GAYO LUES – Sejumlah mahasiswa di Kabupaten Gayo Lues menyampaikan berbagai keresahan terkait kondisi daerah kepada Pemerintah Kabupaten, Selasa (26/08/2025). Aspirasi mereka diterima langsung oleh Bupati Suhaidi dan Wakil Bupati Maliki, yang berkomitmen menindaklanjuti masukan tersebut melalui langkah-langkah strategis untuk peningkatan kualitas pendidikan dan pelayanan publik.
Dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Maliki menjelaskan bahwa pemerintah telah menyekolahkan 32 calon dosen. Pemkab memutuskan untuk menugaskan para calon dosen tersebut di Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). “Nantinya, tenaga pengajar ini akan kita dorong untuk mengajar di PSDKU Unsyiah sehingga kualitas pendidikan semakin meningkat,” jelas Maliki. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas akademik di daerah serta memberikan dampak positif terhadap kualitas pendidikan tinggi di Gayo Lues.
Sementara itu, Kapolres Gayo Lues, AKBP Hyrowo, memberikan apresiasi terhadap sikap Pemerintah Daerah yang tanggap dan responsif terhadap aksi mahasiswa. Ia juga menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal pembangunan daerah melalui kritik yang konstruktif. “Saya mengaku takjub dengan sikap kritis para mahasiswa yang tetap kondusif dan mengedepankan dialog tanpa melakukan tindakan anarkis,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan mahasiswa dalam membangun komunikasi yang sehat serta memperkuat partisipasi publik dalam pembangunan daerah. Langkah ini juga menunjukkan komitmen Bupati dan Wabup Gayo Lues untuk membuka ruang aspirasi masyarakat, terutama generasi muda, agar setiap permasalahan atau gagasan dapat ditindaklanjuti secara nyata.
Selain pembahasan terkait pendidikan, mahasiswa juga menyampaikan berbagai isu lain yang menjadi perhatian mereka, termasuk kondisi infrastruktur, pelayanan publik, dan peluang pengembangan ekonomi lokal. Pemerintah daerah berjanji akan menindaklanjuti masukan tersebut melalui program-program pembangunan yang relevan serta melibatkan pihak terkait, termasuk lembaga pendidikan, OPD, dan komunitas masyarakat.
Kegiatan ini mendapat sorotan positif dari berbagai kalangan karena menunjukkan dialog terbuka yang konstruktif antara generasi muda dan pemerintah. Model komunikasi semacam ini dianggap penting dalam menciptakan pemerintahan yang transparan, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong mahasiswa untuk tetap kritis namun tetap menghormati proses demokrasi dan ketertiban umum. (Red)









































