slot preparation.lsrs.lu

Bejat dan Biadab! Ayah di Aceh Selatan Rudapaksa Anak Kandung hingga Hamil, Ditangkap Polisi di Kilang Kayu

Redaksi Bara News

- Redaksi

Rabu, 4 Juni 2025 - 13:47 WIB

501,395 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan | Baranewsaceh.co – Ironi dan horor menyatu dalam tragedi keluarga yang terjadi di Gampong Pinto Rimba, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Seorang pria berinisial SK (54) ditangkap oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Aceh Selatan karena diduga memperkosa anak kandungnya sendiri hingga korban hamil.

Tragedi memilukan ini mengguncang masyarakat. Rumah yang seharusnya menjadi tempat paling aman bagi seorang anak justru berubah menjadi tempat berlangsungnya kekerasan seksual yang berlangsung berulang. Peristiwa ini terungkap setelah warga melaporkan kecurigaan terhadap kondisi fisik dan psikis korban yang mulai menunjukkan gejala kehamilan dan trauma.

Kapolres Aceh Selatan, AKBP T. Ricki Fadlianshah, membenarkan penangkapan terhadap pelaku. Ia menyatakan bahwa pihaknya langsung bertindak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Aceh Selatan. Menurut Kapolres, kasus ini akan ditangani dengan serius dan profesional mengingat dampaknya sangat berat, tidak hanya secara hukum tetapi juga psikologis bagi korban.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi awal diterima pada Rabu malam, 4 Juni 2025 sekitar pukul 20.00 WIB, oleh Unit 4 PPA Satreskrim. Petugas langsung melakukan interogasi awal terhadap korban dan saksi-saksi serta mengumpulkan bukti pendukung. Dari hasil penyelidikan cepat, tim gabungan yang dipimpin KBO Satreskrim berkoordinasi dengan Polsek Trumon Timur untuk memetakan keberadaan pelaku. Sekitar pukul 23.00 WIB malam itu juga, pelaku berhasil diamankan di sebuah kilang kayu di desa yang sama. SK kemudian digelandang ke Polres Aceh Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kasus ini ditangani berdasarkan Pasal 49 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat, yang secara khusus mengatur sanksi terhadap pelaku rudapaksa. Dalam qanun ini, pelaku pemerkosaan terhadap anak dapat dikenai hukuman berat, termasuk hukuman cambuk, pidana penjara, dan diyat atau ganti rugi kepada korban.

Kasat Reskrim Polres Aceh Selatan, Iptu Narsyah Agustian, menjelaskan bahwa pihaknya akan mengedepankan prinsip perlindungan terhadap korban, termasuk pendampingan psikologis dan hukum selama proses berlangsung. Saat ini, kondisi korban sedang dalam pemantauan tenaga medis dan psikolog anak. Lembaga Perlindungan Anak dan Dinas Pemberdayaan Perempuan juga sudah dilibatkan dalam proses pendampingan.

Keluarga besar korban, berdasarkan informasi yang dihimpun Baranews, mengutuk keras tindakan SK dan menyatakan mendukung penuh upaya penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Beberapa warga menyebutkan bahwa pelaku dikenal tertutup, dan dugaan kekerasan seksual terhadap anaknya tidak pernah terendus sebelumnya.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat bahwa kekerasan seksual, terutama terhadap anak, sering terjadi dalam senyap dan tertutup. Kapolres mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap dugaan kekerasan yang mereka saksikan atau dengar. Menurutnya, satu laporan bisa menyelamatkan satu hidup dan mencegah kerusakan yang lebih besar.

Kini, SK harus menghadapi jeratan hukum yang berat dan konsekuensi sosial yang tak kalah menyakitkan. Sementara sang anak korban rudapaksa, masih harus menghadapi masa depan yang berubah dalam sekejap akibat kebiadaban orang yang seharusnya melindunginya. (*)

Berita Terkait

YARA Kecam Menteri Pertanian, Dinilai Abaikan Kewenangan Khusus Aceh di Kawasan Sabang
Dalang Uang Palsu Rp980 Juta untuk Demo Jakarta Ternyata Eks Calon Bupati, Jaringan Sudah Beroperasi Sejak 2024
Polres Nagan Raya Bersama BNN Temukan dan Musnahkan Ladang Ganja Seluas 20 Hektare di Kawasan Pegunungan
Polda Aceh Tangani Laporan Dugaan Khalwat Oknum Ketua DPRK Nagan Raya
Remaja 16 Tahun Ngaku Jadi Informan Narkoba Dibayar dan Diberi Sabu Oknum Satresnarkoba Polres Aceh Tengah
Rating Google 4,8, Keluhan Pasien RSUMAK Gayo Lues Justru Muncul, Fasilitas Medis Dipertanyakan
Tinjau Kondisi Dermaga Nelayan Sawang Bak U, Jamaluddin Idham Siap Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Pesisir
Cegah Penyelewengan BBM Bersubsidi, Unit Tipidter Polres Nagan Raya Laksanakan Penandatanganan Surat Pernyataan Kepatuhan dan Integritas Petugas SPBU

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 04:20 WIB

Hasto Kristiyanto Minta Aparat Usut Tuntas Aktor Intelektual di Balik Kasus Penyadapan Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 04:15 WIB

Habiburokhman Minta Kasus Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo Diusut Tuntas

Rabu, 4 November 2026 - 04:06 WIB

Sikap Kritis PDIP terhadap Pemerintahan Prabowo dan Polemik Pemakzulan Wakil Presiden

Rabu, 4 November 2026 - 02:27 WIB

Bareskrim Polri Tetapkan Kepala Staf Kepresidenan dan Dua Perwira Tinggi Sebagai Tersangka Penyadapan Ilegal

Rabu, 4 November 2026 - 02:21 WIB

Dugaan Penyadapan Presiden dengan Spyware Canggih Seret Sejumlah Jenderal, Terungkap karena Operator Melapor

Rabu, 4 November 2026 - 01:37 WIB

Tiga Perwira Tinggi Polri Jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Pemerintah Tegaskan Tak Ada Unsur Makar

Selasa, 3 November 2026 - 22:51 WIB

Bareskrim Tetapkan Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo

Selasa, 3 November 2026 - 19:39 WIB

Polri Buka Suara Soal Isu Penangkapan Perwira Tinggi Terkait Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru