Salim Syuhada Kecam Oknum yang Mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Didalam Kontestasi FPMPA

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:28 WIB

50427 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Aceh Selatan — Salim Syuhada secara tegas mengecam tindakan oknum yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) untuk kepentingan Kongres Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan nama organisasi yang mencederai etika gerakan mahasiswa dan merusak marwah kolektif mahasiswa Aceh Selatan.

Menurut Salim, HAMAS merupakan organisasi yang memiliki sejarah, struktur, dan mandat perjuangan yang jelas. Oleh karena itu, segala bentuk klaim sepihak tanpa dasar organisatoris yang sah merupakan tindakan manipulatif dan tidak dapat dibenarkan secara moral maupun organisatoris.

“Mengatasnamakan HAMAS tanpa mandat resmi adalah bentuk pembajakan identitas organisasi. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi juga pengkhianatan terhadap nilai kejujuran dan integritas gerakan mahasiswa,” tegas Salim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa gerakan mahasiswa seharusnya dibangun di atas prinsip transparansi, demokrasi, dan tanggung jawab kolektif, bukan dengan cara-cara instan yang memanfaatkan nama organisasi demi legitimasi politik forum tertentu.

Salim juga mengingatkan bahwa Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh, sebagai ruang konsolidasi, seharusnya menjadi wadah pemersatu, bukan justru membuka ruang bagi praktik-praktik tidak etis yang berpotensi memecah belah solidaritas antar mahasiswa daerah.

“Jika kongres dibangun di atas klaim palsu dan legitimasi semu, maka sejak awal ia telah kehilangan makna etik dan politiknya,” lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, Salim Syuhada mendesak pihak-pihak terkait untuk segera melakukan klarifikasi terbuka dan menghentikan penggunaan nama HAMAS dalam bentuk apa pun tanpa persetujuan resmi organisasi. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Aceh untuk tetap kritis dan tidak membiarkan gerakan mahasiswa direduksi menjadi alat kepentingan segelintir pihak.

“Gerakan mahasiswa harus dijaga kemurniannya. Nama organisasi bukan alat transaksi, melainkan amanah sejarah,” tutup Salim. (*)

Berita Terkait

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Koalisi: Izin Bukan Cek Kosong
3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi
DPRK Aceh Selatan Didesak Bongkar Dugaan Maladministrasi Izin Perusahaan Tambang di Samadua
Ribuan Warga Samadua Kompak Tolak Tambang, Desak Rekomendasi Eksplorasi Dicabut!
Bupati Aceh Selatan Didesak Merdekakan Samadua dari Bayang-bayang Perusahaan Tambang
Ribuan Warga Samadua Bergerak Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi
ForPAS : IUP MMS Bukan Cek Kosong, KPK Diminta Telusuri Kemungkinan Dugaan Gratifikasi dalam Perizinan
Bupati Aceh Selatan Dukung Peningkatan Kompetensi Guru, Pemkab Jajaki Kerja Sama dengan Pascasarjana USK

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:51 WIB

Ekspor Monyet Ekor Panjang Kembali Digulirkan, Pakar Peringatkan Konsekuensi Lingkungan dan Etika

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:37 WIB

Geng Solo, Sjafrie, atau Dasco? Budayawan Sujiwo Tejo Soroti Pudarnya Persaudaraan dan Fenomena Militerisme Sipil

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:25 WIB

Kenaikan Anggaran Pendidikan 2027 Disorot DPR, Kesejahteraan Guru Dinilai Belum Jadi Prioritas

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mahkamah Agung Terbitkan Pedoman Baru, Putusan Bebas Tidak Bisa Diajukan Banding atau Kasasi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Habib Rizieq Soroti Polemik Pengibaran Bendera Bulan Bintang dan Implementasi Perjanjian Helsinki di Aceh

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:54 WIB

Ustadz Abdul Somad Ingatkan Arti Kemerdekaan sebagai Amanah untuk Pemenuhan Hak Rakyat

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:48 WIB

Pemerintah Izinkan PT Timah Beli Bijih Timah dari Rakyat untuk Redam Gejolak di Bangka Belitung

Kamis, 20 Agustus 2026 - 06:36 WIB

Menteri Pertanian Copot 14 Pejabat Terkait Dugaan Korupsi sebagai Langkah Bersih-Bersih Kementerian

Berita Terbaru

HUKUM & KRIMINAL

Dua Kurir Ganja 93 Kilogram Asal Aceh Ditangkap di Medan

Minggu, 23 Agu 2026 - 10:57 WIB