Syal Kerawang Gayo Warnai Keberangkatan Jemaah Haji Asal Gayo Lues

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 24 Mei 2025 - 23:29 WIB

50471 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues– Keberangkatan rombongan jemaah haji asal Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Rabu malam, 21 Mei 2025, menyuguhkan pemandangan yang berbeda. Di antara pakaian ihram serba putih yang menjadi simbol kesucian, tampak sehelai syal berwarna cerah tergantung di leher para jemaah. Syal itu adalah kerawang Gayo, kain tradisional yang sarat akan makna budaya, kini menyertai perjalanan spiritual mereka ke Tanah Suci.

Warna-warna terang seperti merah, hijau tosca, dan kuning membentuk pola geometris khas di atas latar kain hitam. Ada pula pola salur khas Aceh yang memperkaya tekstur visual syal tersebut. Kerawang Gayo bukan sekadar aksesori, melainkan warisan budaya masyarakat Gayo yang mencerminkan filosofi hidup, adat, dan nilai spiritual.

“Ini kerawang Gayo. Kerawang Aceh pun ada, kerawang Takengon pun kan ada, tapi ini beda,” kata Jawiriyah, seorang jemaah dari Blangkejeren. Ia mengaku syal tersebut diberikan oleh ketua rombongan. Namun, Abdul Kariman, Ketua Rombongan 10 Kloter BTJ 04, menjelaskan bahwa syal disediakan oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari tradisi tahunan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemberian syal kerawang ini sudah menjadi kebiasaan rutin setiap musim haji. Selain menjadi penanda identitas daerah, syal ini juga berfungsi praktis. “Kalau dipakai kerawang Gayo ini, saya lebih mudah mengenali anggota rombongan,” ujar Abdul. Tahun-tahun sebelumnya, pemerintah daerah juga memberikan ciri khas serupa, seperti batik atau kain adat lainnya.

Kerawang Gayo dikenal luas sebagai bagian penting dari kebudayaan masyarakat Gayo. Wastra ini biasa dikenakan dalam upacara pernikahan dan kegiatan seni. Meskipun kini sebagian besar diproduksi dengan mesin, kerawang dulunya disulam secara manual dengan ketelitian tinggi. Motifnya tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga mengandung filosofi yang diwariskan turun-temurun.

Setiap warna dalam kerawang Gayo mengandung arti: hitam melambangkan keputusan adat, merah menandakan keberanian dalam menegakkan kebenaran, hijau sebagai simbol kerja keras dan ketekunan, putih menggambarkan kesucian lahir dan batin, dan kuning menjadi lambang kehati-hatian dalam bertindak. Semua makna itu menjadikan syal kerawang sebagai simbol moral yang menyatu dengan nilai keagamaan.

Motif-motif kerawang seperti emun beriring, tapak seleman, tekukur, dan pucuk ni tuis menjadi bagian dari kekayaan visualnya. Warisan ini bahkan telah diakui secara nasional sebagai Warisan Budaya Tak Benda melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 270/P/2014.

Penyematan kerawang Gayo kepada jemaah haji menjadi simbol kuat bahwa dalam setiap langkah spiritual, identitas budaya tidak ditinggalkan. Ia justru menyatu, menyampaikan pesan bahwa di balik kesucian ibadah, ada jejak kearifan lokal yang tetap melekat. Bagi para jemaah Gayo Lues, syal kerawang bukan hanya penghias tubuh, melainkan pengingat akan rumah, adat, dan warisan leluhur yang kini mereka bawa hingga ke Tanah Suci. (*)

 

Berita Terkait

Pasca Pembekuan Operasional, PT Rosin Diduga Masih Beraktivitas, Polda Aceh dan Mabes Polri Didesak Turun Tangan
Kapolda Aceh Kunjungi Polres Gayo Lues dalam Rangka Kunjungan Kerja, Tekankan Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat
PT Rosin Sanggah Pembekuan, Hasil Rapat Pemerintah Aceh dan LIRA Tegaskan: Tidak Ada Negara di Atas Negara
Tiga Pabrik Getah Pinus Resmi Dibekukan, LIRA: Negara Tak Boleh Lagi Lunak
Dukung Perkembangan Industri di Wilayah Aceh, Bea Cukai Langsa Lakukan CVC ke PT Rosin Trading International
Dirjen PHL Kementerian Kehutanan Respons Laporan Warga, Industri Getah Pinus di Gayo Lues Diperiksa
Gerakan Kebangsaan: Negara Tak Boleh Takut, Sanksi Resmi Membuktikan PT Rosin Chemicals Indonesia Tak Layak Berlindung di Balik Administrasi
Ganti Nama, Catatan Lama Tetap Melekat: PT Rosin Chemicals Indonesia Masih Dibayangi Sanksi, Teguran Gubernur, dan Jejak Pelanggaran yang Belum Selesai

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WIB

Kodim 0110/Abdya Maksimalkan Pembukaan Jalan di Pegunungan Tangan-Tangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:26 WIB

TNI Hadir untuk Rakyat, Mushola di Gunung Cut Kini Tampak Lebih Bersih dan Nyaman

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:01 WIB

TNI Terus Bergerak untuk Rakyat, Rumah Warga Prasejahtera di Tangan-Tangan Mulai Dibongkar

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:24 WIB

Puluhan Warga Antusias Ikuti Pengobatan Gratis Kodim 0110/Abdya di KDKMP Padang Panjang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 17:10 WIB

Dukung Program Presiden Prabowo, Dandim 0110/Abdya Hadiri Peresmian KDKMP di Susoh

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:38 WIB

Satgas TMMD ke-128 Kodim Abdya Bangun Kanopi Teras di Setiap Rehab RTLH

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:00 WIB

MCK TMMD ke-128 Kodim Abdya Siap Dukung Kebutuhan Sanitasi Warga Gunung Cut

Berita Terbaru

ACEH BARAT DAYA

Kodim 0110/Abdya Maksimalkan Pembukaan Jalan di Pegunungan Tangan-Tangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:58 WIB

ACEH BARAT DAYA

TMMD Abdya Bikin Haru, Rumah Reot Pasutri Lansia Mulai Dibangun Ulang

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:23 WIB