Penanganan Stunting di Gayo Lues Difokuskan pada Empat Kecamatan Prioritas

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 15 Oktober 2025 - 22:24 WIB

50623 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, BARANEWS — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues terus mengintensifkan upaya percepatan penurunan stunting dengan memfokuskan intervensi di empat kecamatan yang memiliki prevalensi tertinggi. Berdasarkan data terbaru, Kecamatan Pining dan Pantan Cuaca masing-masing mencatat 13 kasus stunting pada balita, sementara Kecamatan Rerebe dan Blangjerango tercatat menyumbang masing-masing 10 kasus.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Gayo Lues, Sartika Mayasari, S.STP., M.A., menyampaikan bahwa keempat kecamatan tersebut menjadi perhatian utama dalam penanganan stunting di daerah itu karena prevalensi kasusnya masih berada di atas rata-rata kabupaten. Namun demikian, tujuh kecamatan lainnya tetap mendapat pemantauan berkala bagian dari strategi percepatan.

“Empat kecamatan ini menjadi fokus utama. Namun tujuh kecamatan lainnya juga tetap kami pantau secara berkala sebagai bagian dari percepatan penurunan angka stunting,” ujar Sartika dalam Rapat Koordinasi Penanganan Stunting yang digelar bersama para camat di Aula Setdakab Gayo Lues, Rabu (15/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam upaya memperkuat intervensi, pemerintah daerah mendorong pemerintah desa untuk mengalokasikan dana desa dalam penyediaan makanan bergizi bagi balita, khususnya anak-anak dengan status gizi kurang. Hal ini dilakukan agar penanganan bisa berjalan langsung di tingkat akar rumput, dengan dukungan peran aktif masyarakat dan perangkat desa.

Tidak hanya mengandalkan anggaran resmi, Pemkab Gayo Lues juga menginisiasi donasi masyarakat yang disalurkan dalam bentuk subsidi pangan. Setiap anak balita yang teridentifikasi menderita stunting menerima bantuan senilai Rp 15.000 per hari, dengan akumulasi mencapai Rp 450.000 per bulan. Hingga pertengahan Oktober ini, total dana yang berhasil dihimpun dari kontribusi masyarakat telah mencapai sekitar Rp 37 juta.

“Ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap masalah stunting semakin meningkat. Kita berharap donasi ini bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk memenuhi gizi anak-anak yang membutuhkan,” kata Sartika.

Sejalan dengan itu, Bupati Gayo Lues juga telah menginstruksikan seluruh kepala puskesmas agar aktif melakukan pemantauan ke desa-desa secara rutin setiap bulan. Kegiatan ini juga mencakup pengaktifan kembali posyandu sebagai pusat layanan gizi dan kesehatan ibu dan anak di setiap dusun. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pemantauan tumbuh kembang balita dapat dilakukan sejak dini dan berkesinambungan.

Sartika mengingatkan bahwa kebutuhan gizi anak dengan kondisi stunting tidak sama dengan anak balita yang memiliki status gizi normal. Dalam banyak kasus, kebutuhan gizi mereka bahkan bisa mencapai dua kali lipat dari jumlah asupan biasa. Kondisi ini membuat penanganan stunting tidak dapat dilakukan dengan cara biasa, dan memerlukan pendekatan yang lebih intensif dan berkelanjutan.

“Stunting tidak boleh dianggap sepele. Status gizi anak bisa naik atau turun, tergantung bagaimana kita menanganinya. Butuh dukungan semua pihak agar intervensi benar-benar terasa dan tepat sasaran,” ujarnya.

Di penghujung rapat koordinasi, Sartika kembali mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari camat, kepala desa, tenaga kesehatan, hingga masyarakat umum untuk bersama-sama bersinergi dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Gayo Lues. Ia menekankan bahwa generasi yang sehat menjadi kunci lahirnya masyarakat yang kuat dan mandiri di masa depan.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Mari bersama menjaga mereka agar tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari stunting,” pungkasnya. (Abdiansyah)

Berita Terkait

Dirjen PHL Kementerian Kehutanan Respons Laporan Warga, Industri Getah Pinus di Gayo Lues Diperiksa
Gerakan Kebangsaan: Negara Tak Boleh Takut, Sanksi Resmi Membuktikan PT Rosin Chemicals Indonesia Tak Layak Berlindung di Balik Administrasi
Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 01:55 WIB

Kaliber: Tantang Kajati Aceh Bongkar Dugaan Skandal Dana Kapitasi,JKN dan BOK Kesehatan Aceh Tenggara

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:45 WIB

Team Resmob Sat Reskrim Polres Agara Berhasil Ungkap Kasus Pencurian, Satu Pelaku Diamankan

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:54 WIB

TIPIKOR : Desak Inspektorat Dan APH Usut Dana Ruti Dinas Pangan tahun 2025 dan awal 2026.Dugaan Ratusan juta Menguap

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:53 WIB

Dana Kapitasi dan JKN Dinas Kesehatan Aceh Tenggara di sinyalir sarat Manipulasi dan Korupsi

Jumat, 8 Mei 2026 - 03:52 WIB

Drh Karnodi Selian M,MA, Plh, Dinas Pangan Agara Pacu Perbaikan dan Jaga Pangan Bebas Pestisida

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:20 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Bergerak Cepat, Pengedar Sabu di Lawe Bulan Dibekuk Bersama Barang Bukti

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:34 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Tenggara Gagalkan Peredaran 13,35 Kg Ganja, Seorang Pemuda Diamankan di Ketambe

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:04 WIB

PT. Hutama Karya Diminta Jangan Bayarkan Proyek Beronjong Gunakan Material Tanpa Izin

Berita Terbaru