Pendaftaran Ketua KONI Gayo Lues Dibuka, Mencari Pemimpin yang Paham Lapangan, Bukan Sekadar Jabatan

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 26 Juli 2025 - 08:51 WIB

50741 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAYO LUES, BARA NEWS, (26/07/2025) | Panitia Musyawarah Olahraga Kabupaten (Musorkab) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Gayo Lues resmi membuka pendaftaran calon Ketua Umum untuk masa bakti 2025–2029. Proses ini menjadi penentu arah pembinaan dan prestasi olahraga Gayo Lues ke depan, sekaligus ujian kepemimpinan bagi para tokoh yang berniat memimpin bukan sekadar demi status, melainkan karena komitmen terhadap olahraga di daerah ini.

Pengumuman yang diterbitkan oleh Panitia Seleksi Nomor: 03/PANSEL-KONI/GL/VII/2025 itu menyatakan bahwa pendaftaran dibuka sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2025. Sekretariat panitia di Pendopo Bupati menjadi titik awal seleksi bagi para calon yang dianggap mampu membawa angin segar dalam pengelolaan olahraga Gayo Lues.

Syarat utama yang ditegaskan dalam seleksi ini bukan sekadar administratif. Mereka yang ingin mencalonkan diri wajib berdomisili di Gayo Lues dan memiliki pemahaman mendalam tentang dunia olahraga, baik secara organisasi maupun teknis di lapangan. Tidak cukup hanya memahami tata kelola dan regulasi internal KONI, calon juga dituntut punya pengalaman memimpin cabang olahraga atau organisasi sejenis di tingkat daerah maupun nasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pentingnya integritas dan visi yang luas juga menjadi sorotan utama. Para kandidat diharapkan tidak datang membawa ambisi pribadi, tetapi membawa semangat untuk membangun prestasi atlet Gayo Lues melalui kerja sama lintas sektor—baik dengan instansi pemerintahan, swasta, maupun badan-badan olahraga yang lebih tinggi. Mereka juga harus bersedia menjadi jembatan yang mampu menghubungkan dinamika lokal dengan standar olahraga nasional dan internasional.

Salah satu syarat yang tidak bisa ditawar adalah dukungan minimal dari 30 persen pengurus cabang olahraga aktif di bawah KONI Gayo Lues. Ini menjadi indikator awal apakah seorang calon memiliki legitimasi nyata dari komunitas olahraga, atau hanya sekadar ingin memanfaatkan panggung jabatan. Selain itu, para pendaftar juga diwajibkan menyerahkan pakta integritas, menyatakan kesiapan total dalam menjalankan amanah, serta menyampaikan visi-misi secara tertulis.

Di tengah sorotan publik terhadap performa KONI di berbagai daerah yang sering kali tersandera kepentingan politik dan kekuasaan, momen Musorkab ini dinilai sangat krusial. Gayo Lues memerlukan sosok yang tidak hanya paham ruang rapat, tetapi juga pernah menginjak lumpur lapangan—mendampingi atlet, menghadapi minimnya fasilitas, dan mencari solusi dalam keterbatasan anggaran.

Harapan masyarakat olahraga Gayo Lues kini menggantung pada proses seleksi yang terbuka dan transparan. Proses yang tidak hanya melihat siapa yang dekat dengan kekuasaan, tapi siapa yang benar-benar mengabdi untuk kemajuan olahraga daerah.

Panitia Musorkab menegaskan bahwa seleksi ini bukan sekadar formalitas lima tahunan, tetapi bagian dari tanggung jawab moral untuk menyaring pemimpin yang mampu merumuskan strategi, mempersatukan pengurus cabang, dan mendorong prestasi atlet hingga ke tingkat nasional. Dalam dunia olahraga, hasil adalah ukuran akhir. Namun proses yang jujur dan berintegritas tetap menjadi fondasi paling utama.

Di balik barisan nama yang mungkin akan muncul, pertanyaan mendasarnya tetap sama: apakah mereka paham lapangan atau hanya mengincar papan nama? Waktu akan menjawab, tapi sejarah akan mencatat siapa yang layak memimpin. (*)

Berita Terkait

Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai
Bertumpuk Sanksi, PT Rosin Dinilai Seolah Kebal Hukum, LIRA Mendesak Polda Aceh dan Mabes Polri Bergerak Cepat
Melalui Gerakan Indonesia Asri, Brimob Aceh Bersihkan Terminal Kuta Panjang
Plang Larangan Sudah Berdiri, Aktivitas PT Rosin Tak Tersentuh—Siapa yang Melindungi?
Wujud Apresiasi dan Motivasi, Kapolres Gayo Lues Berikan Penghargaan kepada Personel Terbaik, Terima Apresiasi dari IDI
Keputusan Gubernur Aceh Jadi Dasar Baru, LIRA Desak PT Rosin Dibekukan Sampai Semua Kewajiban Dipenuhi
Satreskrim Polres Gayo Lues Bekuk Residivis Pelaku Pencurian di Blangkejeren
Klaim Sudah Patuh Tak Menjawab Surat Resmi dan Temuan Lapangan, LIRA Sebut PT Rosin Masih Bermasalah dari Hulu ke Hilir

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 23:37 WIB

Disfungsi Birokrasi Pendidikan Aceh Selatan: Aktivis Tuding Kadisdik dan Kacabdin Gagal Total, Krisis Ini Tak Lagi Bisa Ditoleransi

Senin, 20 April 2026 - 01:59 WIB

Kepala BPMP Aceh Kunjungi Disdikbud Aceh Selatan, Siap Bersinergi Terapkan Program Prioritas Pendidikan Nasional

Rabu, 15 April 2026 - 03:30 WIB

Plt Kadisdikbud : Penataan Kepala Sekolah di Aceh Selatan Mengacu Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025

Rabu, 8 April 2026 - 22:04 WIB

Penempatan Guru PPPK Paruh Waktu di Aceh Selatan Gunakan Sistem RTG

Senin, 6 April 2026 - 18:39 WIB

Publik Geram Sri Wahyuni Didesak Transparan: Hilangnya Dokumen BOS Dinilai Janggal dan Sarat Manipulasi

Kamis, 12 Maret 2026 - 19:52 WIB

Baital Mukadis Jaga Stabilitas Pemerintahan Aceh Selatan Tanpa Manuver Politik Saat Menjadi Plt Bupati

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:16 WIB

SPPI Aceh Selatan Berbagi Ratusan Paket Takjil Gratis kepada Pengendara

Jumat, 6 Maret 2026 - 18:23 WIB

Mahasiswa Tetap Kawal Dugaan Penggelapan Dana PIP di SMA Negeri 1 Trumon

Berita Terbaru