Banda Aceh | Kepolisian Daerah (Polda) Aceh mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang disertai hujan deras, menyusul laporan cuaca ekstrem yang diperkirakan akan melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari ke depan.
Imbauan ini disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa, 10 Juni 2025. Menurut Joko, kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan berbagai dampak buruk seperti pohon tumbang, kerusakan bangunan, dan bahaya serius bagi para pengguna jalan.
“Masyarakat agar mewaspadai angin kencang, serta berhati-hati saat berada di luar ruangan, terlebih saat berkendara. Pastikan juga rumah dan lingkungan sekitar dalam kondisi aman, dan hindari berada di bawah pohon besar,” ujar Joko dalam rilis resminya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lebih lanjut, Kombes Joko mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam. Ia juga meminta agar warga segera melapor kepada pihak kepolisian jika terdapat gangguan kamtibmas atau kejadian luar biasa yang berkaitan dengan cuaca.
“Bila ada kejadian, baik itu gangguan kamtibmas maupun musibah bencana alam agar segera berkoordinasi dengan Polsek terdekat atau Bhabinkamtibmas yang ada di desa, selaku ujung tombak kami di lapangan. Bisa juga langsung menghubungi call center 110 yang siap melayani 24 jam secara gratis,” jelasnya.
Call center 110 yang disediakan oleh Polri merupakan layanan bebas pulsa yang bisa diakses kapan saja untuk melaporkan keadaan darurat atau memerlukan kehadiran aparat dengan segera.
Polda Aceh, kata Joko, terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memantau perkembangan cuaca secara berkala. Upaya ini dilakukan guna memastikan bahwa informasi cuaca dapat segera disampaikan kepada masyarakat dan seluruh jajaran kepolisian dapat bertindak cepat jika terjadi bencana atau kondisi darurat.
“Kami dari Polda Aceh dan seluruh jajaran siap memberikan bantuan dan respons cepat untuk memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat. Koordinasi terus kami jalin dengan pihak BMKG untuk memperoleh pembaruan prakiraan cuaca,” katanya.
Sebagai alumni Akademi Kepolisian (Akabri) tahun 1994, Joko menegaskan bahwa respons cepat dari aparat kepolisian sangat penting untuk meminimalkan dampak bencana yang mungkin terjadi akibat cuaca ekstrem. Oleh karena itu, ia berharap masyarakat tidak ragu untuk melapor jika mengalami atau mengetahui kejadian yang berpotensi mengancam keselamatan umum.
Wilayah Aceh memang dikenal rawan terhadap perubahan cuaca mendadak, terutama menjelang pertengahan tahun ketika pola angin dan hujan cenderung meningkat intensitasnya. Pohon tumbang, kabel listrik putus, serta genangan air dan banjir lokal kerap menjadi ancaman rutin setiap kali terjadi hujan disertai angin kencang.
Polda Aceh pun mengimbau masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan aparat, tetapi juga menjaga solidaritas sosial dan gotong-royong dalam menghadapi situasi darurat.
“Kita perlu bersama-sama menjaga keselamatan lingkungan. Warga diharapkan saling mengingatkan dan aktif melindungi satu sama lain dari bahaya yang mungkin ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” tutup Joko. (*)































































