Potret Pemberatasan Korupsi di Indonesia “Kejarlah Daku, Kau Ku Sandera”

Redaksi Bara News

- Redaksi

Jumat, 6 Juni 2025 - 02:12 WIB

50207 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Sri Radjasa, M.BA (Pemerhati Intelijen)

TIDAK berlebihan jika negeri ini, dijuluki syurga bagi koruptor. Semakin besar uang rakyat yang dirampok, semakin nyaman hidup sang koruptor. Menikmati luxury dari negara, karena dari uang jarahan, dapat mempertahankan jabatan basah dengan segala fasilitas VIP. Persoalan korupsi di negeri ini, tidak dapat dicermati dengan pendekatan hati nurani dan etika, karena korupsi sudah menjadi ibadah fardu ain, bagi pejabat mulai tingkat desa hingga pusat.

Mahalnya ongkos politik dan tingginya biaya membeli jabatan, korupsi adalah solusi jitu untuk mengembalikan modal yang sudah dikeluarkan, bahkan korupsi harus memberi manfaat profit. Tidak perduli rakyat hidup dalam kemiskinan dan harapannya tidak muluk-muluk, asal besok bisa makan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah carut marut kehidupan berbangsa bernegara, akibat korupsi yang telah menyebar hingga ketulang sumsum, masih saja para penegak hukum berlomba mengais limbah korupsi. Mereka rela menjadi jongos perampok uang rakyat dan bangga mengklaim dirinya sebagai hero. Sejauh mata memandang, korupsi luas terbentang. Berita penangkapan koruptor selalu memenuhi media massa setiap hari. Foto timbunan uang hasil rampasan dari koruptor, menjadi bukti keberhasilan penegak hukum. Tapi hasil dari proses hukum, hanya teri yang terjaring jerat hukum.

Lantas, kemana para begundal otak korupsi, apakah aparat hukum tidak memiliki kemampuan menghadapi kelicikan otak korupsi. Mungkin para penegak hukum, termasuk golongan penggemar uang rakyat. Penanganan kasus korupsi, bisa jadi telah terpapar jokowi syndrome, antara pelaku dan penegak hukum saling berempati dan berbagi hasil jarahan.

Persoalan korupsi tidak dapat dilihat, hanya sebagai persoalan hukum, korupsi telah dieksploitasi sebagai alat politik dan pelet/gendam dalam terminology ilmu hitam, untuk membungkam kawan maupun lawan. Publik perlu mengawasi implementasi kebijakan presiden Prabowo, dalam rangka memberantas korupsi, dengan melibatkan prajurit TNI untuk mengamankan jajaran kejagung dari teror, intimidasi dan kekerasan fisik, sebagai bentuk serangan balik gerombolan koruptor. Tidak menutup kemungkinan itikad baik presiden Prabowo, justru dijadikan peluang aparat hukum, untuk terus memelihara hobby berbagi dengan koruptor, dalam suasana aman terkendali, karena kehadiran TNI.

Kondisi factual jajaran kejagung, penyebaran virus jokowi syndrome semakin akut, khususnya pada penanganan kasus mega korupsi pertamina, PT Timah dan praktek markus yang mulai terasa berjalan lamban dan ada keengganan untuk mengejar otak pelaku yang melibatkan para pejabat negara dan oligarki kakap.

Presiden Prabowo hendaknya memberi warning kepada kejagung, bahwa penempatan prajurit TNI di jajaran kejaksaan, bukan makan siang gratis, tapi ada konsekuensi yang nantinya ditagih oleh negara, yaitu kerhasilan maksimal kejagung dalam mengungkap kasus-kasus mega korupsi, hingga terjerat otak pelakunya. Presiden Prabowo sudah saatnya memberi himbauan kepada seluruh rakyat, untuk secara mandiri memelihara kekebalan nasionalisme, menghadapi pandemi virus jokowi syndrome yang saat ini telah menjangkiti lingkungan pejabat negara.

Berita Terkait

DPD APDESI Aceh Apresiasi Bupati Nagan Raya TRK Berhasil Lobi Investasi 200 Triliun
Peradaban yang Retak: Ketika Stratifikasi Sosial Bergeser Menjadi Syahwat Kekuasaan
Diskominfo Nagan Raya Gelar Pembinaan Teknis Lanjutan EPSS untuk Perkuat Tata Kelola Data Statistik Sektoral
Tasyakur Ke -9 Dan Pelepasan Murid MIN 3 Nagan Raya Tahun Ajaran 2025-2026.
Breaking News : Satu Warga Nagan Raya Ditemukan Tidak Bernyawa Lagi Di Rumah Transmigrasi Desa Blang Lango
Breaking News : Satu Warga Nagan Raya Ditemukan Tidak Bernyawa Lagi Di Gebuk Transmigrasi Desa Blang Lango
Bupati TRK Diwakili Plt Sekda Ikuti Peresmian Operasional 1.061 KDKMP Secara Virtual
PT Socfindo Semayam Salurkan Bantuan Sembako untuk Penyandang Disabilitas

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 16:48 WIB

Pasacsarjana Umuslim Yudisium 147 lulusan Angkatan V

Jumat, 15 Mei 2026 - 02:24 WIB

JASA Bireuen Dukung Penuh Pergub JKA 2026: Bukti Keberpihakan Pemerintah Aceh kepada Rakyat

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:54 WIB

Bea Cukai Lhokseumawe Perkuat Pendampingan Industri Hasil Tembakau Lewat Customs Visit Customer di Bireuen

Jumat, 24 April 2026 - 04:33 WIB

Iswahyudi Terima SK DPP PAN, Konsolidasi Politik PAN Bireuen Diperkuat Jelang Agenda Strategis Daerah

Minggu, 12 April 2026 - 18:48 WIB

350 Hektare Sawah di Gandapura Terselamatkan dari Ancaman Gagal Panen, Respons Cepat Pemerintah Jadi Kunci

Rabu, 1 April 2026 - 20:47 WIB

Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh

Jumat, 27 Maret 2026 - 00:32 WIB

Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Lhokseumawe Salurkan Lebih dari 7 Ton Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh

Jumat, 27 Februari 2026 - 00:24 WIB

Salurkan Bantuan, Bea Cukai Lhokseumawe ke Gampong Teupin Raya

Berita Terbaru