slot preparation.lsrs.lu

Irmawan Ajak Pesantren di Gayo Lues Jemput Anggaran Pusat, Dorong Kemenag dan Pemkab Terlibat Aktif

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 23 Oktober 2025 - 12:12 WIB

50669 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues — Anggota DPR RI asal Gayo Lues, H. Irmawan, S.Sos., M.M., mengajak seluruh pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Gayo Lues untuk aktif berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan kementerian terkait lainnya demi mempercepat pembangunan pesantren melalui penguatan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Blangpegayon, Rabu (22/10/2025).

Menurut Irmawan, masih banyak peluang program pembangunan dan pemberdayaan pesantren yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), namun tidak sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal oleh pesantren-pesantren di daerah, termasuk di wilayah asalnya, Gayo Lues.

“Banyak fasilitas yang disiapkan Kementerian Agama. Saya berharap semua pimpinan pondok pesantren bisa bekerja sama dan berkoordinasi langsung untuk menjemput anggaran itu, agar bisa kita bawa ke Gayo Lues,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, untuk mengakses berbagai fasilitas tersebut, pesantren harus memenuhi sejumlah persyaratan administratif yang kini telah mengarah ke sistem digital. Salah satu mekanisme yang harus dipenuhi adalah proses unggah data dan proposal melalui aplikasi daring yang telah ditetapkan oleh kementerian.

“Koordinasi dengan Kemenag setempat jadi sangat penting. Ada data dan syarat yang harus disiapkan dan diunggah ke sistem agar pusat tahu posisi dan kesiapan lembaga pesantren kita untuk dibantu,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irmawan memandang bahwa ketergantungan mutlak terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) daerah kabupaten akan membuat proses pembangunan menjadi lambat. Oleh karena itu, dirinya mendorong seluruh pondok pesantren di Gayo Lues agar mulai didorong untuk mengikuti program-program kementerian di tingkat nasional, baik yang berasal dari Kemenag, Kementerian PUPR, hingga Kementerian BUMN.

“Kalau kita hanya menunggu dari APBD, prosesnya akan lamban. Hari ini ada instrumen APBN yang bisa kita akses. Pondok pesantren di Gayo Lues harus bisa masuk dan diintervensi pembangunannya melalui skema anggaran pusat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Irmawan juga menyinggung soal pentingnya perhatian pemerintah daerah terhadap kualitas pembangunan fisik di lingkungan pondok pesantren. Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap mutu infrastruktur harus menjadi bagian dari komitmen pemkab, meskipun pembiayaannya bersumber dari di luar APBD.

“Selama ini, pemerintah daerah kerap abai terhadap pondok-pondok pesantren, terutama dari sisi pembangunan fisik dan mutu pendidikan. Ke depan, setiap proses pembangunan pesantren harus memiliki izin mendirikan bangunan yang jelas dan kualitasnya wajib diawasi oleh pemerintah daerah,” tegasnya.

Irmawan menyebut musibah ambruknya bangunan di Pesantren Al-Khoziny beberapa waktu lalu sebagai contoh nyata buruknya perhatian pemerintah terhadap kualitas bangunan pesantren. Ia mewanti-wanti agar kejadian serupa tidak sampai terjadi di Gayo Lues.

“Itu karena Pemda tidak mengawasi dengan maksimal. Harusnya, meski dana dari pusat, kabupaten punya tanggung jawab moral untuk memastikan kualitas bangunan itu aman. Jangan sampai yang jadi korban nanti anak-anak santri kita,” ucapnya.

Irmawan mengajak semua pihak, mulai dari pimpinan pondok pesantren, Kemenag, hingga Pemkab Gayo Lues, untuk membangun ekosistem pendidikan keagamaan yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga kokoh dalam menopang kebutuhan infrastruktur.

“Kita ingin pondok pesantren kita kuat, mandiri, dan berkualitas. Mulai dari sistem pendidikan, hingga bangunan yang aman dan layak huni. Itu tanggung jawab kita bersama,” tutupnya. (ABDIANSYAH)

Berita Terkait

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!
Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar
Satgas TMMD Kerjakan Pembuatan Gorong gorong di titik Tiga
Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas
Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga
Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025
Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana
Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 13:34 WIB

Ironi Gagal Bayar Puluhan Miliar, BPKK Gayo Lues Malah Bobol Kas Daerah demi Kelebihan Bayar TPK!

Rabu, 4 November 2026 - 13:05 WIB

Penertiban Pedagang di Blangkejeren Dinilai Tebang Pilih, Lapak Pedagang Buah Dibongkar

Rabu, 4 November 2026 - 03:15 WIB

Longsor di Tiga Titik Tutup Total Jalan Lintas Kutacane-Blangkejeren, Kendaraan Roda Dua dan Roda Empat Tak Bisa Melintas

Selasa, 3 November 2026 - 15:39 WIB

Normalisasi Sungai Jadi Kunci di Gayo Lues, Jembatan Putus Hambat Evakuasi Warga

Selasa, 3 November 2026 - 15:32 WIB

Ratusan Hektare Sawah di Gayo Lues Kembali Panen Pascabencana Banjir 2025

Selasa, 3 November 2026 - 15:19 WIB

Pemkab Gayo Lues Kebut Penyerapan Dana TKD untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 15:14 WIB

Pemkab Gayo Lues Berpacu dengan Waktu di Tengah Keterbatasan Anggaran untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana

Selasa, 3 November 2026 - 12:37 WIB

Warga dan Satgas TMMD Antusias bangun 5 Unit RTLH di Kampung Gajah

Berita Terbaru