Kutacane — PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Kutacane kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Hal ini terlihat dari respons cepat yang diberikan ketika terjadi gangguan listrik di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, Senin, 24 November 2025. Menurut keterangan warga sekitar, aliran listrik mendadak padam tanpa adanya pemberitahuan lebih dahulu. Kejadian tersebut sontak mengundang perhatian warga, terlebih karena berada di sekitar kawasan Masjid Al-Wutha yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Tidak lama setelah kejadian, laporan langsung disampaikan oleh masyarakat kepada petugas layanan cepat tanggap PLN Kutacane. Dalam hitungan menit setelah aduan diterima, tim lapangan dari PLN tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan. Setelah dilakukan asesmen awal, penyebab gangguan segera ditemukan dan perbaikan dilakukan saat itu juga. Hanya dalam waktu singkat, aliran listrik kembali normal dan kegiatan masyarakat pun dapat berjalan kembali seperti sediakala.
Tindakan ini menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk kalangan media lokal yang turut memantau pelayanan publik di daerah tersebut. Pimpinan redaksi Baranews menyampaikan rasa terima kasih sekaligus memberikan penghargaan moral kepada Manajer PLN Kutacane, Firwan Moesnadi, beserta jajarannya atas kecepatan dan ketanggapannya dalam merespons gangguan yang terjadi. Menurutnya, langkah sigap yang dilakukan PLN Kutacane memperlihatkan bahwa pelayanan publik yang profesional dan berkualitas dapat terwujud apabila koordinasi dan komitmen internal dijaga dengan baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelayanan cepat seperti ini dinilai sangat penting bagi masyarakat, terutama di wilayah pelosok atau pinggiran yang sering kali menghadapi tantangan infrastruktur. Warga sekitar menyampaikan harapan agar ke depan PLN Kutacane dapat terus mempertahankan bahkan meningkatkan mutu layanannya, bukan hanya dalam perbaikan gangguan, tetapi juga dalam menjamin keandalan pasokan listrik jangka panjang di wilayah Aceh Tenggara.
PLN sebagai penyedia layanan publik memiliki peran vital dalam mendukung berbagai sektor kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi rumah tangga, aktivitas keagamaan, serta kegiatan usaha mikro dan kecil. Oleh karena itu, kecepatan dalam menangani laporan gangguan seperti yang ditunjukkan oleh ULP Kutacane memberikan dampak positif langsung pada stabilitas aktivitas masyarakat sehari-hari. Warga menilai, kehadiran tim teknis yang siap siaga dan tanggap merupakan salah satu tolak ukur utama dalam menilai kualitas pelayanan lembaga publik.
Kejadian ini sekaligus memperlihatkan bahwa transformasi pelayanan berbasis kecepatan dan responsivitas, seperti yang saat ini dijalankan oleh PLN, bukan hanya slogan semata, tetapi sudah direalisasikan di lapangan. Ke depan, masyarakat berharap agar keandalan pasokan listrik di wilayah ini terus ditingkatkan dan berbagai potensi gangguan dapat diantisipasi lebih awal dengan sistem monitoring yang lebih modern dan berkelanjutan. (ZUL)







































