Pemkab Gayo Lues Fokus KUA-PPAS 2026 untuk Penguatan PAD dan Layanan Dasar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 11:00 WIB

50458 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues – Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menetapkan arah Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 dengan fokus utama pada penguatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan efektivitas pelayanan publik. Penetapan ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas fiskal daerah sekaligus memaksimalkan potensi-potensi ekonomi lokal yang selama ini belum tergarap secara optimal.

Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., dalam rapat pembahasan KUA-PPAS yang berlangsung Senin (17/11/2025), menegaskan pentingnya menyusun langkah konkret dalam mengelola sumber-sumber PAD secara legal dan sistematis. Ia menyebut, potensi sumber pendapatan yang ada di kabupaten belum sepenuhnya memberikan kontribusi signifikan terhadap kas daerah. Salah satu penyebabnya adalah ketiadaan landasan hukum yang kuat untuk mengatur pembagian hasil maupun mekanisme retribusi dari sektor-sektor potensial.

Menurut Bupati, sektor kehutanan, pariwisata, dan pertanian di Gayo Lues menyimpan peluang besar sebagai penopang PAD, namun hingga kini belum diikuti oleh kebijakan pengelolaan yang sesuai dengan potensi yang dimiliki. Ia mendorong agar segera diterbitkan Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur secara khusus pemanfaatan dan pembagian hasil dari setiap sumber pendapatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Getah pinus, produksinya mencapai ratusan ribu ton. Budidaya kopi serta pariwisata pendakian ke Puncak Leuser, itu semua sumber PAD yang besar. Tapi nyatanya pembagiannya untuk daerah masih kecil. Ini perlu kita atur Perbup-nya supaya daerah kita bisa betul-betul merasakan manfaat dari hadirnya industri dan badan usaha yang ada di kabupaten ini,” ujar Suhaidi dengan nada tegas.

Selain penguatan PAD, kebijakan umum anggaran tahun 2026 juga dirancang untuk mendorong efektivitas dan efisiensi belanja daerah. Sasaran utamanya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi lokal, dan penurunan angka kemiskinan. Bupati menjabarkan bahwa penyusunan anggaran akan difokuskan pada belanja visioner yang berdampak langsung pada masyarakat, bukan sekadar rutinitas operasional.

Pemerintah Kabupaten secara khusus juga memberikan atensi pada pembangunan sarana dan prasarana dasar di kawasan sentra produksi, seperti wilayah pertanian dan perkebunan. Menurut Bupati, infrastruktur jalan yang telah dibangun harus dijaga dan dioptimalkan fungsinya agar benar-benar bermanfaat dalam menunjang aktivitas ekonomi warga, khususnya petani dan pelaku usaha kecil.

Suhaidi menambahkan bahwa desain anggaran pada KUA-PPAS 2026 dibuat berdasarkan asas keadilan dan keseimbangan wilayah. Ia berharap, kebijakan fiskal yang disusun dapat mempercepat pemerataan pembangunan di seluruh kecamatan dan menjangkau kelompok masyarakat yang selama ini kurang mendapatkan akses infrastruktur dan layanan layak.

Penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2026 ini, menurutnya, merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Gayo Lues untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah berjalan secara transparan, akuntabel, dan merespons langsung kebutuhan nyata masyarakat.

Ia menutup arahannya dengan mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik di legislatif maupun eksekutif, untuk mendukung proses perencanaan dan penganggaran secara sinergis demi terwujudnya tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil dan kesejahteraan masyarakat. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Dirjen PHL Kementerian Kehutanan Respons Laporan Warga, Industri Getah Pinus di Gayo Lues Diperiksa
Gerakan Kebangsaan: Negara Tak Boleh Takut, Sanksi Resmi Membuktikan PT Rosin Chemicals Indonesia Tak Layak Berlindung di Balik Administrasi
Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:55 WIB

Kaliber: Tantang Kajati Aceh Bongkar Dugaan Skandal Dana Kapitasi,JKN dan BOK Kesehatan Aceh Tenggara

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:45 WIB

Team Resmob Sat Reskrim Polres Agara Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, Satu Pelaku Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:54 WIB

TIPIKOR : Desak Inspektorat Dan APH Usut Dana Ruti Dinas Pangan tahun 2025 dan awal 2026.Dugaan Ratusan juta Menguap

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:53 WIB

Dana Kapitasi dan JKN Dinas Kesehatan Aceh Tenggara di sinyalir sarat Manipulasi dan Korupsi

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:52 WIB

Drh Karnodi Selian M,MA, Plh, Dinas Pangan Agara Pacu Perbaikan dan Jaga Pangan Bebas Pestisida

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bergerak Cepat, Pengedar Sabu di Lawe Bulan Dibekuk Bersama Barang Bukti

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:34 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 13,35 Kg Ganja, Seorang Pemuda Diamankan di Ketambe

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:04 WIB

PT. Hutama Karya Diminta Jangan Bayarkan Proyek Beronjong Gunakan Material Tanpa Izin

Berita Terbaru