Modernisasi Hadapi Tantangan Baru
Polda Riau Raih IKPA Terbaik Nasional Kategori Pagu Sedang Di Rakernis Polri 2026
PJI Kaltim dan MIO Indonesia Soroti Pengamanan Demo Samarinda: Humanis, Profesional, dan Jaga Ruang Demokrasi

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WIB

Kodim 0110/Abdya Maksimalkan Pembukaan Jalan di Pegunungan Tangan-Tangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:26 WIB

TNI Hadir untuk Rakyat, Mushola di Gunung Cut Kini Tampak Lebih Bersih dan Nyaman

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:01 WIB

TNI Terus Bergerak untuk Rakyat, Rumah Warga Prasejahtera di Tangan-Tangan Mulai Dibongkar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:24 WIB

Puluhan Warga Antusias Ikuti Pengobatan Gratis Kodim 0110/Abdya di KDKMP Padang Panjang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:10 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, Dandim 0110/Abdya Hadiri Peresmian KDKMP di Susoh

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:38 WIB

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Bangun Kanopi Teras di Setiap Rehab RTLH

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:00 WIB

MCK TMMD ke-128 Kodim Abdya Siap Dukung Kebutuhan Sanitasi Warga Gunung Cut

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Kodim 0110/Abdya Maksimalkan Pembukaan Jalan di Pegunungan Tangan-Tangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WIB

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB