Di Sidang Umum PBB, Prabowo Tegaskan Dukungan RI untuk Solusi Dua Negara: “Kami Siap Akui Israel Jika Palestina Merdeka”

Redaksi Bara News

- Redaksi

Selasa, 23 September 2025 - 15:07 WIB

50435 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

New York – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, kembali menegaskan komitmen kuat Indonesia terhadap solusi dua negara (two-state solution) sebagai satu-satunya jalan untuk menciptakan perdamaian abadi di Palestina. Hal itu disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya di hadapan para pemimpin dunia dalam Konferensi Internasional Tingkat Tinggi Untuk Penyelesaian Damai Palestina di Sidang Majelis Umum PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025) waktu setempat.

Dalam forum penting ini, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prancis dan Kerajaan Arab Saudi atas kepemimpinan mereka dalam menyelenggarakan pertemuan internasional tersebut. Ia menyebut forum ini sebagai momentum krusial untuk meneguhkan langkah komunitas global dalam memperjuangkan keadilan bagi rakyat Palestina.

Tak hanya itu, Prabowo juga menyerukan keprihatinan mendalam atas memburuknya kondisi di Jalur Gaza. Ia menyoroti bahwa penderitaan terus menimpa warga sipil, yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ribuan nyawa tak berdosa, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak, telah terbunuh. Kelaparan mengancam. Bencana kemanusiaan sedang terjadi di depan mata kita,” kata Prabowo dari podium utama PBB. “Kami mengutuk semua tindakan kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa,” tegasnya.

Presiden menekankan, komitmen Indonesia terhadap solusi dua negara tidak pernah berubah, dan menjadi bagian dari sikap tegas Indonesia dalam menegakkan hak asasi manusia, perdamaian, dan stabilitas di Timur Tengah.

“Indonesia kembali menegaskan komitmennya terhadap solusi dua negara dalam masalah Palestina. Hanya solusi dua negara inilah yang akan membawa perdamaian,” jelas Prabowo.

Namun pernyataan paling mengejutkan dan berani disampaikan Prabowo di akhir pidatonya. Ia menyatakan bahwa Indonesia siap mengakui Negara Israel, asalkan Israel terlebih dahulu mengakui kemerdekaan dan kedaulatan Palestina sebagai negara berdaulat.

“Kita harus menjamin kenegaraan Palestina,” ujar Prabowo. “Tetapi Indonesia juga menyatakan bahwa setelah Israel mengakui kemerdekaan dan kenegaraan Palestina, maka Indonesia akan segera mengakui Negara Israel dan kami akan mendukung semua jaminan keamanan Israel.”

Pernyataan ini langsung menjadi perhatian dalam forum tersebut, karena membuka kemungkinan normalisasi hubungan Indonesia–Israel, namun dengan syarat yang jelas dan tidak bisa ditawar: pengakuan atas hak kemerdekaan Palestina.

Langkah Indonesia ini dinilai sebagai manuver diplomatik yang berani, sekaligus upaya untuk mendorong komunitas internasional agar lebih serius menyelesaikan krisis Palestina-Israel, melalui skema politik yang adil dan berkeadilan.

Dalam suasana forum internasional penuh sorotan, sikap keras Prabowo terhadap kekerasan militer dan ketidakadilan di Gaza, serta ketegasannya soal kenegaraan Palestina, menunjukkan bahwa Indonesia tidak sekadar menjadi penonton, melainkan ingin tampil sebagai jembatan dialog dan solusi yang menawarkan perspektif berimbang: keadilan bagi Palestina sekaligus keamanan bagi Israel.

Berita Terkait

Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Truk DAM Kepung Kantor PLN di Gayo Lues, Ongkos Angkut BBM Belum Dibayar
Ayatollah Ali Khamenei Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Umumkan Masa Berkabung Nasional
Pemerintah Aceh Surati UNDP dan UNICEF dalam Upaya Pemulihan Pascabencana Banjir dan Longsor yang Renggut Ratusan Nyawa
Mahasiswi Serambi Mekkah Harumkan Indonesia di ISG 2025, Raih Medali Perunggu di Riyadh
DPSMAI Ajak Masyarakat Aceh dan Pelaku Usaha Meriahkan Selera Serumpun di TBG Kuala Lumpur
WNI di Kapal Misi Bantuan Gaza Masih Selamat, Kemlu Terus Monitor
Korban TPPO Asal Jambo Aye 3 Kali dijual Agen di Kamboja Lapor ke Haji Uma Alhamdulillah akhirnya bisa pulang ke Aceh

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 17:20 WIB

Laboratorium Minim, Sekolah Menengah di Aceh Tenggara Andalkan Praktikum Digital

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, Kapolres Aceh Tenggara Bersama Forkopimda Dukung Program Presiden RI

Sabtu, 16 Mei 2026 - 16:07 WIB

Lawe Harum Kembali Jadi Sorotan Publik, Proyek Miliaran Rupiah Diduga Asal Jadi dan Petani Masih Terancam Gagal Panen

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:27 WIB

TIPIKOR Ancam Lapor ke APH Rekanan Belum Tinjut Temuan LHP BPK RI Dinas PUPR Agara. Mencapai 1,96 Milyar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 13:43 WIB

Terungkap! Kasus Kekerasan terhadap Anak yang Mengakibatkan Meninggal Dunia di Aceh Tenggara, Pelaku Berhasil Ditangkap

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:56 WIB

Dinas PUPR Agara Baru Tindak Lanjuti 67 % Temuan BPK RI 2024-2025 Terhadap Adanya Dugaan Kerugian Keuangan Daerah Mencapai Rp 1,96 Milyar

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:18 WIB

Kapolda Aceh Apresiasi Kekompakan Polres Aceh Tenggara, Kunjungan Kerja Berlangsung Penuh Kehangatan dan Semangat Kebersamaan

Kamis, 14 Mei 2026 - 22:10 WIB

Kapolda Aceh Salurkan Bantuan Korban Banjir dan Santuni Santri Berprestasi di Aceh Tenggara

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

TMMD Ke-128 Kodim Abdya Tinggal Tiga Hari, Rehab RTLH Tembus 85 Persen

Senin, 18 Mei 2026 - 20:33 WIB