Gayo Lues, 4 Desember 2025 — Upaya pemulihan akses pada jalan nasional yang menghubungkan Blangkejeren dengan Aceh Tenggara mulai menunjukkan hasil. Setelah bencana banjir dan longsor memutuskan arus transportasi beberapa hari lalu, tim pembersihan jalur kini berhasil membuka sejumlah titik yang sebelumnya tidak dapat dilewati.
Proses penanganan dipimpin oleh Zakaria S.Hut, koordinator tim “Terobos Jalan”, bersama dua anggotanya, Sabirin, S.P dan Adi Kopasus. Selama empat hari terakhir, mereka mengerahkan empat unit ekskavator untuk membersihkan material longsor di sepanjang jalan dari Kecamatan Blangkejeren menuju perbatasan Aceh Tenggara.
Meski kondisi medan berat, Zakaria memastikan tim tetap bekerja dengan penuh dedikasi.
“Tidak ada beban berat jika kita melaksanakannya dengan ikhlas,” ujar Zakaria kepada media.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah padatnya aktivitas lapangan, Adi Kopasus selalu memastikan kebutuhan konsumsi seluruh anggota tim terpenuhi, sehingga proses penanganan dapat berjalan tanpa hambatan.
Hingga hari keempat, beberapa titik longsor menuju Kecamatan Putri Betung sudah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, meskipun masih ada area yang rawan longsor, terutama di Dusun Tetumpun yang dipenuhi pasir dan lumpur.
Tidak hanya membersihkan longsoran, tim juga telah membuka jalur alternatif baru yang dibangun di sisi kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Pekerjaan ini menghadirkan tantangan besar karena jalan baru tersebut berada di tepi jurang curam dengan sungai berarus deras di bawahnya.
Zakaria menambahkan bahwa kendala utama saat ini adalah tersendatnya suplai BBM untuk alat berat. Ia berharap pemerintah daerah dan Pemerintah Aceh dapat segera memberikan dukungan logistik agar proses pemulihan jalur nasional Blangkejeren–Aceh Tenggara dapat diselesaikan secepat mungkin.
“Kami berharap ada perhatian serius untuk penyediaan BBM demi kelancaran pekerjaan ini,” pungkas Zakaria.
(Tim Redaksi)









































