Salim Syuhada Kecam Oknum yang Mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) Didalam Kontestasi FPMPA

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 24 Januari 2026 - 01:28 WIB

50395 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Aceh Selatan — Salim Syuhada secara tegas mengecam tindakan oknum yang mengatasnamakan Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan (HAMAS) untuk kepentingan Kongres Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh. Ia menilai tindakan tersebut sebagai bentuk penyalahgunaan nama organisasi yang mencederai etika gerakan mahasiswa dan merusak marwah kolektif mahasiswa Aceh Selatan.

Menurut Salim, HAMAS merupakan organisasi yang memiliki sejarah, struktur, dan mandat perjuangan yang jelas. Oleh karena itu, segala bentuk klaim sepihak tanpa dasar organisatoris yang sah merupakan tindakan manipulatif dan tidak dapat dibenarkan secara moral maupun organisatoris.

“Mengatasnamakan HAMAS tanpa mandat resmi adalah bentuk pembajakan identitas organisasi. Ini bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi juga pengkhianatan terhadap nilai kejujuran dan integritas gerakan mahasiswa,” tegas Salim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan bahwa gerakan mahasiswa seharusnya dibangun di atas prinsip transparansi, demokrasi, dan tanggung jawab kolektif, bukan dengan cara-cara instan yang memanfaatkan nama organisasi demi legitimasi politik forum tertentu.

Salim juga mengingatkan bahwa Forum Paguyuban Mahasiswa Pemuda Aceh, sebagai ruang konsolidasi, seharusnya menjadi wadah pemersatu, bukan justru membuka ruang bagi praktik-praktik tidak etis yang berpotensi memecah belah solidaritas antar mahasiswa daerah.

“Jika kongres dibangun di atas klaim palsu dan legitimasi semu, maka sejak awal ia telah kehilangan makna etik dan politiknya,” lanjutnya.

Atas kejadian tersebut, Salim Syuhada mendesak pihak-pihak terkait untuk segera melakukan klarifikasi terbuka dan menghentikan penggunaan nama HAMAS dalam bentuk apa pun tanpa persetujuan resmi organisasi. Ia juga mengajak seluruh mahasiswa Aceh untuk tetap kritis dan tidak membiarkan gerakan mahasiswa direduksi menjadi alat kepentingan segelintir pihak.

“Gerakan mahasiswa harus dijaga kemurniannya. Nama organisasi bukan alat transaksi, melainkan amanah sejarah,” tutup Salim. (*)

Berita Terkait

Tonicko Anggara: Menang API Award Bukan Jaminan Pariwisata Berkualitas
Produktivitas Pariwisata Dipertanyakan, Aktivis Desak Bupati Evaluasi Kadis Pariwisata Aceh Selatan
Himpunan Mahasiswa Aceh Selatan Apresiasi Ketegasan Bupati Mirwan MS Utamakan Pelayanan Kesehatan Rakyat
H. Mirwan Lantik Sekda Definitif Aceh Selatan; Tonicko Anggara: Semoga Mampu Menerjemahkan Visi Aceh Selatan Maju dan Produktif dengan Realisasi Konkret
Sekda Aceh Selatan Dilantik Besok, Tim MANIS Titip Harapan Penguatan Birokrasi untuk Optimalkan Realisasi Visi dan Misi
Disfungsi Birokrasi Pendidikan Aceh Selatan: Aktivis Tuding Kadisdik dan Kacabdin Gagal Total, Krisis Ini Tak Lagi Bisa Ditoleransi
Kepala BPMP Aceh Kunjungi Disdikbud Aceh Selatan, Siap Bersinergi Terapkan Program Prioritas Pendidikan Nasional
Plt Kadisdikbud : Penataan Kepala Sekolah di Aceh Selatan Mengacu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025

Berita Terbaru