Dana Pilkada Disulap, Kejari Subulussalam Bongkar Dugaan Korupsi Rp4 Miliar

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 30 Juli 2025 - 22:40 WIB

501,573 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUBULUSSALAM | Kota Subulussalam mendadak bergolak. Di balik kesunyian kantor Panwaslih yang tampak seperti biasa, Kejaksaan Negeri Subulussalam sedang menyiapkan pukulan hukum telak. Dalam diam, penyidik menggenggam dokumen-dokumen yang bisa menjungkirbalikkan tatanan kepercayaan publik terhadap integritas penyelenggaraan pemilu lokal. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya menyentuh angka yang mengiris akal sehat: Rp4 miliar. Dana hibah dari APBD Subulussalam untuk mendukung Pilkada 2024 itu kini berubah wujud menjadi alat bukti dugaan korupsi.

Anton Susilo, Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Subulussalam, adalah sosok di balik gejolak ini. Baru dua bulan menjejakkan kaki di lembaga itu, Anton sudah mengguncang sendi birokrasi daerah. Kepada wartawan, ia menyatakan penyelidikan telah resmi naik ke tahap penyidikan, dan penetapan tersangka hanya tinggal menunggu waktu. “Kasus ini sudah tidak mungkin dihentikan,” katanya singkat, Selasa siang, 30 Juli 2025. Tak ada retorika. Tak ada basa-basi.

Yang dibongkar Kejari bukan sekadar kelalaian administratif atau kesalahan teknis dalam laporan keuangan. Yang disasar adalah jantung persoalan: kemana uang itu mengalir, siapa yang menggunakannya, dan siapa yang menutupinya. Semua bermula dari laporan warga sipil yang mendapati sejumlah kegiatan Panwaslih berjalan janggal, bahkan fiktif. Sumber internal menyebutkan bahwa dana cair, kegiatan nihil. Surat pertanggungjawaban yang ditulis rapi dalam kertas, tak sejalan dengan realitas di lapangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyusul laporan tersebut, Kejari bergerak cepat. Tim penyidik menyasar ruang-ruang penting. Kantor Panwaslih menjadi titik awal. Bendahara lembaga itu, yang juga merangkap jabatan di Kesbangpol, turut diperiksa. Ruang Kepala Badan Kesbangpol tak luput dari penggeledahan. Dalam penggerebekan yang dilakukan diam-diam, penyidik menyita berkas laporan keuangan, laptop berisi data digital, serta catatan-catatan yang kini menjadi jantung penyidikan. Kepala Kesbangpol, Chairunas, tak membantah adanya penggeledahan itu, meski buru-buru menegaskan bahwa tak ada dokumen milik lembaganya yang disita. Ia mencoba menarik garis batas, seolah ingin menjaga jarak dari ledakan yang tak bisa dibendung ini.

Namun ledakan itu sudah terlanjur terjadi. Penyidikan mengarah pada dugaan penggunaan dana untuk aktivitas di luar mandat Panwaslih. Bukan untuk sosialisasi pemilu, bukan untuk pengawasan lapangan, melainkan—seperti disampaikan sumber kejaksaan secara hati-hati—indikasi kuat ke arah gratifikasi, pengeluaran fiktif, hingga transaksi mencurigakan yang tidak memiliki dokumen pendukung yang sah. Tak hanya itu, ada aroma manipulasi. Sejumlah nama disebut-sebut menerima aliran dana tanpa hak. Bukti digital yang disita akan menjadi penentu.

Langkah hukum Kejari tak berjalan tanpa dasar. Mereka memegang erat Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dan KUHAP yang memberi kewenangan mutlak melakukan penggeledahan dan penyitaan dalam proses penyidikan. Anton memastikan semua prosedur dilakukan sesuai aturan, dengan surat perintah resmi dan pengawasan aparat penegak hukum. Ia paham benar medan yang dihadapinya: birokrasi daerah yang berlapis, jejaring kekuasaan yang saling menutupi, dan opini publik yang cepat terbakar namun lambat menyala.

Publik menanti. Di Kota Subulussalam, isu ini menjadi percakapan di warung kopi, ruang-ruang kantor, hingga pesan-pesan WhatsApp yang tak lagi bisa dihentikan. Semangat Kejari untuk membongkar kasus ini seolah menjawab kegelisahan kolektif masyarakat terhadap pembusukan lembaga yang seharusnya menjamin demokrasi berjalan bersih. Dana hibah yang mestinya menjadi fondasi pesta demokrasi justru dijadikan bancakan di meja gelap.

