GAYO LUES | Pemerintah Aceh melalui Dinas Komunikasi dan Persandian Aceh menyalurkan bantuan satu unit Satelit Starlink kepada Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Gayo Lues. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Persandian Aceh, Dr. Edi Yandra, S.TTP., MSP., kepada Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pdi., MM., pada Kamis (11/12/2025), didampingi oleh Kepala Dinas Kominfo Gayo Lues, Nopal, SP.
Penyaluran bantuan ini merupakan bantuan kedua yang diterima oleh wilayah Gayo Lues dari Pemerintah Aceh, setelah kabupaten tersebut terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada 26 November lalu. Bencana tersebut mengakibatkan gangguan parah pada infrastruktur jaringan komunikasi, di mana layanan utama seperti Telkomsel mengalami gangguan total yang menyulitkan koordinasi penanganan darurat maupun komunikasi antarpihak terkait.
Satelit Starlink yang disalurkan kali ini diharapkan dapat menjadi solusi sementara dan strategis untuk membuka kembali akses komunikasi di daerah terdampak. Dalam penyerahan bantuan tersebut, Edi Yandra mengungkapkan harapannya agar perangkat yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Gayo Lues, khususnya dalam memperkuat sistem komunikasi darurat, mempercepat proses pemulihan, dan mengkoordinasikan seluruh upaya penanggulangan bencana secara efisien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Edi juga menekankan pentingnya keberadaan teknologi komunikasi berbasis satelit seperti Starlink dalam situasi darurat, mengingat luasnya medan dan keterbatasan infrastruktur di wilayah-wilayah terpencil seperti Gayo Lues. Ke depan, ia mengatakan Pemerintah Aceh akan terus memperkuat kapasitas komunikasi daerah, terutama dalam kesiapsiagaan dan respons terhadap bencana.
Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian dan respon cepat dari Pemerintah Aceh. Ia menuturkan bahwa alat komunikasi berbasis satelit tersebut merupakan satu-satunya perangkat yang saat ini dapat diandalkan dalam berkomunikasi, terutama di tengah kondisi lumpuh totalnya jaringan komunikasi konvensional saat bencana melanda.
Menurut Suhaidi, bantuan ini memiliki arti besar tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga moral, karena memperlihatkan bahwa Pemerintah Aceh serius dalam mendukung daerah-daerah yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana. Ia pun berjanji bahwa perangkat tersebut akan digunakan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan penanggulangan bencana dan pelayanan kepada masyarakat.
Peristiwa hidrometeorologi yang menerjang Gayo Lues beberapa waktu lalu telah menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur, termasuk jalan akses, jembatan, dan jaringan listrik serta komunikasi. Kondisi geografis yang sulit dijangkau membuat proses pemulihan menghadapi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, keberadaan teknologi komunikasi satelit menjadi sangat vital sebagai penghubung utama antara wilayah terdampak dengan pusat koordinasi kebencanaan di tingkat kabupaten maupun provinsi.
Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus berupaya memulihkan kondisi pascabencana dengan dukungan dari berbagai instansi baik di tingkat lokal maupun provinsi. Penyerahan bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun sistem komunikasi darurat yang lebih tangguh dan siap menghadapi bencana serupa di masa depan. (*)









































