Gelombang Demonstrasi di Indonesia: Tuntutan Rakyat Kecil dan Arogansi DPR

Redaksi Bara News

- Redaksi

Senin, 1 September 2025 - 01:52 WIB

50479 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Gelombang aksi demonstrasi besar mengguncang ibu kota dan berbagai daerah di Indonesia, dipicu kenaikan tunjangan DPR di tengah kesulitan ekonomi rakyat. Awalnya, protes berjalan damai, tetapi ketegangan meningkat ketika aparat kepolisian bertindak represif. Puncaknya, Kamis malam (28/8/2025), seorang pengemudi ojek online bernama Afan Kurniawan tewas dilindas kendaraan taktis Brimob, menyulut amarah publik lebih luas.

Ribuan massa dari berbagai kalangan, termasuk buruh, pelajar, mahasiswa, dan ojek online, turun ke jalan menuntut keadilan sosial. Namun, aksi damai itu berujung ricuh, bahkan menimpa rumah beberapa anggota DPR yang menjadi sasaran kemarahan massa. Demonstrasi ini menjadi sorotan nasional, tak hanya karena eskalasi kekerasan, tetapi juga karena kritik tajam dari ekonom, peneliti, hingga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Peneliti CSIS, Nik Fah Rizal, menilai kemarahan masyarakat dipicu sikap arogan anggota DPR dan lemahnya sense of social justice dari pemerintah. “Rakyat sakit hati melihat perilaku pejabat yang hidup bermewah-mewah sementara masyarakat dihimpit ekonomi,” katanya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jusuf Kalla menekankan bahwa gelombang protes ini sebagian besar lahir dari masalah domestik, bukan karena campur tangan pihak luar. Menurut JK, tingginya biaya hidup, pemutusan hubungan kerja, dan kegagalan pemerintah merespons kondisi ekonomi telah memicu ketidakpuasan publik. Ia mengingatkan agar krisis politik tidak terjadi bersamaan dengan krisis ekonomi, karena dampaknya akan menimpa seluruh rakyat.

Kenaikan tunjangan DPR, mulai dari tunjangan beras, transportasi, hingga tunjangan perumahan senilai Rp50 juta per bulan, menjadi titik pemicu kemarahan rakyat. Celakanya, beberapa anggota dewan merespons protes dengan sikap arogansi, termasuk membuat video parodi yang dianggap melecehkan aspirasi publik.

JK mengimbau semua pihak menahan diri dan tetap mengedepankan dialog untuk mencegah perluasan konflik. Ia menegaskan DPR dan pemerintah harus bersama-sama mendengarkan keluhan masyarakat, menyesuaikan kebijakan dengan kebutuhan rakyat, dan menunjukkan keberpihakan pada rakyat kecil.

Tragedi tewasnya Afan Kurniawan menjadi pengingat pahit bahwa ketidakseimbangan antara aspirasi publik dan respons pemerintah dapat menimbulkan korban nyawa. Demonstrasi yang semula soal transparansi dan keadilan tunjangan kini mencerminkan tuntutan rakyat terhadap sistem politik yang adil, responsif, dan berpihak pada masyarakat luas. (*)

Berita Terkait

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia
DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan
Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM
Bedah Dokumen: Operasional PT Antang Gunung Meratus di Lahan SHM Rakyat Diduga Tabrak UU Minerba dan KUHP
Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun
Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik
Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan
Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:42 WIB

Prof Dr Sutan Nasomal : Presiden RI Harus Sadar Horor Dolar Menerkam Keamanan Indonesia

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:00 WIB

DOSA EKOLOGIS DI ATAS TANAH JARAHAN,Status Tersangka Para Kades Bongkar Borok Operasional dan Kejahatan Kehutanan PT AGM di Hulu Sungai Selatan

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:21 WIB

Skandal Tambang di Atas Lahan Cacat Hukum: Penetapan Tersangka Para Kepala Desa Runtuhkan Legitimasi Operasional PT AGM

Rabu, 3 Juni 2026 - 23:03 WIB

Kejagung Tetapkan Tiga Eks Pimpinan BGN Tersangka Korupsi MBG, Dugaan Penyimpangan Sentuh Pengadaan Rp 1 Triliun

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:55 WIB

Dadan Hindayana Ditahan Kejagung, Pergantian Mendadak Pimpinan BGN Memantik Sorotan Publik

Rabu, 3 Juni 2026 - 03:28 WIB

Sidang Pembelaan Nadiem Makarim: Antara Klaim Tak Bersalah dan Deret Bukti Lapangan

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:34 WIB

Dapat Tanah dari Orang Tua? Simak Penjelasan Proses Balik Nama Sertipikat Berikut Ini

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:29 WIB

Sambangi Sulbar, Wamen Ossy Imbau GTRA Jadi Kunci Penyelesaian Konflik Pertanahan di Daerah

Berita Terbaru