Meski belum menyebutkan nama-nama calon tersangka, Kejari sudah mempersiapkan jalan. Dalam waktu dekat, auditor independen akan dilibatkan untuk menghitung secara pasti kerugian negara. Nilainya bisa lebih dari sekadar angka nominal Rp4 miliar. Yang lebih mahal adalah kepercayaan publik yang telah dikhianati. Pemilu, yang menjadi simbol kedaulatan rakyat, kini tercoreng oleh kepentingan sempit, diselewengkan lewat rekayasa laporan, dan disembunyikan dalam protokol yang tampak sah.

Ini bukan sekadar kasus korupsi birokrasi. Ini adalah pembongkaran wajah asli demokrasi lokal yang selama ini dibungkus dalam kepatuhan prosedural. Kejari Subulussalam tampaknya sadar bahwa pekerjaan rumah mereka bukan hanya soal menghukum pelaku, tapi memperlihatkan bahwa hukum masih bisa menjangkau mereka yang selama ini merasa tak tersentuh. Skandal ini bisa menjadi tonggak perubahan, atau justru memperlihatkan betapa dalam akar masalah itu menancap.

Jika tak tuntas, publik akan menilai ini hanya riak kecil menjelang senyap panjang. Namun jika Kejari berani sampai ke akar, kota kecil ini bisa mencatat sejarah sebagai salah satu yang pertama menggugat serius cara negara memperlakukan demokrasi—bukan sebagai seremoni lima tahunan, tapi sebagai urusan yang sungguh menyangkut nasib rakyat.

Reporter: Tim Investigasi

Berita Terkait

Sekolah Buka Suara: Ini Penjelasan Lengkap SMAN Unggul Subulussalam Soal Video Malam Hari
Atap Gerai Koperasi KMP Suka Makmur Roboh, Warga Desak Audit Anggaran dan Konstruksi
Pungli JADUP Siperkas Meledak! Rp54 Juta Diduga Disedot, Nama Pj Kades Terseret Skandal
Jaga Kondusifitas Wilayah Kota Subulussalam, Brimob Aceh Kembali Laksanakan Patroli Harkamtibmas
Jelang Idul Fitri 1447 H. Brimob Aceh Tingkatkan Patroli Preventif Di Wilayah Kota Subulussalam
Peran Kepolisian Resor Subulussalam dalam Penanganan Pasca Banjir
Berkah Ramadhan, Brimob Aceh Dan Bhayangkari Gelar Buka Puasa Bersama Di Mako Kompi
Polres Subulussalam Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Seulawah 2026

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 20:51 WIB

Gotong Royong Jadi Kunci, Progres RTLH TMMD Abdya Meningkat

Senin, 27 April 2026 - 20:18 WIB

TMMD Abdya Fokus Kesejahteraan, Prajurit Diminta All Out

Senin, 27 April 2026 - 19:23 WIB

Kerja Keras Satgas TMMD Abdya, Jalan Gunung Mulai Terlihat Hasilnya

Senin, 27 April 2026 - 18:59 WIB

Progres Rumah Nenek Nurhabibah Capai 13,3 Persen, Satgas TMMD Kebut Pengerjaan

Senin, 27 April 2026 - 17:53 WIB

TMMD Ke-128 Abdya Bangun Sumur Bor, Solusi Nyata Krisis Air Bersih di Gunung Cut

Senin, 27 April 2026 - 14:03 WIB

BPC HIPMI ABDYA : Di Bawah Kepemimpinan Bupati Safaruddin, HUT Abdya ke-24 Bukan Sekadar Meriah, tapi Memberi Dampak Positif bagi Ekonomi Masyarakat Abdya

Minggu, 26 April 2026 - 20:06 WIB

TNI Kebut Rehab RTLH di Abdya, Progres Tiga Unit Capai 10 Persen

Minggu, 26 April 2026 - 19:52 WIB

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0110/Abdya Genjot Rehab 5 Rumah Warga Miskin di Gunung Cut

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Gotong Royong Jadi Kunci, Progres RTLH TMMD Abdya Meningkat

Senin, 27 Apr 2026 - 20:51 WIB

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Fokus Kesejahteraan, Prajurit Diminta All Out

Senin, 27 Apr 2026 - 20:18 WIB

ACEH BARAT DAYA

Kerja Keras Satgas TMMD Abdya, Jalan Gunung Mulai Terlihat Hasilnya

Senin, 27 Apr 2026 - 19:23 WIB